Terungkap! Alasan Slot Cadangkan Salah vs PSG

- Liverpool kalah 0-2 dari PSG di leg pertama perempat final Liga Champions, dengan dominasi penuh PSG yang membuat The Reds tanpa satu pun tembakan tepat sasaran.
- Arne Slot menjelaskan keputusan mencadangkan Mohamed Salah murni karena alasan taktik, menyesuaikan kebutuhan tim untuk fokus bertahan menghadapi tekanan intens dari PSG.
- Meski tertinggal dua gol, Slot tetap optimistis Liverpool bisa bangkit di leg kedua di Anfield berkat dukungan suporter dan peluang kejutan khas Liga Champions.
Jakarta, IDN Times - Keputusan pelatih Liverpool, Arne Slot, mencadangkan Mohamed Salah saat menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) langsung memicu sorotan tajam. Dalam laga sepenting perempat final Liga Champions 2025/26, absennya Salah di lapangan menjadi tanda tanya besar.
Liverpool harus menelan kekalahan 0-2 pada leg pertama di Parc des Princes, Rabu (9/4/2026) dini hari WIB. Yang mengejutkan, Salah tidak dimainkan sama sekali meski timnya tertinggal.
Situasi ini memunculkan spekulasi luas, mulai dari isu cedera hingga dugaan konflik internal. Namun, Slot akhirnya memberikan penjelasan tegas yang mematahkan berbagai asumsi tersebut.
1. Dominasi PSG di Liga Champions bikin Liverpool tak berkutik
Slot mengakui timnya berada dalam tekanan besar sepanjang pertandingan melawan PSG, Liverpool bahkan tidak mencatatkan satupun shoot on target karena PSG sangat mendominasi jalannya pertandingan, memegang kendali penuh pertandingan dengan total 72% ball possesion.
Situasi ini membuat pendekatan taktik berubah total, dengan tim lebih banyak berada di area sendiri dan berusaha menahan serangan lawan. Ia bahkan menyebut Liverpool bermain dalam “mode bertahan” dan lebih fokus untuk bertahan hidup daripada menyerang.
Sejak awal laga, PSG tampil agresif dan mendominasi permainan. Klub raksasa Prancis itu menguasai bola hingga 72 persen, membuat Liverpool praktis berada di bawah tekanan sepanjang pertandingan.
Dominasi tersebut memaksa Liverpool bermain jauh lebih dalam. Alih-alih menyerang, tim berjuluk The Reds justru fokus bertahan dan berusaha meredam gelombang serangan tanpa henti dari PSG.
Bahkan, Liverpool tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran. Statistik ini menjadi gambaran jelas betapa sulitnya mereka keluar dari tekanan dan mengembangkan permainan.
2. Alasan Arne Slot tak mainkan Mohamed Salah
Slot menegaskan, keputusan mencadangkan Salah bukan karena performa buruk ataupun masalah non-teknis. Ia menyebut langkah tersebut sebagai keputusan taktik yang “terpaksa” diambil sesuai situasi pertandingan.
Menurut Slot, kondisi laga lebih membutuhkan pemain dengan kontribusi bertahan dibandingkan daya gedor di lini depan. Fokus utama Liverpool saat itu adalah bertahan hidup dari tekanan PSG.
“Mo punya banyak kualitas apalagi untuk menyerang, tapi untuk situasi pertandingan tadi, 20-25 menit akhir saya lebih memilih untuk bertahan di kotak sendiri, dan lebih baik dia menyimpan energinya untuk pertandingan selanjutnya.” ujar Slot dilansir Metro UK.
Ia menilai, memasukkan Salah dalam situasi permainan seperti itu tidak akan memberikan dampak maksimal, bahkan berisiko membuat keseimbangan tim terganggu.
3. Liverpool masih punya harapan di Anfield
Meski kalah dua gol tanpa balas, Slot menegaskan peluang Liverpool belum sepenuhnya tertutup. Ia tetap optimistis timnya mampu bangkit pada leg kedua di Anfield.
Bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh suporter menjadi modal penting bagi Liverpool untuk membalikkan keadaan. Slot juga menilai dinamika Liga Champions kerap menghadirkan kejutan.
Menurutnya, kekalahan di Paris bisa menjadi pelajaran berharga untuk melakukan evaluasi menyeluruh, terutama dalam menghadapi tekanan tim sekelas PSG.
"Menurut saya, sepak bola selalu menunjukan semuanya bisa terjadi, jadi saya pikir, ya, ada kemungkinan." kata Slot dilansir dalam laman resmi Liverpool FC.
Leg kedua di Anfield dipastikan akan menjadi panggung penentuan. Keputusan Slot terkait Mohamed Salah pun berpotensi kembali menjadi sorotan, terutama jika Liverpool gagal membalikkan keadaan.















