Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bus Persib U-18 Diserang, Pentolan The Jakmania Minta Maaf
Pentolan The Jakmania, Ferry Indrasjarief. (IDN Times/Sandy Firdaus)
  • Mantan Ketua Umum The Jakmania, Ferry Indrasjarief, meminta maaf dan menyayangkan penyerangan bus Persib U-18 di Batang, Jawa Tengah.

  • Ferry menilai insiden ini mengganggu upaya membangun sepak bola aman serta kepercayaan terhadap kebijakan suporter kembali boleh menyaksikan laga tandang.

  • Ia berkoordinasi dengan pengurus The Jakmania untuk mengelola keberangkatan suporter, mengingatkan publik menghindari hoaks, dan meminta polisi mengusut kasus secara profesional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Mantan Ketua Umum The Jakmaniua, Ferry Indrasjarief, meminta maaf atas insiden penyerangan bus tim Persib U-18 di Batang, Jawa Tengah. Dia menyayangkan terjadinya insiden ini.

Apalagi, insiden penyerangan itu terjadi saat momen suporter bisa menonton lagi laga tandang di Super League. Hal tersebut bisa menjadi preseden buruk bagi operator kompetisi, I.League dan PSSI.

1. Mengganggu upaya bikin aman iklim sepak bola

Bus tim EPA U-18 Persib diserang di Batang. (Dok. Istimewa)

Sosok yang karib disapa Bung Ferry itu mengungkapkan, kejadian tersebut berpotensi merusak upaya membangun iklim sepak bola yang lebih aman, sekaligus mengganggu kepercayaan terhadap kebijakan yang memberikan ruang bagi suporter untuk mendukung tim saat tandang.

"Saya meminta maaf apabila kejadian ini membuat semua pihak merasa tidak nyaman, terlebih ketika PT LIB (I.League) dan PSSI sudah membuka kembali kesempatan bagi suporter untuk melakukan perjalanan tandang atau away, tetapi justru terjadi insiden seperti ini,” ujar Bung Ferry di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

2. Sudah menjalin komunikasi dengan Pengurus The Jakmania

Bus tim EPA U-18 Persib diserang di Batang. (Dok. Istimewa)

Setelah insiden tersebut mencuat, Bung Ferry mengaku menjalin komunikasi dengan pengurus The Jakmania saat ini untuk membahas pengelolaan keberangkatan suporter dalam agenda tandang berikutnya.

“Selanjutnya, saya banyak berkomunikasi dengan pimpinan The Jakmania saat ini mengenai bagaimana mengelola keberangkatan suporter untuk ke depannya, agar insiden serupa tidak terulang,” kata Bung Ferry.

3. Hindari hoaks yang memperkeruh situasi

Bus Pemain Muda Persib Diserang di Rest Area Batang, Ofisial Dipukuli. IDN Times/Istimewa

Selain menyampaikan permohonan maaf, Bung Ferry menyoroti beredarnya informasi yang belum terverifikasi mengenai penyerangan bus Persib U-18.

Ia menyayangkan adanya pihak-pihak yang justru memanfaatkan keributan di dunia sepak bola untuk kepentingan tertentu, alih-alih membantu meredakan ketegangan antarsuporter.

“Saya sangat menyayangkan kejadian ini. Bukan semata-mata karena Persija sedang berada dalam situasi yang bagus, tetapi karena masih ada orang-orang di dunia sepak bola yang mencoba mencari keuntungan dari keributan yang seharusnya kita redam bersama,” ungkap Bung Ferry.

Bung Ferry turut mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mempercayai maupun menyebarkan foto, video, dan berita mengenai insiden penyerangan bus Persib U-18 yang belum dipastikan kebenarannya.

Dia juga berharap kepolisian dapat mengusut insiden penyerangan bus Persib U-18 secara profesional agar kronologi kejadian dan pihak-pihak yang bertanggung jawab dapat diketahui berdasarkan bukti.

"Saya meminta semua pihak menahan diri, memeriksa kebenaran informasi, dan memberikan kesempatan kepada aparat kepolisian untuk mengusut perkara ini secara profesional,”

Rivalitas Persija dan Persib seharusnya tetap berada dalam batas persaingan olahraga, bukan berubah menjadi kekerasan yang membahayakan pemain, suporter, maupun masyarakat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article