Deretan Pencapaian Impresif Pep Guardiola Bersama Manchester City

- Pep Guardiola resmi meninggalkan Manchester City setelah satu dekade, menutup masa kepelatihannya yang penuh rekor dan dominasi di sepak bola Inggris.
- Guardiola membawa Manchester City meraih berbagai pencapaian bersejarah, termasuk 100 poin musim 2017/2018, empat trofi domestik 2018/2019, serta treble winners 2022/2023.
- Dengan total 20 trofi dan rasio kemenangan lebih dari 70 persen, Guardiola tercatat sebagai manajer tersukses dalam sejarah Manchester City.
Pep Guardiola meninggalkan Manchester City setelah 10 tahun mengabdi. Juru taktik asal Spanyol ini meletakkan jabatannya sebagai pelatih setelah berakhirnya musim 2025/2026. Dalam sedekade terakhir, kehadirannya di sepak bola Inggris menghadirkan sejumlah pencapaian gemilang. Berikut sederet rekor impresif sang pelatih bersama Manchester City.
1. Pep Guardiola membawa Manchester City memecahkan rekor juara liga dengan 100 poin
Pep Guardiola berlabuh ke Etihad Stadium pada musim panas 2016. Musim debutnya pada 2016/2017, Manchester City hanya finis ketiga di English Premier League. Namun, Guardiola menunjukkan kualitasnya sebagai pelatih elite pada musim keduanya di Inggris.
Pada 2017/2018, Guardiola memberikan gelar juara liga perdana bagi Manchester City. Hebatnya, Manchester City juara Premier League dengan 100 poin. Dari 38 pertandingan, Manchester City menang 32 kali, imbang 4 kali, dan kalah 2 kali. Manchester City unggul 19 poin dari Manchester United di peringkat kedua. Ini menjadi gap terjauh bagi tim yang juara.
Keberhasilan tersebut membuat Manchester City menyandang status Centurions. Pada musim itu, banyak rekor lain juga tercipta. Jumlah 32 kemenangan menjadi yang terbanyak dalam semusim. Manchester City mencatatkan kemenangan tandang terbanyak dengan 16 laga. Ini juga membuat mereka mengoleksi 50 poin, terbanyak ketika laga tandang. Dari segi produktivitas, torehan 106 gol juga menjadi rekor gol terbanyak. Perbedaan gol sejumlah 79 pun masuk rekor. Ini setelah Manchester City hanya kebobolan 27 kali sepanjang musim.
2. Pada 2018/2019, Pep Guardiola mengantarkan Manchester City meraih empat trofi domestik
Semusim kemudian, Pep Guardiola kembali membuat rekor. Ia membawa Manchester City menjadi tim pertama yang mampu menyapu bersih empat trofi domestik Inggris pada 2018/2019. Musim dibuka dengan raihan Community Shield usai mengalahkan Chelsea dengan skor 2-0.
Di Premier League, Manchester City bertarung ketat dengan Liverpool hingga akhir musim. Manchester City secara impresif juara dengan torehan 98 poin, hanya unggul satu angka dari Liverpool dengan 97 poin. Ini menjadi salah satu persaingan juara sengit dalam sejarah Premier League.
Pada pertengahan musim, Manchester City juga menjuarai Piala Liga Inggris. Pada partai final, Manchester City menang adu penalti 4-3 kontra Chelsea usai imbang tanpa gol pada waktu normal dan tambahan. Setelah itu, Manchester City melengkapi torehan domestik dengan Piala FA. Manchester City juara setelah mencetak kemenangan besar atas Watford dengan skor 6-0.
3. Pep Guardiola membantu Manchester City meraih treble winners pada 2022/2023
Catatan impresif lain berhasil dibukukan Pep Guardiola pada 2022/2023. Ia sukses membawa Manchester City merengkuh treble winners dengan menjuarai Premier League, Piala FA, dan Liga Champions Eropa. Khusus yang terakhir, Guardiola akhirnya menebus kegagalan pada 2021 dengan mempersembahkan trofi Si Kuping Besar perdana kepada publik Etihad Stadium.
Di Premier League, Manchester City juara dengan 89 poin. Pasukan Pep Guardiola mengungguli Arsenal yang mengoleksi 84 poin. Manchester City lalu mengunci gelar juara Piala FA setelah menumbangkan Manchester United dengan skor 2-1. Manchester City menjuarai Liga Champions perdana setelah menang 1-0 atas Inter Milan via gol tunggal Rodri.
Khusus di Liga Champions, Manchester City juara dengan catatan mewah. Trofi pertama mereka diperoleh dengan catatan tanpa kekalahan di sepanjang turnamen. Secara rinci, Manchester City mencatatkan 8 kemenangan dan 5 kali imbang untuk merengkuh gelar juara. Hebatnya, Manchester City hanya kebobolan 5 gol dan mampu produktif melalui 32 gol.
4. Manchester City menjadi tim pertama yang juara Premier League 4 musim beruntun
Setelah kesuksesan treble winners, Pep Guardiola tak langsung puas. Pada 2023/2024, ia membawa Manchester City menjadi tim pertama yang menjuarai Premier League dalam 4 musim beruntun. Ini menunjukkan konsistensinya sebagai pelatih yang haus akan gelar juara
Sejak musim 2020/2021, Manchester City mendominasi Premier League bersama Guardiola. Pada musim tersebut, Manchester City bersaing juara dengan Manchester United. Manchester City berhasil juara dengan perolehan 86 poin, unggul 12 poin dari sang rival sekota.
Pada 2021/2022, Manchester City terlibat persaingan juara dengan Liverpool asuhan Juergen Klopp. Manchester City berjuang hingga akhir musim untuk memastikan juara. Manchester City kembali juara setelah mengumpulkan 93 poin, hanya unggul satu angka dari Liverpool.
Semusim setelahnya, Manchester City bertarung ketat dengan Arsenal. Manchester City juara dengan torehan 89 poin, unggul lima angka dari Arsenal. Pada 2023/2024, Manchester City kembali terlibat persaingan dengan Arsenal. Kali ini, Manchester City bersaing hingga akhir. Manchester City menyegel juara berkat 91 poin, hanya unggul dua angka dari Arsenal.
5. Pep Guardiola menjadi manajer tersukses dalam sejarah Manchester City dengan 20 trofi
Pep Guardiola meninggalkan Manchester City sebagai manajer tersukses dalam sejarah klub. Sebanyak 20 trofi berhasil dipersembahkannya kepada publik Etihad Stadium. Secara rinci, Guardiola membawa tim menjuarai 6 Premier League, 5 Piala Liga Inggris, 3 Piala FA, 3 Community Shield, 1 Liga Champions, 1 UEFA Super Cup, dan 1 Piala Dunia Antarklub.
Secara statistik, Guardiola memimpin Manchester City dalam 593 laga di berbagai ajang. Dari jumlah ini, Manchester City mampu meraih 416 kemenangan, 87 keimbangan, dan 90 kekalahan. Opta mencatat, rasio kemenangan sang pelatih mencapai 70,2 persen. Dengan catatan gemilang ini, Guardiola meninggalkan Etihad Stadium sebagai manajer legendaris.
Pep Guardiola tidak hanya pergi sebagai legenda Manchester City. Kiprahnya dalam sedekade terakhir di sepak bola Inggris memberikan warna tersendiri sehingga kariernya dikenang sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah. Kehadirannya memberikan dampak nyata dan meningkatkan standar persaingan kompetisi. Patut ditunggu kelanjutan kariernya.

















