Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bilal Hasan Tak Gentar Dengan Tekanan Jelang Mentas di UFC
Petarung berdarah Indonesia, Bilal Hasan, mendapatkan kontrak UFC usai memenangkan duel di Dana White's Contender Series. (UFC Indonesia via Getty Images)
  • Petarung berdarah Indonesia, Bilal Hasan, akan menghadapi Nilson Rojas dalam UFC Fight Night pada 29 Agustus 2026 di Shanghai, China.
  • Bilal memandang tekanan jelang debutnya sebagai privilese yang mendorong perkembangan, setelah melalui pengorbanan seperti latihan keras, penurunan berat badan, dan pukulan.
  • Menjelang laga, Bilal memilih tetap rileks dan mengontrol ritme tanpa mengejar kemenangan cepat, dengan fokus menikmati proses pertarungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Petarung berdarah Indonesia, Bilal Hasan, mengaku tak gentar dengan tekanan jelang mentas di UFC Fight Night lawan Nilson Rojas pada Sabtu (29/8/2026) di Shanghai, China.

Dalam wawancaranya di UFC Indonesia, Bilal mengaku ada tekanan yang dia rasakan jelang laga tersebut. Namun, baginya tekanan itu adalah sebuah privilese yang membuatnya terus melaju.

1. Tekanan membuat Bilal terus berkembang

Persiapan Bilal Hasan untuk DWCS Mendatang. (instagram/billytheindoninja)

Bilal mengaku, bersyukur dengan adanya tekanan yang dia alami selama hidup, termasuk jelang UFC Fight Night ini. Baginya, itu adalah sebuah hak khusus yang membuatnya berkembang jadi lebih baik.

"Tekanan itu sungguh sebuah privilese. Saya amat bersyukur untuk setiap detiknya, dan ya, tekanan pada saya dan di platform ini (UFC) adalah sebuah privilese," kata Bilal.

2. Banyak pengorbanan yang sudah Bilal lakukan

Petarung berdarah Indonesia, Bilal Hasan, mendapatkan kontrak UFC usai memenangkan duel di Dana White's Contender Series. (UFC Indonesia via Getty Images)

Bilal mengungkapkan, agar bisa sampai di UFC, sudah banyak pengorbanan yang dia lakukan, dan terkadang itu berat. Namun, dia menikmati itu semua, dan hal-hal inilah yang membuatnya bersyukur.

"Bahkan ketika saya melakukan penurunan berat badan dan segala pengorbanan, bahkan ketika saya berlatih dan dipukuli, saya sungguh bersyukur berada di posisi ini," kata Bilal.

3. Bilal coba tetap rileks jelang UFC

Bilal Hasan tundukkan Mridul Saikia. (instagram/billytheindoninja)

Dalam menghadapi tantangan baru d UFC, Bilal menegaskan tidak ingin terbebani oleh target untuk menang cepat. Ia lebih memilih untuk menjaga ketenangan dan mengontrol ritme pertarungan.

"Saya mencoba tidak buru-buru. Saya ingin rileks, tenang, dan melakukan apa yang harus saya lakukan. Setelah bisa menikmati proses dan santai, kuncian atau finish itu datang sendiri. Saya pikir pendekatan pertarungan di UFC juga akan sama," tegas Bilal Hasan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article