Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Skandal Kartu Merah Balogun, Cuma 1 Anggota Komdis FIFA yang Berperan

Skandal Kartu Merah Balogun, Cuma 1 Anggota Komdis FIFA yang Berperan
Penyerang Amerikat Serikat, Folarin Balogun (kanan), merayakan gol kedua timnya selama pertandingan sepak bola Grup D Piala Dunia 2026 antara AS dan Paraguay di Stadion Los Angeles di Inglewood pada 13 Juni 2026. (AFP/Frederic J. Brown)
Intinya Sih
  • Keputusan penangguhan kartu merah Folarin Balogun ternyata hanya dibuat oleh Ketua Komdis FIFA, Mohammad Al-Kamali, tanpa melibatkan anggota panel lainnya sesuai prosedur resmi.
  • Laporan media mengungkap dugaan intervensi politik setelah Donald Trump disebut melakukan beberapa panggilan ke Presiden FIFA Gianni Infantino sebelum sanksi Balogun ditangguhkan.
  • Balogun menjadi satu-satunya pemain di Piala Dunia 2026 yang sanksinya dibatalkan, sementara 12 pemain lain tetap menjalani hukuman termasuk bek Inggris Jarell Quansah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Fakta baru muncul dalam skandal kartu merah striker Amerika Serikat, Folarin Balogun. Ternyata, keputusan kontroversial untuk menangguhkan sanksi kartu merah Balogun tak diambil dengan prosedur yang semestinya.

The Times melansir, ternyata cuma satu orang yang mengambil keputusan untuk menangguhkan sanksi tersebut. Tokoh yang dimaksud adalah Ketua Komisi Disiplin FIFA, Mohammad Al-Kamali.

1. Menyalahi aturan Komdis

Tindakan Al-Kamali tentunya menyalahi aturan dalam pengambilan keputusan Komdis FIFA. Biasanya, Komdis FIFA harus menggelar rapat terlebih dulu untuk menyikapi sebuah kasus.

Ada 18 anggota dalam panel Komdis FIFA, termasuk Al-Kamali, yang akan menentukan keputusan terkait sebuah kasus.

Ditambah, suara Jorge Palacio untuk menjadikan suara lebih valid karena sistem mayoritas suara juga dipakai. Namun, dalam kasus tertentu, bisa jadi keputusan diambil dalam panel kecil yang melibatkan tiga anggota.

2. Dugaan intervensi Trump menguat

Kasus penangguhan kartu merah Balogun, dengan hanya Al-Kamali sebagai pengambil keputusan, semakin memperkuat dugaan intervensi politik bermain dalam kontroversi ini. Sebab, sebelumnya Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim keputusan itu diambil FIFA atas tindakannya.

Laporan The Guardian menyebutkan, Trump menghubungi FIFA sejak 1 Juli 2026. Ada tiga panggilan telepon yang dilakukan Trump kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, hingga akhirnya kartu merah Balogun ditangguhkan.

3. Cuma Balogun yang ditangguhkan

Balogun menjadi satu-satunya pemain di Piala Dunia 2026 yang kartu merahnya ditangguhkan. Sebab, 12 pemain lain tak mengalami nasib yang sama.

Bahkan, bek Inggris, Jarell Quansah, harus menerima hukuman hingga semifinal dan baru bisa main di final.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana

Related Articles

See More