Badai cedera yang melanda lini serang Brasil menjadi faktor krusial yang memaksa Carlo Ancelotti merombak rencana taktis sejak awal 2026. Penyerang sayap andalan Real Madrid, Rodrygo, dipastikan harus menepi dalam jangka waktu lama akibat cedera ACL. Belum sampai di situ, Selecao kembali menerima pukulan tatkala talenta muda Estevao Willian diprediksi tak bisa pulih tepat waktu dari cedera hamstring saat membela Chelsea pada April lalu.
Kehilangan dua penyerang sayap dinamis seketika merusak cetak biru lini serang Brasil dan menimbulkan lubang kreativitas masif di sektor sepertiga akhir. Situasi darurat ini memaksa Ancelotti berpaling kembali pada faktor pengalaman historis dalam menghadapi turnamen besar yang dimiliki Neymar Jr. Sang pelatih memutuskan untuk memanggil kembali sang pemain dengan harapan bisa menghidupkan kembali magis kreativitas permainan timnas yang sempat meredup.
Keputusan taktis yang diambil Anclotti kemudian diperdebatkan berbagai kalangan karena dinilai mengabaikan prinsip meritokrasi berbasis performa klub. Sang pelatih memilih untuk mencoret deretan penyerang yang sedang dalam puncak performa mereka di English Premier League. Joao Pedro secara mengejutkan harus merelakan tempatnya di skuad walaupun ia tampil ciamik dengan mengemas 15 gol serta 5 assist musim ini.
Timnas Brasil juga mengabaikan nama-nama potensial lainnya seperti Igor Jesus (Nottingham Forest), Savinho (Manchester City), hingga Gabriel Jesus (Arsenal). Langkah ini memicu pro-kontra mengenai ketepatan mengandalkan romantisme masa lalu sang veteran di tengah tuntutan permainan modern sarat intensitas fisik. Secara tidak langsung, Neymar bakal dituntut tampil cela mengingat beberapa nama besar tersingkirkan demi mengakomodir dirinya.
Carlo Ancelotti telah mengambil keputusan final dengan memercayakan Neymar Jr dalam mengarungi ketatnya persaingan di Piala Dunia 2026. Lembaran sejarah sepak bola dunia akan segera membuktikan dampak nyata dari langkah berisiko ini bagi karier penutup Neymar maupun ambisi besar Brasil dalam merengkuh kejayaanya kembali.