Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi sepak bola
ilustrasi sepak bola (pexels.com/PABLO GOMEZ)

Intinya sih...

  • Madrid dan UEFA sepakat menghentikan proyek European Super League untuk menjaga muruah prestasi olahraga di Eropa.

  • Real Madrid sempat menuntut kompensasi dari UEFA setelah Pengadilan Regional Madrid menolak banding terkait proyek Super League.

  • Semua klub yang terlibat dalam proyek European Super League memutuskan mundur, termasuk Real Madrid dan Barcelona.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Beberapa tahun lalu, ada segelintir klub Eropa yang memimpikan tentang sebuah kompetisi bernama European Super League (ESL). Namun, kompetisi itu harus menemui ujung jalannya pada awal 2026.

Pada Rabu (11/2/2026), Real Madrid sebagai salah satu anggota sekaligus Ketua Founding Clubs, mundur dari proyek ESL. Mereka telah bersepakat dengan UEFA untuk menghentikan proyek yang awalnya akan dijalankan bersama A22 Sports Management tersebut.

1. Ingin jaga ekosistem dan perdamaian sepak bola Eropa

Dilansir ESPN FC, kesepakatan menghentikan proyek ini dilakukan Madrid dann UEFA untuk menjaga ekosistem dan perdamaian sepak bola Eropa. Ditengahi oleh European Football Club, Madrid yang merupakan Founding Clubs terakhir sepakat dengan UEFA untuk berjuang menemukan formula, skema, dan sistem, palikg mutakhir untuk kompetisi demi menjaga keberlangsungan bisnis klub sesuai azas sporting merit.

"Kesepakatan prinsip ini juga akan menjadi dasar penyelesaian sengketa hukum terkait European Super League, setelah prinsip-prinsip tersebut dijalankan dan diimplementasikan," ujar pernyataan bersama Madrid dan UEFA.

2. Madrid sempat lawan UEFA habis-habisan

Madrid sempat berjuang habis-habisan demi mewujudkan wacana ESL. Pada Oktober 2025, Los Blancos bahkan menuntut kompensasi dari UEFA setelah Pengadilan Regional Madrid menolak banding UEFA, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), dan LaLiga, terkait proyek Super League.

Tuntutan itu dilancarkan Madrid karena merasa ada citra yang dirusak oleh UEFA dan ide menggulirkan ESL dianggap tak salah oleh Kejaksaan Tinggi Uni Eropa (CJEU). Namun, pada akhirnya tuntutan itu gugur dengan sendirinya dengan mundurnya Madrid dari proyek ini.

3. Founding Clubs bubar total

ESL untuk saat ini bisa dikatakan gagal karena Founding Clubs telah bubar. Semua diawali dari mundurnya enam raksasa Premier League dandiikuti klub-klub lain.

Madrid dan Barcelona menjadi dua klub terakhir yang masih mendukung proyek itu. Namun, Barcelona resmi mundur dari proyek ini pekan lalu, karena hubungan buruk dengan Madrid.

Editorial Team