- GP Thailand - P2;
- GP Brasil - P1;
- GP Amerika - P2;
- GP Spanyol - P1;
- GP Prancis - P1;
- GP Catalunya - P1; dan
- GP Italia - P11.
Finis Podium Beruntun Maximo Quiles Terhenti di Moto3 Italia

- Maximo Quiles gagal mempertahankan tren podium setelah finis di posisi 11 pada Moto3 Italia, mengakhiri rekor enam podium beruntun sejak awal musim 2026.
- Meski sempat memimpin balapan dan mencatat putaran tercepat, insiden selip ban belakang di dua lap terakhir membuat Quiles kehilangan peluang naik podium di Mugello.
- Walau gagal podium, Quiles masih memimpin klasemen sementara dengan 145 poin dan unggul 52 poin dari Alvaro Carpe, menjaga peluang besar menuju gelar juara dunia.
Sejak awal musim 2026, Maximo Quiles dikenal sebagai pembalap paling konsisten di Moto3. Tak hanya selalu mendulang poin, pembalap CFMOTO Valresa Aspar Team itu juga rajin finis di barisan depan. Ia langganan berdiri di podium.
Dengan performa yang ciamik, Quiles selalu finis di posisi dua besar hingga seri Catalunya. Sayangnya, enam podium beruntun tersebut harus terhenti di Italia. Di Sirkuit Mugello, untuk pertama kalinya musim ini Quiles finis di luar posisi sepuluh besar.
1. Maximo Quiles finis P11 di Sirkuit Mugello
Maximo Quiles memulai balapan dari barisan tengah. Hasil kualifikasi murid Marc Marquez itu jadi yang terburuk sepanjang musim ini. Ia menempati P15, tetapi naik posisi start ke P14 karena David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact) yang meraih pole position mundur dari balapan lantaran sakit.
Setelah melahap 17 lap, Spaniard bernomor 28 itu harus puas finis P1I dengan gap 1,202 detik dari pemenang. Quiles gagal mengulang kemenangannya musim lalu. Padahal, di Sirkuit Mugello inilah ia merebut kemenangan pertamanya di ajang Grand Prix musim 2025 lalu.
Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) finis sebagai pemenang. Ia diikuti Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) sebagai runner-up. Podium terakhir ditempati oleh Hakim Danish (AEON Credit - MT Helmets – MSI).
2. Alasan Qulies gagal finis di posisi podium
Meski start dari barisan tengah, Maximo Quiles sejatinya punya kans untuk menang. Ia memulai balapan dengan apik. Pada lap 2, ia mencetak putaran tercepat (fastest lap) 1 menit 55,444 detik. Itu putaran tercepat di balapan ini.
Quiles hanya butuh tiga putaran untuk merangsek dari P15 ke P7. Dua lap kemudian, ia sudah bisa bersaing di posisi tiga besar. Bahkan, Quiles sempat memimpin balapan pada lap 8.
Sayangnya, Quiles mengalami insiden selip ban belakang di tikungan pamungkas pada dua lap terakhir. Quiles pun terlempar ke posisi belakang. Rider berusia 18 tahun itu kehabisan waktu untuk kembali ke depan.
“Tepat sebelum lap terakhir aku mengalami highside dan motornya hampir lepas kendali. Aku tak tahu bagaimana atau mengapa itu terjadi. Aku comeback dan naik dari P15 ke P5 saat memasuki tikungan terakhir. Namun, pembalap di depanku memotong jalurku dan aku terpaksa mengurangi kecepatan. Hari ini bukan hari keberuntunganku,” kata Quiles dilansir laman resmi Aspar Team.
Kompetisi di Moto3 memang tak pernah mudah. Pembalap lain juga beraksi dengan ganas. Termasuk Quiles, ada enam pembalap yang pernah memimpin jalannya balapan. Mereka adalah Joel Kelso (GRYD - MLav Racing), Brian Uriarte, Adrian Fernandez (Leopard Racing), David Munoz (Liqui Moly Dynavolt Intact GP), dan Edie O’Shea (GRYD - MLav Racing).
3. Rekor enam podium beruntun milik Quiles terhenti
Meski tak finis podium, sophomore rider yang debut pada 2025 itu masih memimpin klasemen sementara. Quiles mengemas 145 poin. Ia unggul 52 poin dari rival terdekatnya, Alvaro Carpe.
Namun, rekor enam podium beruntunnya, termasuk kemenangan hattrick di seri Spanyol, Prancis, dan Catalunya harus terhenti. Quiles belum bisa melampaui rekor tujuh podium beruntun milik Brad Binder yang diukir pada 2016. Namun, Quiles tetap jadi pembalap pertama yang naik podium enam kali beruntun dalam 1 dekade terakhir.
Berikut ini hasil balap Maximo Quiles sejak seri awal musim di Thailand hingga seri terakhir di Italia:
Moto3 2026 masih menyisakan 15 seri balap. Maximo Quiles masih punya banyak kesempatan mengukir rekor-rekor baru. Apalagi, ia masih jadi kandidat terkuat untuk merengkuh titel juara dunia. Bisakah Quiles meraihnya?

















