Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Comeback Terbaik Tim Inggris di Ajang Liga Champions

5 Comeback Terbaik Tim Inggris di Ajang Liga Champions
Liverpool mengalahkan Barcelona 4-0 pada leg kedua semifinal Liga Champions 2018/2019. (liverpoolfc.com)

Liverpool menghadapi misi cukup sulit ketika mereka bertandang ke Santiago Bernabeu markas Real Madrid dalam leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2022/2023, Kamis (16/3/2023). The Reds dalam kondisi kurang baik setelah mereka takluk dengan skor 2-5 di leg pertama.

Meski sulit, peluang Liverpool untuk menembus babak berikutnya masih belum tertutup sepenuhnya. Dalam sejarahnya, terdapat beberapa tim asal Inggris yang berhasil membalikkan keadaan di ajang Liga Champions. Berikut lima momen terbaik saat tim Inggris mampu comeback di ajang Liga Champions.

1. Manchester United kalahkan Bayern Munich secara dramatis di final Liga Champions 1999

Manchester United kalahkan Bayern Munich di final Liga Champions 1998/1999. (twitter.com/ManUtd)
Manchester United kalahkan Bayern Munich di final Liga Champions 1998/1999. (twitter.com/ManUtd)

Pendukung Bayern Munich yang memadati Camp Nou sepertinya akan bersiap merayakan gelar juara ketika timnya unggul 1-0 atas Manchester United hingga menit ke-90. Namun, pesta tersebut gagal terjadi karena The Red Devils melakukan comeback sensasional di masa injury time.

Memanfaatkan kemelut hasil sepak pojok David Beckham, Teddy Sheringham membuat skor imbang bagi Manchester United. Kemudian, melalui skema serupa, Ole Gunnar Solskjaer memastikan timnya merengkuh gelar juara Liga Champions 1999.

2. Miracle of Istanbul jadi malam paling manis bagi Liverpool

Liverpool menjuarai Liga Champions 2004/2005. (twitter.com/ChampionsLeague)
Liverpool menjuarai Liga Champions 2004/2005. (twitter.com/ChampionsLeague)

AC Milan yang lebih difavoritkan untuk menjuarai Liga Champions 2004/2005 mampu unggul tiga gol dari Liverpool di babak pertama. Ketiga gol tersebut dicetak oleh Paolo Maldini serta dua gol dari Hernan Crespo.

Namun, keajaiban dimulai ketika Steven Gerrard menipiskan keadaan melalui tandukannya. Kemudian, gol dari Vladimir Smicer dan Xabi Alonso membuat keadaan kembali imbang yang berlanjut hingga babak perpanjangan waktu.

Ketika memasuki babak adu penalti, tendangan dari Serginho melambung, sementara sepakan Andrea Pirlo dan Andriy Shevchenko mampu digagalkan Jerzy Dudek. Alhasil, Liverpool mampu meraih trofi Liga Champions kelima mereka.

3. Gelar Liga Champions pertama Chelsea diwarnai comeback fantastis melawan Napoli

Chelsea kalahkan Napoli 4-1 pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2011/2012. (twitter.com/ChelseaFC)
Chelsea kalahkan Napoli 4-1 pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2011/2012. (twitter.com/ChelseaFC)

Chelsea berhasil merengkuh gelar Liga Champions pertama mereka pada 2011/2012 dengan mengalahkan Bayern Munich di partai final. Namun, sebelum itu mereka hampir gugur di babak 16 besar ketika bertemu wakil Italia, Napoli.

Pada leg pertama yang dihelat di Stadio Diego Armando Maradona, Chelsea harus menyerah kalah dengan skor 1-3. Kekalahan tersebut bahkan membuat Andre Villas-Boas dipecat dari kursi pelatih dan digantikan oleh Roberto Di Matteo.

Tak disangka, Di Matteo malah mampu mengantarkan The Blues ke babak selanjutnya usai berpesta 4-1 di Stamford Bridge. Keempat gol Chelsea dicetak Didier Drogba, John Terry, Frank Lampard, dan Branislav Ivanovic. Di sisi lain, Napoli hanya bisa mencetak satu gol hiburan melalui Gokhan Inler.

4. Tottenham Hotspur buat Ajax tertunduk di kandangnya sendiri

Tottenham Hotspur kalahkan Ajax 3-2 pada leg kedua semifinal Liga Champions 2018/2019. (uefa.com)
Tottenham Hotspur kalahkan Ajax 3-2 pada leg kedua semifinal Liga Champions 2018/2019. (uefa.com)

Bermain di Johann Cruyff Arena markas Ajax Amsterdam pada leg kedua semifinal Liga Champions 2018/2019, Tottenham Hotspur wajib menang setelah kalah 0-1 di leg pertama. Namun, asa tersebut sempat meredup setelah mereka justru tertinggal dua gol pada babak pertama.

Kebangkitan The Lily Whites bermula pada menit ke-55 setelah Lucas Moura menjebol jala Andre Onana. Moura benar-benar menjadi mimpi buruk bagi pendukung tuan rumah setelah ia kembali mencetak dua gol untuk membawa timnya melenggang ke babak final lewat keunggulan gol tandang.

5. Keangkeran Anfield bawa Liverpool kalahkan Barcelona

Liverpool mengalahkan Barcelona 4-0 pada leg kedua semifinal Liga Champions 2018/2019. (liverpoolfc.com)
Liverpool mengalahkan Barcelona 4-0 pada leg kedua semifinal Liga Champions 2018/2019. (liverpoolfc.com)

Tak hanya Tottenham Hotspur yang memberi keajaiban pada semifinal Liga Champions 2018/2019. Liverpool juga melakukan hal yang sama ketika berjumpa Barcelona. The Reds yang kalah 0-3 di markas Barcelona tampil kesetanan pada leg kedua di Anfield.

Divock Origi dan Giorginio Wijnaldum tampil sebagai bintang setelah mereka mencetak masing-masing dua gol yang membuat agregat menjadi 4-3 untuk Liverpool. Mereka kemudian tampil sebagai juara setelah mengalahkan Tottenham Hotspur di final.

Liverpool sudah membuktikan bahwa mereka mampu melakukan comeback gemilang di ajang sebesar Liga Champions. Lantas, mampukah mereka kembali mengulangi hal serupa ketika bertemu Real Madrid di leg kedua babak 16 besar UCL 2022/2023?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More

Jadwal Indonesia di Semifinal Piala AFF Futsal 2026

09 Apr 2026, 16:20 WIBSport