Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Evolusi Gaya Bermain Raphinha, sang Penyerang Tajam Barcelona
potret markas Barcelona Camp Nou (unsplash.com/id/@timroosjen)
  • Raphinha awalnya dominan sebagai inverted winger kanan berkaki kidal, sering cut inside untuk mencetak gol atau mengirim crossing saat membela sejumlah klub sebelum Barcelona.
  • Di Barcelona, perannya bergeser ke sayap kiri setelah Lamine Yamal menonjol; Hansi Flick kemudian memberinya kebebasan bergerak ke tengah dan masuk kotak penalti.
  • Menjelang akhir masa Robert Lewandowski, Raphinha dipercaya sebagai false nine; Transfermarkt mencatat 15 gol dan 3 assist dari 13 penampilan sebagai striker per 9 Oktober 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Raphinha menjadi pemain penting di lini serang Barcelona berkat kemampuan mencetak gol dan menciptakan peluang bagi rekannya. Namun, kontribusinya tidak lepas dari perubahan peran yang ia jalani sepanjang karier, mulai dari sayap kanan, sayap ke kiri, hingga kini dipercaya mengisi posisi striker.

1. Sayap kanan, posisi yang sering dimainkan Raphinha pada awal kariernya

Sebagai penyerang sayap kanan berkaki kidal, Raphinha sukses menjadi motor serangan bagi tim nasional maupun klub yang dibelanya. Menjalankan peran inverted winger, penyerang asal Brasil ini piawai melakukan gerakan cut inside. Teknik ini menciptakan ruang untuk mencetak gol atau melepaskan crossing ke jantung pertahanan lawan. 

Data Transfermarkt menunjukkan pos sayap kanan merupakan posisi yang sering ia tempati pada awal kariernya. Mulai dari membela Stade Rennais FC, FC Vitoria Guimaraes B, Sporting CP, hingga Leeds United, ia sering ditempatkan di sektor tersebut. Walau sesekali dipasang di sayap kiri untuk menegaskan fleksibilitasnya di lini depan, sayap kanan tetap menjadi posisi utama Raphinha pada periode awal kariernya.

2. Perubahan peran Raphinha dari sayap kanan ke sayap kiri

Xavi Hernandez sering memasang Raphinha di sayap kanan pada musim 2022/2023. Namun, meroketnya performa Lamine Yamal perlahan-lahan membuat pemain asal Brasil itu lebih sering ditempatkan di sayap kiri. Di posisi baru tersebut, Xavi memberinya tugas yang menyerupai classic winger memanfaatkan lebar lapangan, menyusuri garis tepi, dan mengirimkan umpan ke kotak penalti. 

Perubahan posisi tersebut tidak menghilangkan kecenderungan alami Raphinha untuk menusuk ke area dalam, gaya main yang diakuinya sebagai favorit saat masih bermain di sayap kanan. Beruntung, Hansi Flick yang datang pada 2024/2025 memberi Raphinha kebebasan untuk bermain lebih masuk ke area penalti. Meskipun di atas kertas ditempatkan sebagai sayap kiri, ia sebenarnya diinstruksikan bergerak bebas ke area tengah. Area kosong di sisi kiri kemudian dieksploitasi oleh bek sayap ofensif seperti Alejandro Balde yang aktif membantu serangan.

3. Posisi Raphinha perlahan-lahan bergeser ke tengah

Fleksibilitas Raphinha dalam menempati beberapa posisi tidak terjadi secara instan. Meski dikenal sebagai pemain sayap, data Transfermarkt mencatat Raphinha pernah bermain sebagai gelandang serang. Riwayat tersebut menunjukkan bahwa pemain asal Brasil ini memiliki pengalaman menempati posisi di luar posisi utamanya.

Hansi Flick pernah mencoba Raphinha sebagai gelandang serang pada 2025/2026. Perubahan tersebut menjadi upaya Barcelona untuk mengoptimalkan komposisi lini depan, termasuk memberikan ruang bagi Marcus Rashford. Eksperimen itu menunjukkan Raphinha juga dapat mengisi area sentral, meski perannya di sayap kiri tetap menjadi salah satu kekuatannya.

4. Menjelma menjadi striker tajam Blaugrana

Menjelang akhir masa bakti Robert Lewandowski, Barcelona menghadapi kekosongan di pos striker. Setelah gagal mendatangkan nomor sembilan top Eropa, pelatih pun memutar otak dengan menunjuk Raphinha sebagai ujung tombak. Raphinha sendiri dinilai punya modal karena pernah bermain di area tengah. Posisi ini pun sebenarnya tidak asing baginya, lantaran pernah ia jalani sewaktu di Vitoria de Guimaraes, Stade Rennais, dan Leeds United. 

Berdasarkan data Transfermarkt per 9 Oktober 2026, Raphinha tercatat pernah bermain 13 kali sebagai striker dengan torehan 15 gol dan 3 assist sepanjang kariernya. Raphinha bukanlah striker bertipe target man, melainkan seorang false nine. Kekurangan sebagai striker murni berhasil ia tutupi dengan rajin turun menjemput bola, membuka ruang bagi rekan setim, melakukan pressing, dan memaksimalkan kecepatan larinya. 

Evolusi gaya bermain Raphinha menunjukkan bahwa ia tidak hanya mengandalkan kemampuan sebagai pemain sayap, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan taktik Barcelona. Fleksibilitas dalam menempati beberapa posisi, ditambah kemampuan mencetak gol dan menciptakan peluang membuat pemain asal Brasil tersebut memiliki beragam cara untuk berkontribusi bagi tim.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article