Curhat Fajar/Fikri Susahnya Lawan Wakil Tuan Rumah di China Open 2026

Jakarta, IDN Times - Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, memetik kemenangan di laga semifinal China Open 2026. Fajar/Fikri menaklukkan andalan tuan rumah, Liang Wei Keng/Wanv Chang, dengan skor 21-19, 14-21, 21-19 di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, China, pada Sabtu (25/7/2026).
Kemenangan ini memastikan Fajar/Fikri berhasil back to back di final China Open. Pada edisi 2025 lalu, Fajar/Fikri keluar sebagai juara di ajang BWF Super 1000 tersebut.
1. Susahnya melawan wakil tuan rumah

Fajar/Fikri mengaku, laga melawan Liang/Wang di semifinal China Open 2026 tidak mudah. Apalagi, ranking lima dunia itu merupakan salah satu andalan utama China untuk berebut gelar di China Open 2026.
Namun, Fajar/Fikri tak langsung menyerah. Berlaga di depan publik China, Fajar/Fikri justru semakin termotivasi.
“Yang pasti, tidak mudah melawan pasangan nomor satu China di rumahnya sendiri dengan dukungan yang luar biasa. Tapi itu tidak mengendurkan semangat kami untuk bisa terus melangkah jauh,” kata Fajar.
2. Semangat Liang/Wang beda jauh ketimbang di Singapore

Sebelum China Open 2026, Fajar/Fikri bersua melawan Liang/Wang di semifinal Singapore Open 2026 pada akhir Mei lalu. Kala itu, Fajar/Fikri menang dua game langsung dengan skor 23-21, 21-4.
Bagi Fajar/Fikri, pertemuan di China berbeda jauh dengan duel di Singapura. Semangat Liang/Wang disebut Muhammad Shohibul Fikri paling terasa berbeda di dua turnamen tersebut.
“Berbeda jauh dengan pertemuan terakhir di Singapore Open lalu. Di sini, di depan publik sendiri, mereka punya fighting spirit yang luar biasa. Ketinggalan berapa pun, mereka selalu berusaha,” kata Fikri.
3. Sempat terkejar di game ketiga

Fajar/Fikri sempat memimpin lima angka tanpa balas dengan skor 13-8 hingga 15-10 di game penentuan. Namun, Liang/Wang malah mampu memberikan tekanan sehingga Fajar/Fikri malah tersalip 15-16.
“Di gim ketiga setelah interval kami sudah unggul 13-8 tapi karena posisi lapangannya kalah angin, jadi kami merasakan tekanan yang sangat berat, mau defense atau melakukan serangan berat banget. Akhirnya mereka bisa bangkit dan mengejar,” kata Fajar.
Namun, Fajar/Fikri kembali memberikan perlawanan. Fokus pada satu demi satu poin, Fajar/Fikri memenangkan laga dengan skor krusial 21-19 di game ketiga.



















