Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Banyak Staf Dilarang Masuk AS, Iran Tuntut FIFA Turun Tangan
Logo FIFA (doc. FIFA)
  • FIFA menolak permintaan Iran memindahkan lokasi Grup G Piala Dunia 2026 dari AS ke Meksiko, memicu masalah karena banyak staf Iran ditolak visanya oleh pemerintah AS.
  • Iran menuduh adanya diskriminasi politik setelah sekitar 15 pejabat pentingnya dicekal masuk AS dan mendesak FIFA segera turun tangan untuk menyelesaikan persoalan ini.
  • Pemerintah AS menerapkan aturan visa ketat bagi delegasi Iran dengan alasan keamanan, terutama terhadap individu yang diduga terafiliasi dengan Garda Revolusi Iran (IRGC).
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - FIFA berada dalam situasi sulit jelang Piala Dunia 2026. Keputusannya yang menolak mengakomodasi permintaan Iran untuk memindahkan lokasi Grup G Piala Dunia 2026 dari Amerika Serikat (AS) ke Meksiko akhirnya menjadi bumerang.

Sebab, Iran mendapat perlakuan tak menyenangkan dari pemerintah AS. Mereka terancam pincang akibat banyak stafnya yang tidak mendapat visa ke AS.

BBC melansir penolakan visa ini terjadi hanya beberapa jam setelah Washington mengonfirmasi seluruh pemain Iran telah diizinkan untuk terbang ke AS. Merasa diperlakukan secara diskriminatif, otoritas Iran kini mendesak FIFA untuk segera turun tangan.

1. Belasan ofisial penting dicekal imigrasi AS

Menurut laporan media yang terafiliasi dengan pemerintah Iran, ada sekitar 15 pejabat administrasi vital yang permohonan visanya ditolak otoritas Negeri Paman Sam.

Mereka yang dicekal termasuk Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) Mehdi Taj, Direktur Mehdi Kharati, Sekretaris Jenderal Hedayat Mombini, dan Direktur Media Mohsen Motamedkia. Pihak Iran menuduhnya campur tangan politik yang disengaja oleh pemerintah tuan rumah.

"Anda kini telah meningkatkan perlakuan yang disengaja dan diskriminatif terhadap tim nasional sepak bola Iran ke tingkat tertinggi," bunyi pernyataan Kedutaan Besar Iran di Turki.

2. Iran minta FIFA intervensi

Situasi ini tentu merugikan Iran karena terancam pincang dalam menghadapi Selandia Baru, Belgia, dan Mesir. Selain itu, visa yang diterima juga cukup membingungkan. Sebab, ada yang menyebutkan jika visa hanya bisa digunakan oleh Iran pada hari H pertandingan.

Sementara, setiap tim yang berlaga di Piala Dunia 2026, sesuai regulasi FIFA, memiliki kewajiban menjalani konferensi pers jelang laga dan latihan resmi di stadion. Dengan aturan itu, tim-tim yang bertanding setidaknya harus memiliki waktu dua hari untuk berkegiatan di wilayah AS, termasuk Iran.

Pihak Iran pun mendesak FIFA untuk mengatasi persoalan tersebut. Di sisi lain, FIFA tentunya tidak bisa menekan atau mengintervensi negara dalam mengeluarkan visa. AS berdalih, visa untuk delegasi Iran memang hanya diberikan kepada pemain dan staf pendukung yang diperlukan, demi alasan keamanan.

3. AS memang beri aturan masuk super ketat buat Iran

Sejak awal, pemerintah AS memang tidak akan meloloskan seluruh visa skuad Tim Melli. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, sempat menyatakan bakal lebih selektif dalam mengeluarkan visa untuk mereka.

Rubio meminta pihak imigrasi dan intelijen agar menyeleksi orang-orang yang terafiliasi dengan Garda Revolusi Iran (IRGC). Mereka yang terendus terhubung dengan IRGC tidak akan bisa masuk ke wilayah pimpinan Donald Trump.

Editorial Team

Related Article