Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kluivert Jadi Bahan Gunjingan Usai Belanda Tersingkir dari Piala Dunia

Kluivert Jadi Bahan Gunjingan Usai Belanda Tersingkir dari Piala Dunia
ilustrasi suporter sepak bola Belanda (pexels.com/Mauricio Mascaro)
Intinya Sih
  • Justin Kluivert jadi sorotan usai gagal mengeksekusi penalti yang membuat Belanda tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 2-3 dari Maroko di Estadio Monterrey.
  • Warganet ramai membandingkan nasib Justin dengan ayahnya, Patrick Kluivert, yang juga pernah gagal membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia.
  • Kekalahan ini memperpanjang rekor buruk Belanda dalam laga 120 menit dan memicu kritik tajam terhadap strategi defensif Ronald Koeman yang dianggap terlalu pengecut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kata kunci Kluivert kembali menjadi bahan gunjingan usai Belanda tersingkir dari Piala Dunia 2026 akibat kalah dari Maroko di Estadio Monterrey, Selasa pagi WIB (30/6/2026). Bukan tanpa alasan, karena memang Kluivert menjadi salah satu pesakitan ketika Belanda kalah 2-3 (1-1) dari Maroko.

Kluivert yang dimaksud adalah winger Bournemouth, Justin Kluivert. Ketika menghadapi Maroko, Justin maju sebagai eksekutor. Sialnya, dia gagal mengeksekusi penalti karena bola hasil sepakannya membentur tiang gawang.

1. Ayahnya gagal bawa Timnas, anaknya bikin Belanda tersingkir

Usai laga, meme tentang Kluivert bertebaran. Warganet Indonesia mulai membahas rekam jejak ayahnya pula, Patrick Kluivert, saat menangani Timnas Indonesia.

"Patrick Kluivert gagal membawa Indonesia ke Piala Dunia. Justin Kluivert gagal penalti dan Belanda tersingkir di babak 32 besar," begitu cuitan salah satu warganet.

2. Belanda catatkan rekor buruk di Piala Dunia

Belanda mencatatkan rekor buruk di Piala Dunia ketika laga melewati 90 menit. Sejak 2006, mereka tak bisa dikalahkan ketika laga berlangsung selama 90 menit.

Namun, dilansir Squawka, ketika main selama 120 menit hingga adu penalti, De Oranje selalu kalah. Dalam empat laga yang berlangsung selama 120 menit hingga adu penalti, termasuk final kontra Spanyol di 2010, Belanda kalah.

3. Lekat dengan label pengecut

Kekalahan dari Maroko membuat publik gencar melancarkan kritik kepada Belanda. Strategi pelatih Belanda, Ronald Koeman, yang menerapkan skema lima bek, dikritik habis-habisan.

Bahkan, label "pengecut" diberikan oleh media-media terhadap Belanda yang main bertahan ketika menghadapi Maroko.

"Kami kalah, saya tak bisa membayangkan perasaan orang-orang di rumah. Saya cuma bisa bilang maaf," ujar bek Belanda, Jan Paul van Hecke, dilansir Voetbal Primeur.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana

Related Articles

See More