Prancis Ogah Terobsesi Redam Lamine Yamal di Semifinal Piala Dunia

- Prancis menyiapkan strategi menghadapi Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026 tanpa terobsesi pada Lamine Yamal, meski memori kekalahan di Euro 2024 masih membekas.
- Ibrahima Konate menegaskan fokus timnya bukan hanya menghentikan Yamal, melainkan mengantisipasi kolektivitas dan transisi cepat Spanyol yang dikenal dengan counter-pressing mematikan.
- Spanyol berpeluang mencetak sejarah dengan delapan kemenangan beruntun di fase gugur, didukung pertahanan solid yang hanya kebobolan lima kali dalam 14 laga terakhir.
Jakarta, IDN Times – Lamine Yamal resmi menjadi buruan utama lini pertahanan Prancis. Jelang bentrokan sengit semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, pergerakan wonderkid 19 tahun asal Barcelona itu bakal dikunci rapat demi tiket menuju partai final.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Publik Les Bleus masih dihantui memori kelam semifinal Euro 2024, saat sepakan melengkung spektakuler Yamal sukses menyingkirkan mereka secara tragis.
Meski sang pemain baru mengemas satu gol akibat masa pemulihan cedera, Prancis menolak abai. Namun, bek tengah Ibrahima Konate mengingatkan rekan-rekannya agar tidak mengidap "sindrom obsesi" yang hanya terpaku pada satu nama.
"Kami tidak hanya memikirkan cara menghentikan Lamine. Spanyol adalah tim yang luar biasa dengan banyak pemain berkualitas," ujar Konate dikutip Bein Sports.
1. Ogah fokus berlebihan menjaga Lamine Yamal
Bagi Konate, fokus berlebihan pada Yamal justru bisa menjadi blunder fatal. Daya ledak sesungguhnya dari armada Luis de la Fuente terletak pada keharmonisan transisi antarlini yang bergerak dinamis.
"Tujuan kami bukan hanya berfokus pada satu pemain, karena seluruh tim mereka mampu menciptakan ancaman. Permainan menyerang mereka benar-benar luar biasa," kata Konate puji lini serang Spanyol.
"Namun, menurut saya, kekuatan mereka berasal dari kerja sama seluruh tim, mulai dari para gelandang hingga lini pertahanan," lanjutnya.
2. Waspadai jebakan counter-pressing Spanyol
Pilar lini belakang eks Liverpool ini juga menyoroti aspek taktis yang kerap luput dari perhatian media, yakni jebakan counter-pressing Spanyol yang kerap diawali dari pergerakan melebar Yamal.
"Apa yang mereka tampilkan sangat mengesankan. Luar biasa. Mungkin orang-orang tidak cukup membicarakan kemampuan mereka dalam melakukan counter-pressing karena permainan menyerang mereka sudah begitu istimewa," bebernya.
Laga ini sekaligus menjadi pembuktian prediksi superkomputer Opta yang menempatkan Prancis sebagai calon juara terkuat dengan probabilitas 34 persen, ditempel ketat Spanyol dengan 23,4 persen.
3. Pertahanan SPanyol juga mengerikan
Di sisi lain, Spanyol datang membawa misi sejarah. Jika berhasil meredam ambisi Prancis, La Furia Roja akan menjadi tim Eropa pertama yang membukukan delapan kemenangan beruntun di fase gugur turnamen mayor.
Catatan pertahanan Spanyol pun sangat mengerikan. Sejak takluk dari Jepang di Piala Dunia 2022, mereka hanya kebobolan lima kali dalam 14 laga terakhir, serta sukses mengantongi sembilan clean sheet. Sebuah tembok kokoh yang harus diruntuhkan Prancis di Dallas.















