Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Gegara Kritik Performa Ajax, Maarten Paes Disemprot Legenda

Gegara Kritik Performa Ajax, Maarten Paes Disemprot Legenda
Potret Maarten Paes saat Timnas Indonesia melawan Jepang di SUGBK, Jumat (15/11/2024). (IDN Times/Bimo Haryoyudhanto).
Intinya Sih
  • Maarten Paes mengkritik performa Ajax setelah kalah 1-3 dari FC Groningen, menyoroti hilangnya kerja sama tim meski ia juga mengakui penampilannya belum maksimal.
  • Rafael van der Vaart menilai Paes belum pantas melontarkan kritik karena statusnya sebagai pemain baru dan menyebut sikapnya terlalu mudah menyalahkan tim.
  • Ajax tampil kurang solid di lini pertahanan, dengan tiga gol Groningen tercipta akibat kesalahan antisipasi dan koordinasi pemain belakang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, menerima komentar pedas dari legenda klub, Rafael van der Vaart. Itu setelah Paes melontarkan kritik usai Ajax Amsterdam tumbang 1-3 dari FC Groningen, akhir pekan lalu.

Van der Vaart menilai Paes belum pantas untuk mengkritik timnya. Eks gelandang Real Madrid itu bahkan membalas pernyataan sang kiper dengan komentar yang cenderung meremehkan.

1. Apa yang dikatakan Paes?

Maarten Paes Menandatangani Kontrak Dengan Ajax Amsterdam. (Dok. Ajax).

Paes memang menyoroti performa rekan-rekannya. Menurut Paes, Ajax kehilangan arah permainan setelah tertinggal 1-2 dan tidak mampu menunjukkan permainan kolektif untuk bangkit di Stadion Euroborg.

Namun, dalam laga tersebut, Paes juga mengakui kalau penampilannya di bawah mistar belum maksimal. Dia menegaskan tidak ingin menyalahkan siapa pun, tetapi merasa semua orang bisa melihatm, Ajax memang tampil mengecewakan.

"Setelah tertinggal 1-2, kami sama sekali tidak menunjukkan sebagai sebuah tim, itu menyakitkan. Saya selalu melihat diri sendiri lebih dulu. Saya bukan tipikal yang menyalahkan orang lain. Saya sudah dewasa, jadi mengambil tanggung jawab itu. Tetapi, saya rasa kalian juga melihat, pada akhirnya kami saling mengecewakan sebagai tim," kata Paes dikutip dari VoetbalPrimeur.

2. Respons Van der Vart ke Paes

Aksi Maarten Paes saat membawa Timnas Indonesia menang atas Arab Saudi 2-0 dalam laga putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. (ANTARA/Rivan Awal Lingga/mrh/Spt)
Aksi Maarten Paes saat membawa Timnas Indonesia menang atas Arab Saudi 2-0 dalam laga putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. (ANTARA/Rivan Awal Lingga/mrh/Spt)

Jika memiliki kewenangan dalam urusan transfer klub, Van der Vart mengaku akan langsung memulangkan Paes ke FC Dallas tepat setelah mendengar komentar tersebut. Menurutnya, Paes belum pantas mengkritik tim karena statusnya sebagai pemain baru yang masih harus membuktikan diri di Ajax.

"Saya akan langsung memulangkan kiper itu ke, dari mana dia berasal, Amerika? Dia baru saja datang dan masih harus membuktikan dirinya," kata Van der Vart dalam program Ziggo Sport.

"Lalu dia bilang ini bukan sebuah tim. Menurut saya, itu terlalu mudah untuk diucapkan. Dia menepis satu bola, berlari keluar dari kotak penalti, lalu memaki semua orang. Saya sama sekali tidak suka dengan sikap seperti itu," ujar Van der Vart.

3. Ajax memang tampil kurang oke

Aksi Maarten Paes saat Timnas Indonesia menggilas Arab Saudi 2-0 dalam laga putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. (ANTARA/Rivan Awal Lingga/mrh/Spt)
Aksi Maarten Paes saat Timnas Indonesia menggilas Arab Saudi 2-0 dalam laga putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. (ANTARA/Rivan Awal Lingga/mrh/Spt)

Ajax memang tampil kurang solid, khususnya di lini pertahanan. Menilik tayangan ulang, semua gol Groningen tercipta imbas kesalahan Ajax dalam mengantisipasi serangan.

Gol pembuka Thom van Bergen lahir pada menit enam, setelah umpan progresif Dries Janse melewati belakang pertahanan Ajax. Bergen yang meresponsnya lebih cepat dan meninggalkan dua pemain Ajax mampu menundukkan Paes dengan mudah.

Paes sebenarnya memutuskan maju untuk menutup ruang tembak. Namun, tembakan keras Van Bergen gagal diantisipasi dengan baik hingga masuk ke gawang. Kesalahan dalam bertahan kembali membuat Groningen menambah dua gol di babak kedua.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More