Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Fakta Atalanta Singkirkan Dortmund di UCL 2025/2026
ilustrasi pertandingan Liga Champions (pixabay.com/phillipkofler)
  • Atalanta menyingkirkan Borussia Dortmund dengan kemenangan 4-1 di leg kedua, membalikkan defisit 0-2 dan lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2025/2026.
  • Lazar Samardzic menjadi penentu kemenangan lewat penalti menit 90+8 setelah pelanggaran Ramy Bensebaini yang berujung kartu merah.
  • Gianluca Scamacca mencetak rekor pribadi sebagai pemain ketiga Atalanta yang mampu mencetak gol dalam tiga laga kandang Eropa berturut-turut, memperkuat kiprah La Dea sebagai satu-satunya wakil Italia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Atalanta mencatat sejarah usai menyingkirkan Borussia Dortmund pada leg kedua playoff fase gugur UEFA Champions League (UCL) 2025/2026. Klub berjuluk La Dea itu menang meyakinkan 4-1 di Gewiss Stadium pada Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut membuat Atalanta membalikkan defisit 0-2 dari leg pertama dan unggul agregat 4-3 atas Dortmund sekaligus memastikan tiket ke babak 16 besar UCL.

Di balik kemenangan dramatis tersebut, La Dea menorehkan sejumlah catatan penting. Mulai dari comeback hingga rekor individu yang diraih Gianluca Scamacca. Berikut empat fakta menarik di balik keberhasilan Atalanta menyingkirkan Dortmund.

1. Comeback bersejarah, samai catatan Liverpool

Menjamu Borussia Dortmund, Atalanta tampil agresif sejak awal pertandingan. Dalam kondisi tertinggal agregat 0-2 dari leg pertama, La Dea langsung menekan demi mengejar ketertinggalan. Gianluca Scamacca membuka keunggulan pada menit 5 sebelum Davide Zappacosta menggandakan skor menjelang turun minum. Gol tambahan dari Mario Pasalic dan Lazar Samardzic memastikan kemenangan 4-1 pada leg kedua.

Keberhasilan tersebut membuat Atalanta menjadi tim pertama pada fase gugur Liga Champions yang membalikkan defisit dua gol sejak Liverpool melakukannya pada semifinal pada 2018/2019 saat menghadapi Barcelona. Saat itu, The Reds kalah 0-3 pada leg pertama sebelum menang 4-0 di Anfield dan lolos agregat 4-3. Comeback dari agregat 0-2 menjadi kemenangan 4-3 itu merupakan pencapaian langka di UCL.

2. Drama penalti pada menit akhir babak kedua

Pertandingan berjalan menegangkan ketika agregat imbang 3-3 dan laga tampak akan berlanjut kepada babak tambahan. Intensitas duel meningkat memasuki masa injury time babak kedua. Drama terjadi pada menit 90+8. Ramy Bensebaini melakukan pelanggaran terhadap Nikola Krstovic di dalam kotak penalti. 

Setelah tinjauan video assistant referee (VAR), wasit menunjuk titik putih sekaligus memberikan kartu merah kepada Bensebaini. Lazar Samardzic yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Gol pada menit 90+8 tersebut menjadi tendangan terakhir dalam pertandingan dan memastikan kemenangan agregat 4-3 bagi Atalanta.

3. Gianluca Scamacca mencatat rekor kandang usai cetak gol

Gol pembuka yang dicetak pada menit 5 bukan sekadar membuka jalan kemenangan. Gianluca Scamacca juga mencatatkan sejarah pribadi. Penyerang asal Italia itu menjadi pemain ketiga dalam sejarah La Dea yang mampu mencetak gol dalam tiga laga kandang berturut-turut di kompetisi besar Eropa.

Ia mengikuti jejak Oliviero Garlini (1988) dan Ademola Lookman (2025). Termasuk laga melawan Dortmund, Scamacca sebelumnya juga mencetak gol saat menghadapi Athletic Bilbao dan Chelsea. Catatan tersebut berpotensi terus bertambah seiring langkah Atalanta di babak 16 besar.

4. Satu-satunya tim Italia yang lolos ke 16 besar

Kemenangan atas Dortmund membuat Atalanta menjadi satu-satunya wakil Italia yang tersisa pada fase gugur UCL 2025/2026. Inter Milan dan Juventus harus tersingkir pada babak playoff setelah kalah agregat pada leg kedua. La Beneamata gugur usai takluk dari Bodo/Glimt dengan agregat 2-5, sedangkan La Vecchia Signora kalah agregat 5-7 dari Galatasaray. 

Napoli lebih dulu tersingkir setelah gagal mengamankan tiket ke fase playoff. Klub asal Naples itu gagal finis di posisi untuk meraih tiket playoff. Status tersebut semakin menegaskan kiprah impresif La Dea sebagai representasi tunggal Italia di babak 16 besar musim ini.

Empat fakta di atas menjadi catatan penting di balik keberhasilan Atalanta melaju ke babak 16 besar. Comeback langka, drama penalti, hingga rekor individu menunjukkan mentalitas dan kualitas La Dea di panggung Eropa. Kini, tantangan lebih berat sudah menanti. Sejauh mana Atalanta mampu melangkah di UCL 2025/2026?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team