TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Plus Minus Persib Merekrut Luis Milla Sebagai Pelatih Baru

Luis Milla resmi jadi pelatih baru Persib

Luis Milla saat sedang melatih Timnas Indonesia 2017. instagram/luismillacoach

Jakarta, IDN Times - Setelah mengakhiri kerja sama dengan Robert Rene Alberts, Persib Bandung tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan pelatih baru. Tidak tanggung-tanggung, mereka langsung merekrut eks pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla.

Kabar merapatnya Luis Milla ini sudah diwartakan oleh Persib lewat situs resmi klub, Jumat (19/8/2022). Manajemen 'Maung Bandung' berharap, kehadiran Milla bisa membawa sesuatu yang positif bagi Persib.

"Semoga dengan banyaknya prestasi dan pengalaman yang telah dimiliki, baik sebagai pemain maupun pelatih, Luis Milla dapat memberikan dampak positif kepada tim serta membawa Persib kembali ke jalur kemenangan," ujar pernyataan resmi klub.

Seiring dengan hadirnya Milla ini, ada beberapa aspek positif dan negatif yang akan didapatkan oleh Persib. Apa sajakah itu?

Baca Juga: Profil Luis Milla, Pelatih Baru Persib yang Akrab dengan Indonesia

1. Aspek positif kehadiran Luis Milla

https://instagram.com/luismillacoach?igshid=YmMyMTA2M2Y=

Milla adalah pelatih yang akrab dengan sepak bola Indonesia. Pengalamannya melatih Timnas U-23 pada 2017 hingga 2018, setidaknya akan memberi sosok asal Spanyol itu gambaran mengenai sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

Sebagai pelatih yang senang dengan gaya main kaki ke kaki, Milla bisa membuat Persib jadi tim yang lebih atraktif. Memang, sisi sayap masih akan jadi andalan bagi Persib dalam membongkar pertahanan lawan, tetapi setidaknya akan ada variasi yang terlihat.

Tidak cuma itu, Milla juga bisa membangkitkan lagi potensi dari Febri Hariyadi. Milla tentu sudah paham betul dengan gaya Febri, karena sempat bekerja sama dengannya di Timnas. Hadirnya Milla akan menghidupkan Febri yang kini tengah melempem.

Milla kemungkinan besar akan menerapkan skema yang membuat kemampuan Febri termaksimalkan. Bukan cuma Febri, hadirnya Milla juga akan membuat Ezra Walian, Frets Butuan, dan Marc Klok juga termaksimalkan kemampuannya.

2. Sisi negatif hadirnya Luis Milla

Luis Milla (kanan) dan Widodo Cahyono Putra saat berada di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali. Instagram.com/widodocp7

Meski berpengalaman dengan sepak bola Indonesia, menjadi pelatih asing di Liga 1 tentu jadi sesuatu yang berbeda. Apalagi, Liga 1 memiliki atmosfer tersendiri, yang terkadang membuat pelatih asing baru harus beradaptasi.

Belum lagi, rekam jejak Milla di level klub juga tidak terlalu ciamik. Dia memang pernah membawa Timnas Spanyol U-21 juara Piala Eropa U-21. Namun, selama menangani klub, Milla tidak memiliki prestasi yang menonjol.

Ada tiga klub yang pernah ditangani Milla sebelum Persib, yakni Al Jazira, Lugo, dan Real Zaragoza. Di klub-klub tersebut, Milla tidak meraih prestasi berarti, dan paling banter hanya pernah melatih Al Jazira di ajang Liga Champions Asia.

Hal-hal macam ini harus jadi perhatian Persib. Apalagi, saat ini Persib tengah mencari kebangkitan usai mengawali Liga 1 2022/23 dengan hasil buruk.

Baca Juga: Gabung Persib, Luis Milla: Hatur Nuhun dan Sampai Jumpa Bobotoh

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya