Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ajax Lolos Liga Konferensi, Maarten Paes Jadi Pahlawan
Aksi Maarten Paes saat membawa Timnas Indonesia menang atas Arab Saudi 2-0 dalam laga putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. (ANTARA/Rivan Awal Lingga/mrh/Spt)
  • Ajax memastikan tiket ke Liga Konferensi Eropa usai menaklukkan FC Utrecht lewat adu penalti di final play-off Eredivisie 2025/26.
  • Maarten Paes jadi pahlawan kemenangan Ajax setelah sukses menepis dua penalti lawan, sementara seluruh eksekutor Ajax menjalankan tugasnya dengan sempurna.
  • Pelatih Oscar Garcia merasa lega dan menegaskan perlunya perubahan besar di dalam maupun luar skuad agar Ajax bisa kembali bersaing di musim 2026/27.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ajax Amsterdam bisa sedikit tersenyum saat mengakhiri Eredivisie musim 2025/26. Raksasa Belanda itu setidaknya tetap mengamankan jatah bermain di kompetisi Eropa untuk musim depan, meski hanya sebatas Liga Konferensi.

Tiket itu didapat setelah membungkam FC Utrecht di final play-off, Minggu (24/5/2026) malam WIB. Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, keluar sebagai pahlawan De Godenzonen.

1. Paes tepis dua penalti Utrecht

Dalam laga tersebut, Ajax harus melewati drama adu penalti. Itu setelah duel di waktu normal berakhir 0-0, dan menjadi 1-1 saat melanjutkan perpanjangan waktu 2x15 menit.

Ajax memecah kebuntuan pada menit ke-95, lewat gol Davy Klaassen. Namun mereka gagal menjaga keunggulan, akibat dibobol Gjivai Zechiel 10 menit kemudian.

Kedua kubu pun harus mengadu nasib secara tos-tosan. Paes tampil ciamik dengan menepis dua penalti Utrecht, yang dieksekusi Sebastian Haller dan Souffian El Karouani. Di sisi lain, semua eksekutor Ajax berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.

2. Pelatih Ajax lega

Pelatih Ajax, Oscar Garcia, mengaku lega setelah anak asuhnya memastikan tempat di kompetisi Eropa. Raksasa Belanda itu harus segera berbenah total untuk mengarungi musim 2026/27 dengan lebih baik.

"Saya pikir kami memainkan dua pertandingan fantastis dan pantas bermain di Eropa musim depan. Musim seperti ini tidak normal: kita harus membalikkan keadaan. Saya pikir banyak hal di klub perlu diubah, tidak hanya di dalam skuad tetapi juga di luar skuad," kata Garcia dikutip dari Voetbal Primeur.

3. Kenapa Ajax harus mengikuti play-off?

Ajax harus mengikuti play-off karena hanya finis di peringkat kelima Eredivisie. Konsistensi mereka kurang apik musim ini, dengan hanya membukukan 14 kemenangan, enam kalah, dan mendapat banyak hasil imbang, 14 kali.

Di play-off, Ajax membungkam Groningen dengan skor 2-0 sebelum menggebuk Utrecht. Menarik untuk dinantikan, perubahan seperti apa yang akan dilakukan Ajax untuk kembali bersaing gelar Eredivisie sejak terakhir kali juara pada musim 2021/22.

Editorial Team

Related Article