Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Di Piala Dunia 2026, Spanyol Andalkan Pemberontak Basque dan Catalunya
ilustrasi suporter Timnas Spanyol (unsplash.com/Shutter Speed)
  • Skuad Spanyol untuk Piala Dunia 2026 didominasi pemain asal Basque dan Catalunya tanpa kehadiran pemain dari Madrid.
  • Pelatih Luis de la Fuente melanjutkan keberhasilan Euro 2024 dengan tetap mengandalkan bintang Basque seperti Laporte, Merino, Zubimendi, Oyarzabal, dan Nico Williams.
  • Pemain muda Catalunya seperti Pedri, Gavi, dan Lamine Yamal memperkuat kombinasi baru yang mencerminkan perubahan arah kekuatan sepak bola Spanyol.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Timnas Spanyol yang akan mentas di Piala Dunia 2026 beraroma spesial. Skuad asuhan Luis de la Fuente ini kental aroma pemberontak Basque dan Catalunya.

Dalam skuad Spanyol kali ini, sama sekali tak ada pemain yang berasal dari Madrid. Justru, aroma pemberontak ala Basque dan Catalunya kental terasa.

1. Melanjutkan tren di Euro 2024

Pada Euro 2024, Spanyol benar-benar mengandalkan Basque. Nama-nama macam Aymeric Laporte, Mikel Merino, Martin Zubimendi, Mikel Oyarzabal, dan Nico Williams jadi andalan Spanyol.

Di bawah asuhan De la Fuente yang juga kental dengan Basque, Spanyol menggila. Mereka keluar sebagai juara Euro 2024, mengakhiri masa-masa buruk di level internasional usai terakhir juara Euro 2012.

Di skuad Spanyol untuk Piala Dunia 2026, nama nama Basque ini masih ada. Unai Simon, Laporte, Merino, Zubimendi, Nico Williams, hingga Oyarzabal masih membela panji Spanyol.

2. Kini, berpadu dengan Catalunya

Khusus di skuad Piala Dunia 2026, De la Fuente memadukan talenta Basque ini dengan talenta dari Catalunya. Beberapa pemain Barcelona macam Eric Garcia, Joan Garcia, Pedri, Gavi, Pau Cubarsi, dan Lamine Yamal, ada di skuad.

Para pemain Catalunya itu memang ciamik musim ini, karena mampu membawa Barcelona jadi juara LaLiga 2025/26 dan Piala Super Spanyol. Mereka mampu membawa Barcelona berjaya lagi.

3. Spanyol mengandalkan para pemberontak

Hadirnya para pemain Catalunya dan Basque ini menguarkan satu hal yang kentara, yakni Spanyol mulai mengandalkan para pemberontak. Mereka tak lagi cuma bertumpu pada Madrid semata.

Namun, pada Euro 2024, Spanyol sudah mencatatkan hasil ketika para pemberontak Basque membawa mereka pada gelar. Sekarang, ditambah para pemberontak Catalunya, akankah trofi Piala Dunia 2026 bisa mereka rengkuh?

Editorial Team

Related Article