Dalam rombongan tim EPA U-18 Persib itu, ada nama Pandu Persada selaku Media Officer Persib untuk EPA, serta Ridwan dari tim Akademi Persib. Tim baru saja menyelesaikan kegiatan EPA dari Solo, lawan Garuda United.
"Berdasarkan informasi awal yang diterima, keduanya berpapasan dengan rombongan suporter Persija Jakarta yang sedang dalam perjalanan pulang setelah mendukung timnya bertanding di Yogyakarta," tulis laporan Persib.
Dalam rangkaian kejadian tersebut, bus rombongan EPA dilaporkan diserang oleh sekelompok orang yang diduga merupakan bagian dari rombongan suporter tersebut.
Akibat kejadian itu, bus dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk kaca-kaca bus yang pecah. Selain itu, beberapa koper milik ofisial dan tim EPA Persib U-18 dilaporkan dijarah.
Ketika berada di area toilet rest area, Pandu dan Ridwan berupaya kembali menuju bus. Namun, situasi yang tidak kondusif dan banyaknya orang di lokasi menyebabkan keduanya terpisah dari rombongan.
Bus EPA kemudian melanjutkan perjalanan lebih dahulu, sementara Pandu dan Ridwan tertinggal di lokasi. Dalam situasi tersebut, Pandu dilaporkan mengalami kekerasan fisik oleh sejumlah orang yang diduga terlibat dalam penyerangan.
Untuk menghindari ancaman lebih lanjut, Pandu kemudian berlindung di sebuah tempat tambal ban di area Rest Area Batang KM 360. Sementara Ridwan, telah meninggalkan lokasi usai menumpang mobil milik orang tua salah satu pemain.