Sumber mengatakan, penolakan tersebut diduga kuat dipengaruhi oleh penampilan fisik sang ayah yang memiliki janggut lebat, sehingga memicu kecurigaan berlebih dari otoritas AS. Kecurigaan berbasis penampilan fisik dan latar belakang agama ini tergolong diskriminatif bagi pemain dari negara mayoritas muslim.
"Janggutnya, mungkin memunculkan pertanyaan selama proses pengajuan visa. Situasinya kini sedang ditangani melalui kedutaan di Casablanca setelah sebelumnya mengalami kesulitan proses visa di Belgia tempat El Ouahdi berkarier," kata sumber internal yang enggan disebutkan namanya.
Hingga saat ini, bintang KRC Genk itu masih bergabung dengan skuad Singa Atlas dalam rangkaian uji coba terakhirnya. Ia juga tampil saat Maroko menahan Norwegia 1-1, dini hari WIB tadi.
Namun, jika masalah visa tak kunjung rampung, posisi El Ouahdi terancam dicoret. Ali Maamar dilaporkan sebagai opsi pengganti bagi pelatih Mohamed Ouahbi.