Bus Jakmania Diserang di Tol Palikanci, Anggota Perempuan Jadi Korban

Rombongan bus The Jakmania Cikampek diserang di Tol Palikanci setelah mendukung Persija Jakarta kontra PSIM Yogyakarta.
Sejumlah penumpang terluka, termasuk anggota perempuan, sementara anggota perempuan dan keluarga yang membawa anak turut berada di dalam bus.
Jakmania mengimbau suporter menahan diri dan meminta kasus diusut tuntas secara adil oleh pihak berwenang.
Jakarta, IDN Times - Rombongan bus The Jakmania Cikampek, menjadi korban penyerangan saat dalam perjalanan pulang usai mendukung Persija Jakarta kontra PSIM Yogyakarta. Insiden tersebut terjadi di area Tol Palikanci KM 200 pada Senin (12/10/2026) dini hari WIB.
Sejumlah penumpang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan intensif. Bahkan, salah satu korban yang terluka parah dalam insiden tersebut diketahui merupakan anggota perempuan.
1. Korban perempuan hingga balita alami trauma
Pengurus Jakmania Cikampek mengecam keras aksi pelemparan batu menyasar rombongan mereka. Selain luka fisik, serangan mendadak di tengah malam itu juga meninggalkan trauma psikologis yang mendalam bagi para korban.
Kondisi ini diperparah dengan fakta kalau di dalam bus tersebut tidak hanya berisi suporter laki-laki dewasa. Dalam pernyataannya, di dalam rombongan terdapat anggota perempuan hingga anak balita.
"Saat ini, kami sedang fokus mengurus perawatan terhadap anggota The Jakmania Cikampek yang mengalami luka-luka atas insiden penyerangan semalam," tulis pernyataan resmi Jakmania Cikampek.
2. Imbauan untuk tidak ada aksi balasan
Meski anggotanya menjadi korban kekerasan, pengurus Jakmania Cikampek mengimbau seluruh suporter Persija untuk bersikap dewasa. Mereka mengharamkan adanya tindakan balas dendam.
"Kami mengimbau seluruh teman-teman untuk tetap tenang, menahan diri, dan tidak terprovokasi oleh kejadian ini," tulis Jakmania Cikampek.
3. PP The Jakmania tuntut keadilan tanpa tebang pilih
Merespons teror yang menimpa anggotanya, Pengurus Pusat (PP) The Jakmania mendesak pihak berwenang mengusut tuntas kasus ini. Mereka berharap aparat penegak hukum bisa bertindak adil dan tidak tebang pilih dalam menangani kasus kekerasan di ranah sepak bola.
Kasus ini turut menjadi sorotan tajam karena sebelumnya, tim EPA U-18 Persib Bandung juga menjadi korban penyerangan di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah. Jakmania menegaskan tidak ada satu pun rivalitas yang bisa dijadikan tameng untuk membenarkan tindakan melukai orang lain.
"Kami memandang bahwa keselamatan setiap orang harus menjadi prioritas tanpa memandang identitas. Tidak ada rivalitas sepak bola yang dapat membenarkan tindakan yang membahayakan keselamatan," bunyi pernyataan PP The Jakmania.






















