Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bara Olimpico Sambut Reuni Mourinho
ilustrasi pendukung AS Roma menonton langsung di Stadion Olimpico (pixabay.com/Marco_Pomella)
  • Jose Mourinho kembali ke Stadion Olimpico bersama Real Madrid untuk laga tandang Liga Champions 2026/27 melawan AS Roma pada 15 Oktober 2026 dini hari WIB.

  • Roma diprediksi tampil agresif dengan dukungan publik Olimpico, setelah enam musim absen dari kompetisi Eropa tertinggi, sehingga tekanan suporter menjadi tantangan Madrid.

  • Mourinho meminta Madrid tampil sangat baik dan tetap waspada terhadap Roma, dengan fokus serta kontrol tempo sejak awal demi menghadapi atmosfer laga yang penuh tensi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Jose Mourinho kembali menjejakkan kaki di Stadion Olimpico. Kali ini, langkah sang juru taktik kawakan dibalut seragam Real Madrid.

Laga tandang matchday 2 Liga Champions 2026/27 pada Kamis (15/10/2026) dini hari WIB jelas bukan panggung biasa. Atmosfer panas ibu kota Italia siap menguji mentalitas armada El Real.

Mourinho sadar betul laga ini menyimpan potensi bahaya yang besar. Pria Portugal itu bahkan tak perlu pusing membedah taktik lawan demi melihat ancaman nyata.




1. Olympico selalu jadi neraka tim tamu

I Giallorossi dipastikan tampil meledak-ledak di hadapan ribuan pendukungnya. Absen enam musim dari panggung tertinggi Eropa membuat dahaga kemenangan publik Roma kian membara.

Gemuruh tribune Olimpico selalu menjadi neraka bagi tim tamu. Tekanan mental dari ribuan suporter bakal menyulitkan pergerakan setiap pemain Madrid di lapangan.

2. Real Madrid waspadai reputasi AS Roma

Situasi makin berat karena lawan yang dihadapi punya reputasi mentereng di kompetisi domestik. Sang manajer pun menyuarakan kewaspadaan tinggi menjelang laga krusial tersebut.

"Kami harus bermain sangat baik. Kami harus menghadapi dua tim terkuat di Italia," kata Mourinho di situs klub.

Pernyataan lugas itu menegaskan betapa seriusnya Madrid menatap laga penuh tensi ini. Mourinho enggan anak asuhnya terkecoh dengan status favorit di atas kertas.

3. Drama sengit yang libatkan Mourinho

Kunci kemenangan Madrid terletak pada fokus penuh sejak peluit pertama dibunyikan. Ketenangan mengontrol tempo permainan bakal jadi penawar terbaik racun intimidasi tuan rumah.

Bagi Roma, laga ini bukan sekadar mengejar tiga poin berharga. Momen ini menjadi pembuktian bahwa sang serigala ibu kota telah kembali ke jajaran elit Eropa.

Mourinho sangat paham cara kerja magis stadion tersebut. Pengalaman manis masa lalu di Roma justru membuatnya makin paham celah bahaya yang mengintai.

Laga nostalgia ini dipastikan menyajikan drama sengit selama 90 menit. Akankah kembalinya Mourinho berakhir manis, atau justru Olimpico yang menelan ketangguhan Real Madrid?

Curated For You

Editorial Team

Related Article