Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Perjalanan Spanyol Menembus Final Piala Dunia 2026, Tampil Kokoh!

Perjalanan Spanyol Menembus Final Piala Dunia 2026, Tampil Kokoh!
Penyerang Spanyol bernomor punggung 21, Mikel Oyarzabal, mencetak gol pertama timnya dari tendangan penalti selama pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol di Stadion Dallas di Arlington pada 15 Juli 2026. (AFP/Franck Fife)
Intinya Sih
  • Spanyol menembus final Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Prancis 2-0, menjadi final kedua mereka sejak juara pada 2010.
  • Perjalanan La Roja diwarnai kemenangan atas Austria, Portugal, Belgia, hingga tampil dominan dengan enam clean sheet dari tujuh laga.
  • Skuad muda asuhan Luis de la Fuente menunjukkan kolektivitas solid dan menyamai rekor Italia dengan 37 laga tak terkalahkan sejak 2024.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Spanyol berhasil menembus final Piala Dunia 2026. Setelah menumbangkan Prancis 2-0 di semifinal, La Roja menapaki final kedua sepanjang sejarah. Sebelumnya, tim Matador mencapainya pada 2010 dan mampu keluar sebagai juara untuk yang pertama kalinya. 

Sejak awal turnamen, Spanyol berstatus unggulan dengan label kampiun Euro 2024. Kendati komposisi skuad mayoritas dihuni pemain muda dengan kombinasi berpengalaman,  Luis de la Fuente secara perlahan menunjukkan kekuatan kolektivitas tim. Spanyol menunjukkan bahwa mereka pantas berada di final. Begini perjalanan Spanyol mencapai final Piala Dunia 2026.

1. Sempat dikejutkan Tanjung Verde, Spanyol sukses keluar sebagai juara grup

Spanyol tergabung di Grup H bersama Arab Saudi, Tanjung Verde, dan Uruguay. Pada partai pembuka, Spanyol secara mengejutkan ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Verde. Berstatus debutan di Piala Dunia, Tanjung Verde di luar dugaan bisa meraih satu poin. Spanyol dibuat frustrasi berkat kegemilangan kiper mereka, Vozinha. 

Namun, hasil imbang tersebut menjadi pelajaran bagi Spanyol. Pada laga kedua, Spanyol tanpa kesulitan berarti menghajar Arab Saudi empat gol tanpa balas. Spanyol lalu memastikan keluar sebagai juara Grup H setelah susah payah mengalahkan Uruguay berkat gol tunggal Alex Baena. Spanyol finis teratas dengan koleksi 7 poin, hasil dari 2 kali menang dan 1 kali imbang.

2. Pada babak 32 besar, Spanyol menang mudah tiga gol tanpa balas atas Austria

Status juara grup membuat Spanyol mendapatkan keuntungan. Pasukan Luis de la Fuente menghadapi Austria yang finis sebagai runner up Grup J. Kendati sempat diprediksi berjalan ketat, Spanyol nyatanya tak mendapatkan kesulitan berarti dengan menang 3-0. 

Spanyol menguasai permainan pada laga ini. Austria dibombardir terus menerus oleh lini serangan Spanyol. Namun, Spanyol hanya unggul 1-0 via gol Mikel Oyarzabal pada babak pertama. Selepas jeda, Spanyol makin agresif dengan menambah gol. Pedro Porro membuat skor 2-0. Oyarzabal mencetak brace untuk membawa Spanyol melenggang ke babak 16 besar.

3. Spanyol meraih kemenangan dramatis kontra Portugal pada babak 16 besar

Setelah menyingkirkan Austria, tantangan berat kembali dijalani Spanyol di babak 16 besar. Portugal mengadang langkah mereka untuk melaju jauh. Dengan skuad yang seimbang, Spanyol kesusahan menang. Gol tunggal Mikel Merino membawa Spanyol menang. 

Secara permainan, Spanyol memang mendominasi. Meski begitu, Portugal kerap memberikan ancaman. Beruntungnya, Spanyol tampil solid sehingga nirbobol. Setelah berulang kali berupaya, gol Spanyol akhirnya tercipta menit 90+1. Mikel Merino tampil sebagai supersub untuk mengantarkan Spanyol lolos ke perempat final melalui kemenangan tipis 1-0. 

4. Bertarung kontra Belgia di perempat final, Spanyol mendapatkan perlawanan ketat

Belgia sudah menunggu Spanyol pada perempat final Piala Dunia 2026. Laga klasik ini berlangsung intens sejak awal permainan. Untuk pertama kalinya, Spanyol mesti kebobolan di ajang kali ini. Beruntungnya, Spanyol bisa mendepak Belgia berkat kemenangan 2-1. 

Pada babak pertama, Spanyol dan Belgia saling jual beli serangan. Spanyol memimpin dulu berkat gol Fabian Ruiz. Namun, Charles De Ketelaere menyamakan skor jelang jeda. Setelah turun minum, Spanyol menampilkan permainan dominan. Belgia dibuat tak berkutik sehingga taktiknya tidak berkembang. Spanyol akhirnya mengunci kemenangan melalui gol Mikel Merino.

5. Spanyol sukses meredam agresivitas Prancis hingga menang 2-0 pada semifinal

Spanyol ditunggu Prancis untuk memperebutkan tiket ke final. Berstatus juara Piala Dunia 2018 dan runner up 2022, Prancis diunggulkan menang. Terlebih lagi, laju mereka sejak awal kompetisi memang meyakinkan. Namun, Spanyol memberikan pelajaran berharga bagi Prancis. Spanyol menggagalkan ambisi Prancis lolos ke final tiga edisi beruntun setelah menang 2-0. 

Prancis yang dihuni pemain produktif macam Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, hingga Michael Olise dibuat tak berdaya. Lini tengah solid yang dipimpin Rodri membuat Prancis kehilangan daya ledak dan kreativitasnya. Sementara, Spanyol mengendalikan permainan dengan baik. Spanyol menang berkat gol penalti Mikel Oyarzabal dan gol Pedro Porro. 

Menilik performa keseluruhan, Spanyol relatif tak mendapatkan banyak sorotan karena pengalaman skuad yang terbilang minim di Piala Dunia 2026. Namun, mereka mampu melalui jalan terjal dengan menyingkirkan sederet tim kuat. Hebatnya, Spanyol hanya kebobolan 1 kali dari 7 laga. Ini menunjukkan kekuatan mereka impresif dengan catatan enam clean sheet.

Berkat kemenangan atas Prancis, Spanyol kini menyamai rekor Italia sebagai tim nasional dengan jumlah laga tak terkalahkan terbanyak. Spanyol telah mencatatkan 37 laga tak terkalahkan sejak 2024 lalu. Sementara, Italia membuat rekor itu pada 2019–2021. Kini, Spanyol menyisakan satu laga lagi untuk mengukir rekor, yakni di final. Akankah Spanyol memecahkan rekor dan mengangkat trofi Piala Dunia untuk yang kedua kalinya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More