Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Curhat Wasit Somalia Gagal Tampil di Piala Dunia 2026: Itu Mimpi Saya
Ilustrasi kartu merah. (IDN Times/Aditya Pratama).
  • Omar Artan, wasit asal Somalia, gagal tampil di Piala Dunia 2026 setelah dilarang masuk ke Amerika Serikat meski sudah memiliki dokumen resmi.
  • Artan ditahan selama 11 jam di Bandara Internasional Miami tanpa penjelasan jelas dari otoritas imigrasi AS terkait alasan penolakannya.
  • FIFA mencoret Artan dari daftar wasit Piala Dunia, sementara pejabat Gedung Putih mendukung keputusan imigrasi yang menolak masuknya Artan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pil pahit harus ditelan oleh wasit asal Somalia, Omar Artan. Mimpinya demi memimpin di Piala Dunia 2026 musnah akibat tak diizinkan masuk ke wilayah Amerika Serikat.

Artan mengaku sebenarnya sudah mengantongi dokumen resmi demi bisa memasuki wilayah AS. Tapi ketika mendarat di Miami International Airport, Artan ditahan dan diwawancarai petugas imigrasi selama 11 jam.

Hingga akhirnya, dia dilarang masuk. Tak ada alasan yang dikemukakan oleh otoritas imigrasi AS terkait penolakan Artan. Namun, insiden itu diduga terjadi karena Somalia masuk dalam daftar hitam imigrasi AS.

1. Mimpinya hancur

Dengan insiden itu, FIFA akhirnya mencoret Artan dari daftar wasit yang bertugas di Piala Dunia 2026. FIFA mengaku tak bisa membantu, karena izin masuk merupakan hak AS selaku tuan rumah.

"Saya sangat, sangat kecewa. Saya cuma mau memimpin, wasit yang hidup dalam mimpinya. Ini mimpi terbesar dalam hidup saya, bisa tampil di Piala Dunia," ujar Artan, dilansir New York Times.

2. Padahal bawa dokumen resmi

Artan masih bingung kenapa pada akhirnya ditolak masuk. Sebab, dia memegang dokumen yang sah dan seharusnya bisa mendapatkan lampu hijau masuk karena statusnya juga pengadil di lapangan selama Piala Dunia 2026.

"Saya punya dokumen dan hal lain yang sah. Saya punya visa resmi," kata Artan.

3. Task Force juga lepas tangan

Sementara, Ketua Task Force Gedung Putih untuk Piala Dunia, Andrew Giuliani, buka suara terkait kontroversi atas sistem imigrasi AS. Giuliani, ironisnya, malah mendukung keputusan yang diambil petugas di lapangan.

"Ketika tak bisa memberikan informasi detail, saya bisa mengatakan itu keputusan yang tepat bagi Bea Cukai dan petugas imigrasi. Saya mendukungnya," ujar Giuliani.

Editorial Team

Related Article