Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Debat Tuchel vs Bellingham Jelang Inggris vs Argentina, Sudah Selesai?
Gelandang Inggris, Jude Bellingham, usai cetak gol ke gawang Norwegia (AFP / Patricia de Melo Moreira)
  • Thomas Tuchel dan Jude Bellingham sempat berdebat lewat media setelah kemenangan Inggris atas Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026.
  • Tuchel menilai reaksi Bellingham sebagai bentuk mentalitas kompetitif dan respons alami akibat tekanan serta kelelahan usai laga intens selama 120 menit.
  • Tuchel memastikan situasi di ruang ganti Inggris tetap kondusif karena masalah sudah diselesaikan melalui diskusi bersama seluruh pemain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Manajer Inggris, Thomas Tuchel, sempat terlibat dalam perdebatan dengan anak asuhnya, Jude Bellingham. Keduanya adu argumen lewat media usai kemenangan atas Norwegia dalam perempat final Piala Dunia 2026, 12 Juli 2026 lalu.

Semua bermula ketika Tuchel diwawancarai oleh para personel televisi pemegang hak siar di pinggir lapangan. Dia ditanya oleh para presenter tentang performa dan kemenangan Inggris. Ketika itu, jawaban Tuchel adalah "beruntung", menyatakan performa Inggris tak terlalu bagus, di luar harapan. Dia juga menyatakan jika para pemainnya ceroboh.

Di kesempatan berbeda, Bellingham ditanyai seputar masalah serupa. Tapi jawaban Bellingham kala menanggapi komentar Tuchel adalah "masa bodoh!"

1. Gak ada masalah

Situasi ini tentunya memunculkan spekulasi adanya tensi panas di ruang ganti Inggris. Namun, Tuchel buru-buru membantahnya.

Dia menegaskan, komentar Bellingham merupakan bentuk dari sikap kompetitifnya. Baik Tuchel dan Bellingham, ingin menunjukkan dominasi yang bisa berdampak positif atas performa tim di atas lapangan.

"Saya rasa, kami datang dari posisi yang sama. Komentar kami datang dari sudut yang sama, dari kompetitif dan bertujuan menciptakan keunggulan ketika persaingan berlangsung," ujar Tuchel, dilansir Daily Mirror.

2. Reaksi alami dari tekanan

Tuchel melihat adanya perbedaan sudut pandang yang menjadi bukti mentalitas Bellingham begitu kuat. Ada perasaan tidak mau kalah dan bisa diterapkan di lapangan.

"Jadi, dia berkonfrontasi dengan sisi negatif, sering dengan kritik dari saya. Saat itu, saya bilang dia pemain kelas dunia yang punya kemampuan untuk menentukan setiap laga. Mentalitasnya luar biasa di dalam tim. Tak semuanya direspons terhadap pertanyaan tersebut. Saya mengerti, jadi dia berkonfrontasi dengan pertanyaan, 'Apa pendapatmu? Pelatih bilang kalian ceroboh'," ujar Tuchel.

Tuchel membayangkan, dalam posisi serupa pasti akan menjawab hal yang sama. Sebab, para pemain sedang lelah karena bermain selama 120 menit dengan intensitas tinggi. Selain itu, mental mereka ditekan habis-habisan akibat tekanan dari lawan.

"Ini hal normal. Reaksi normal dari para pemain yang berlaga selama 120 menit lalu mencetak dua gol. Itu bahasa tubuh yang alami," kata Tuchel.

3. Masalah sudah selesai

Pria Jerman tersebut menegaskan seluruh spekulasi yang ada di luar ruang ganti sama sekali tak berpengaruh ke Inggris. Masalah yang ada, telah diselesaikan dengan diskusi mendalam.

"Jadi, gak masalah. Saya bicara dengan seluruh tim. Kami sudah berdiskusi, bicara dengan semua pemain setelahnya di ruang ganti, yang pada dasarnya semua sepakat," ujar Tuchel.

Curated For You

Editorial Team

Related Article