Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Senegal vs Irak: Duel Panas Memburu Peringkat 3 Terbaik

Senegal vs Irak: Duel Panas Memburu Peringkat 3 Terbaik
Ilustrasi trofi Piala Dunia FIFA. (unsplash.com/fauzan-saari)
Intinya Sih
  • Senegal dan Irak sama-sama berjuang di laga terakhir Grup I Piala Dunia 2026 untuk menjaga peluang lolos lewat jalur peringkat tiga terbaik meski belum mengantongi poin.
  • Senegal terancam catat rekor tiga kekalahan beruntun pertama mereka di Piala Dunia, sementara Irak menghadapi defisit enam gol dan risiko gagal menang dalam enam laga pembuka turnamen.
  • Laga di Toronto jadi ajang pembuktian mental kedua tim, dengan Senegal mengandalkan kecepatan Ismaila Sarr dan Irak berharap pada ketajaman pemain muda seperti Akam Hashim serta Aymen Hussein.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta IDN Times - Senegal akan menghadapi Irak dalam laga pamungkas Grup I Piala Dunia 2026, pada Sabtu (27/6/2026) dini hari WIB. Ini menjadi pertarungan hidup-mati bagi kedua tim, karena merupakan peluang terakhir untuk menjaga asa bertahan di turnamen.

Senegal dan Irak sebelumnya kalah dalam dua laga awal, yakni dari Prancis dan Norwegia. Tak seperti peserta lain yang sudah dipastikan gugur setelah menelan dua kekalahan, mereka justru masih memiliki harapan untuk memperjuangkan jalur peringkat tiga terbaik.

Skenario itu masih terbuka karena mereka bersua di laga pamungkas, dan sama-sama belum memiliki poin. Namun, peluangnya terbilang tipis, karena nasib pemenang dalam ini juga ditentukan oleh hasil dari laga lain.

1. Kutukan tiga kekalahan beruntun hantui Senegal

Senegal takluk dengan skor 1-3 dari Prancis di laga pembuka, kemudian kembali dipecundangi Norwegia dengan skor 2-3 di laga kedua. Kekalahan beruntun ini menempatkan wakil Afrika tersebut di ambang rekor memalukan.

Sepanjang sejarah partisipasinya, tim berjuluk Singa Teranga itu belum pernah menelan tiga kekalahan beruntun. Jika keok di tangan Irak, ini akan menjadi rekor kelam Senegal di panggung dunia.

2. Situasi Irak jauh lebih kritis

Di kubu seberang, situasi yang dihadapi Irak jauh lebih kritis ketimbang Senegal. Skuad besutan Graham Arnold ini babak belur dihajar Norwegia 1-4, lalu menjadi bulan-bulanan Prancis dengan skor 0-3 di laga kedua.

Defisit enam gol tersebut membuat posisi mereka di ujung tanduk. Kemenangan atas Senegal belum tentu menjamin tiket lolos via peringkat tiga terbaik, karena selisih gol akan dihitung jika perolehan di klasemen mini sama.

Mereka bahkan terancam bergabung dengan rekor suram Meksiko (1930) dan Selandia Baru (1982) sebagai tim yang selalu kalah dengan selisih tiga gol atau lebih di fase grup. Beban sejarah juga membayangi skuad Singa Mesopotamia, yang selalu menelan kekalahan dalam lima pertandingan Piala Dunia sepanjang sejarah mereka.

Jika gagal menang, mereka akan menjadi wakil Asia kedua setelah Korea Selatan (1954-1998) yang gagal meraih kemenangan di enam laga pembuka turnamen.

3. Pertaruhan pamungkas di tanah Kanada

Laga di Toronto nanti akan menjadi pembuktian siapa yang memiliki mentalitas lebih kuat untuk bangkit dari keterpurukan. Pemenang dalam duel ini setidaknya tidak pulang dengan tangan hampa.

Irak harus waspada, karena Senegal memiliki sederet pemain cepat. Winger lincah Ismaila Sarr, yang sukses mencetak brace ke gawang Norwegia, diprediksi akan menjadi momok pertahanan Singa Mesopotamia.

Sarr telah mengoleksi tiga gol dalam sembilan penampilannya di Piala Dunia. Catatan itu menyamai rekor legenda Papa Bouba Diop sebagai pencetak gol terbanyak Senegal di 10 laga perdana turnamen.

Senegal yang unggul di atas kertas tentu tak boleh memandang Irak sebelah mata. Kuda hitam Asia itu juga memiliki pemain bertalenta, macam Akam Hashim, Ali Jasim, Zidane Iqbal, Ahmed Qasem, hingga Aymen Hussein yang piawai dalam bola udara.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana

Related Articles

See More