Berkat kualitas mumpuni, banyak pemain asal Argentina bisa memiliki karier di sejumlah liga Eropa, termasuk Serie A Italia 2025/2026. Per April, sebanyak 17 pemain La Albiceleste meramaikan kasta tertinggi sepak bola Italia, dengan 5 di antaranya berposisi sebagai gelandang. Para gelandang ini sedang membela Como 1907, US Cremonese, serta Parma. Siapa saja mereka dan seperti apa performanya hingga pekan ke-34?
5 Gelandang Argentina yang Meramaikan Serie A 2025/2026, Ada Nico Paz!

1. Nico Paz tampil produktif sebagai gelandang serang Como 1907
Pada Serie A 2025/2026, Nico Paz mengumpulkan banyak menit tampil karena sering menempati posisi gelandang serang utama Como 1907. Dia juga pernah digeser ke penyerang sayap kanan dan penyerang tengah. Pemain yang kini berusia 21 tahun tersebut ternyata berhasil tampil produktif lantaran menggabungkan keterampilan menggiring bola, kreativitas, dan visi bermain untuk membuat peluang. Selain itu, dirinya juga aktif menekan pergerakan lawan. Ia mencetak 12 gol dan 7 assist dari 33 pertandingan (2.796 menit) hingga pekan ke-35.
Paz sendiri merapat ke Como 1907 setelah ditebus 6 juta euro (sekitar Rp121,6 miliar) dari Real Madrid Castilla pada musim panas 2024. Dia ternyata langsung menjelma menjadi otak serangan dengan mengisi posisi gelandang serang. Pemain kelahiran Santa Cruz de Tenerife ini juga pernah ditugaskan menjalankan beberapa peran di area depan dan tengah. Sejak didatangkan ke Stadio Giuseppe Sinigaglia, dirinya mengumpulkan 19 gol dan 17 assist dari 74 pertandingan di berbagai kompetisi bersama I Lariani.
2. Maximo Perrone sering bertugas sebagai gelandang bertahan utama Como 1907
Dengan mahar 13 juta euro (sekitar Rp263,7 miliar), Maximo Perrone dipermanenkan Como 1907 dari Manchester City pada musim panas 2025. Pemain kelahiran Haedo tersebut sering ditugaskan Cesc Fabregas untuk mengisi posisi gelandang bertahan utama pada Serie A 2025/2026. Sebab, kehadirannya penting untuk menjaga tempo dan membaca permainan untuk memotong serangan lawan. Dirinya juga aktif bergerak demi membuka ruang dan menambah opsi umpan. Ia dipasang sebanyak 33 kali dengan menyumbang 3 gol dan 4 assist hingga pekan ke-35.
Perrone sendiri pertama kali memperkuat Como 1907 melalui skema peminjaman dari Manchester City pada musim panas 2024. Pemain yang kini berusia 23 tahun ini bisa mengamankan posisi gelandang bertahan utama sehingga kerap masuk starter. Tak selalu berjalan lancar, sumbangsihnya sempat terhambat karena cedera. Usai pulih, Ia menunjukkan peran penting di area tengah I Lariani. Sejak Agustus 2024, dirinya merumput 64 kali dengan mencetak 3 gol dan 7 assist di berbagai ajang.
3. Christian Ordonez diplot sebagai gelandang tengah pelapis Parma
Christian Ordonez kesulitan mendapat menit bermain lantaran diplot sebagai gelandang tengah pelapis dalam skema taktik Parma pada Serie A 2025/2026. Pemain kelahiran Moreno ini kalah bersaing dengan Oliver Sorensen dan Adrian Bernabe. Dirinya bahkan pernah dirotasi ke gelandang serang dan gelandang sayap. Meski begitu, ia merupakan sosok muda potensial yang mempunyai etos kerja tinggi, tidak ragu melakukan duel fisik, dan stamina mumpuni. Kehadirannya berguna untuk menyeimbangkan permainan. Hingga pekan ke-35, dia tampil 25 pertandingan dengan menyumbang 1 gol (834 menit). Di berbagai kompetisi, ia menghasilkan 1 gol dari 28 pertandingan musim ini.
Parma ternyata gemar melakukan investasi jangka panjang dengan memboyong talenta muda potensial, salah satunya adalah Ordonez. Demi merealisasikan kepindahan ini, I Crociate membayar 9,75 juta euro (sekitar Rp197,5 miliar) kepada CA Velez Sarsfield. Gelandang yang kini berusia 21 tahun ini mengambil keputusan untuk pertama kali mengembangkan potensi di Eropa.
4. Martin Payero cukup sering menempati gelandang tengah utama US Cremonese
Setelah kurang lebih selama 2 tahun membela Udinese, Martin Payero dipinjamkan kepada US Cremonese seharga 1 juta euro (sekitar Rp20,3 miliar) pada musim panas 2025. Pemain yang kini berusia 27 tahun ini rencananya mentas di Stadio Giovanni Zini sampai Juni 2026 dengan opsi pembelian. Kehadirannya diproyeksikan memperdalam kekuatan sektor tengah La Cremo.
Pada Serie A 2025/2026, Payero cukup sering menempati gelandang tengah utama US Cremonese. Pemain kelahiran Pascanas tersebut juga pernah dirotasi ke gelandang serang dan gelandang kiri. Berkat stamina dan etos kerja tinggi, dia berguna dalam menyeimbangkan permainan serta menjaga tempo. Performanya sempat terganggu cedera sehingga menepi beberapa pertandingan. Hingga pekan ke-35, dirinya diturunkan 24 pertandingan dengan menyumbang 1 gol.
5. Nahuel Estevez beroperasi sebagai gelandang bertahan pelapis Parma
Menjalani musim keempat bersama Parma, Nahuel Estevez beroperasi sebagai pelapis Mandela Keita di posisi gelandang bertahan. Pemain kelahiran Buenos Aires ini beberapa kali dirotasi ke gelandang tengah. Kehadirannya tetap dibutuhkan lantaran ia merupakan gelandang petarung yang memiliki kekuatan fisik dan bisa membaca permainan untuk memotong serangan lawan. Hingga pekan ke-35, dia merumput 30 kali di Serie A 2025/2026.
Parma merekrut Estevez setelah membayar 1,28 juta euro (sekitar Rp26 miliar) dari Crotone pada musim panas 2022. Dia langsung dipercaya menempati gelandang bertahan. Pemain yang kini berusia 30 tahun ini ikut berjuang mengantar I Crociate promosi ke Serie A 2024/2025. Namun, ia sempat absen cukup lama karena cedera sehingga mulai kehilangan posisi kunci dalam skema taktik. Sejak diboyong ke Stadio Ennio Tardini, dirinya merumput 123 kali dengan mengumpulkan 4 gol dan 4 assist di berbagai kompetisi.
Kelima gelandang Argentina di atas meramaikan Serie A 2025/2026. Paz dan Perrone merupakan pilar penting sektor tengah Como 1907. Ordonez dan Estevez bertugas sebagai gelandang pelapis di Parma. Payero cukup sering mengisi gelandang tengah utama US Cremonese.