Pertanyaan lanjutan mungkin terlintas di benakmu melihat Brasil dan Argentina yang juga bekas negara jajahan bisa jadi salah satu kekuatan dominan dalam sepak bola. Ini sebenarnya kasus yang polanya tidak jauh beda. Kalau kita perhatikan lebih seksama, Brasil, Argentina, bahkan Paraguay dan Meksiko adalah negara jajahan yang sebagian penduduknya adalah keturunan Eropa. Mereka bukan seperti negara jajahan Eropa di Afrika dan Asia yang setelah dieksploitasi dan diobrak-abrik sistemnya, ditinggalkan dan dibiarkan terjebak dalam kemiskinan, dependensi ekonomi, serta korupsi.
Sebagian pendatang Eropa yang dahulu datang untuk menjajah, menetap di Amerika Latin dan menciptakan sistem baru yang sebenarnya mirip sistem kasta. Di Brasil, pernah ada yang namanya era Blanqueamiento atau era pemutihan, yakni proses nation building yang amat rasialis. Pemegang kekuasaan Brasil pascakemerdekaan yang tak lain adalah bagian dari keluarga Kerajaan Portugal dan Inggris sebagai kolaboratornya, beraspirasi “membersihkan” Brasil dari jejak budak asal Afrika dan penduduk pribumi. Caranya dengan memastikan keturunan budak Afrika dan penduduk pribumi tetap berada di kasta terendah (membatasi akses dan pergerakan mereka dengan tujuan menekan angka kelahiran) serta menarik kedatangan imigran kulit cerah, terutama dari Eropa. Brasil memang sudah berubah, meritokrasi dan kehadiran sosialisme membuka jalan untuk pemain berlatar belakang pribumi dan kulit hitam di timnas mereka. Namun, ini tidak serta merta membersihkan Brasil dari segregasi rasial yang masih tampak sampai sekarang.
Bagaimana dengan Argentina? Taktik nation building mereka hampir sama dengan Brasil. Namanya, periode Conquest of the Desert (1878–1885), yakni, kampanye militer yang dilakukan pemerintah Argentina (didominasi pendatang keturunan Eropa) untuk menguasai atau lebih tepatnya merebut 60 juta hektar lahan. Mereka tahu ada penduduk pribumi yang tinggal di sana secara turun temurun, tetapi itu bukan hambatan bagi mereka untuk mengusir, bahkan membunuh mereka. Taktik "pemutihan" Argentina juga dilakukan dengan mempromosikan pernikahan campur antara penduduk kulit berwarna dengan kulit putih. Hasilnya lebih kentara dan berhasil, bahkan tercermin dari pemain timnas mereka yang didominasi keturunan Eropa. Jika kamu ulik, hampir semua negara Amerika Latin yang pernah dijajah sempat mengalami era pemutihan. Ini sekaligus mengonfirmasi pola yang berbeda dengan Asia dan Afrika.