Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Belanda Selalu Sial tiap Adu Penalti di Piala Dunia
Penyerang Belanda, Brian Brobbey, menembak dan mencetak gol kedua timnya selama pertandingan sepak bola Grup F Piala Dunia 2026 antara Belanda dan Swedia di Stadion Houston di Houston pada 21 Juni 2026. (AFP/Paul Ellis)
  • Belanda tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah adu penalti 2-3 melawan Maroko di Estadio Monterrey.
  • Kekalahan ini membuat Belanda menyamai rekor Spanyol dengan empat kali gagal dalam adu penalti di Piala Dunia.
  • Meski sempat unggul 1-0 hingga menit ke-90, Belanda kebobolan di injury time sebelum akhirnya kalah lewat adu penalti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Belanda tumbang dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026. Bersua Maroko di Estadio Monterrey, Meksiko, Selasa (30/6/2026) pagi WIB, mereka kalah via adu penalti dengan skor 2-3.

Kekalahan ini membawa Belanda menyamai catatan Spanyol selama menjalani adu penalti di Piala Dunia. Mereka sama-sama menyandang status sebagai tim paling sial dalam adu penalti di ajang tersebut.

1. Kalah empat kali adu penalti di Piala Dunia

Buntut dari kekalahan ini, Belanda pun sama seperti Spanyol, kalah empat kali dalam adu penalti di Piala Dunia. Catatan ini jadi yang terbanyak dibandingkan negara-negara lain.

Empat tahun lalu di Piala Dunia Qatar 2022, Belanda juga tersingkir lewat adu penalti saat lawan Argentina. Belanda juga kalah adu penalti dari Argentina di Piala Dunia 2014. Kekalahan adu penalti perdana Belanda terjadi di Piala Dunia 1998.

2. Belanda lebih sial dari Inggris, Italia, dan Prancis

Di bawah Belanda dan Spanyol, ada Prancis, Italia, dan Inggris yang sama-sama sial tiap kali adu penalti Piala Dunia. Mereka semua menelan tiga kali kekalahan saat adu penalti.

Prancis kalah adu penalti pada 1982, 2006, dan 2022. Italia kalah adu penalti pada 1990, 1994, dan 1998, sedangkan Inggris kalah adu penaltii pada 1990, 1998, 2006.

3. Belanda tak mampu mempertahankan keunggulan

Belanda sebenarnya mampu unggul 1-0 atas Maroko hingga menit ke-90. Namun, Maroko kemudian menyamakan kedudukan saat injury time melalui gol sundulan Issa Diop.

"Rencana permainan berjalan dengan baik. Pada akhirnya, di injury time, kami terdesak oleh Maroko. Kemudian berlanjut ke adu penalti dan kemudian, sayangnya, kami tersingkir," ujar pemain Belanda, Virgil van Dijk, dilansir BBC.

Editorial Team

Related Article