Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Gelandang Brasil yang Meramaikan Persaingan Serie A 2025/2026
ilustrasi Serie A (IDN Times/Mardya Shakti)
  • Brasil mengirim 20 pemain ke Serie A 2025/2026, dengan empat di antaranya berposisi sebagai gelandang yang memperkuat Inter Milan, Atalanta, Genoa, dan Pisa SC.
  • Luis Henrique menjadi andalan Inter Milan di sisi kanan lini tengah, sementara Ederson tetap vital bagi Atalanta berkat fleksibilitasnya sebagai gelandang tengah atau bertahan.
  • Lorran Sousa dan Alexandro Amorim masih berstatus pelapis di Pisa SC serta Genoa, namun keduanya dianggap prospek muda potensial untuk masa depan klub masing-masing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Brasil menjadi negara Amerika Selatan yang paling banyak mengirim wakil untuk meramaikan ketatnya persaingan Serie A Italia 2025/2026. Per 20 Maret 2026, terdapat sebanyak 20 pemain Selecao yang sedang mengembangkan potensi di kasta tertinggi sepak bola Italia tersebut, dengan 4 di antaranya beroperasi sebagai gelandang dalam skema taktik. Para pengawal sektor tengah ini tersebar berseragam Atalanta, Inter Milan, Genoa, serta Pisa SC.

1. Luis Henrique kerap dipasang sebagai gelandang kanan utama Inter Milan

Berkat portofolio selama membela Olympique Marseille, Luis Henrique berhasil mencuri atensi Inter Milan sehingga didatangkan ke Giuseppe Meazza Stadium pada musim panas 2025. Transfer ini menghabiskan biaya 22,8 juta euro (sekitar Rp445 miliar). Pemain yang kini berusia 24 tahun ini untuk pertama kali berkarier di Serie A. Ia membawa harapan untuk memperdalam kekuatan I Nerazzurri karena pernah menempati beberapa peran di sektor tengah dan depan.

Henrique sendiri kerap dipasang oleh Cristian Chivu untuk menempati peran gelandang kanan utama Inter Milan pada Serie A 2025/2026. Ia juga beberapa kali sempat digeser ke gelandang kiri. Dirinya mampu membahayakan jantung pertahanan lawan karena menggabungkan kecepatan dan kreativitas dalam menciptakan peluang. Etos kerjanya juga tinggi sehingga rajin bergerak guna menambah opsi umpan dan ikut membantu pressing. Pemain kelahiran Joao Pessoa ini mencetak 1 gol dan 3 assist dari 24 pertandingan hingga pekan ke-29. Sementara di berbagai ajang, dia merumput 38 kali dengan mengumpulkan 1 gol dan 3 assist musim ini.

2. Ederson Lourenco mampu menempati posisi gelandang tengah atau gelandang bertahan Atalanta

Ederson Lourenco masih memberikan sumbangsih penting sehingga kerap dipasang sejak menit pertama bersama Atalanta pada Serie A 2025/2026. Pemain kelahiran Campo Grande ini mampu menempati gelandang tengah atau gelandang bertahan tergantung skema taktik. Dia dibekali stamina mumpuni dan kekuatan fisik sehingga tidak ragu melakukan duel. Kehadirannya berguna untuk memperlancar transisi dari bertahan ke menyerang dan menyeimbangkan permainan La Dea. Hingga pekan ke-29, dirinya diturunkan dalam 22 pertandingan dengan membuat 1 gol.

Atalanta mendapatkan jasa Ederson setelah membayar 22,9 juta euro (sekitar Rp447,5 miliar) kepada Salernitana pada musim panas 2022. Dirinya cepat melakukan adaptasi sehingga sering dipanggil masuk starter. Pemain yang kini berusia 26 tahun ini menunjukkan fleksibilitas di lini tengah. Ini membuatnya mengumpulkan banyak menit bermain. Ia tercatat ikut membawa La Dea mengukir sejarah dengan menjuarai UEFA Europa League 2023/2024. Sejak diboyong ke New Balance Arena, dia mengoleksi 15 gol dan 5 assist dari 170 pertandingan (12.687 menit) di berbagai kompetisi.

3. Lorran Sousa sering menghuni bangku cadangan Pisa SC

Lorran Sousa tidak menyia-nyiakan kesempatan melebarkan sayap ke Eropa dengan berseragam Pisa SC pada tenggat waktu musim panas 2025. Dia dipinjam dari Flamengo seharga 500 ribu euro (sekitar Rp9,7 miliar) sampai Juni 2026 dengan opsi permanen. Pemain kelahiran Rio de Janeiro ini didatangkan I Nerazzurri untuk memperkaya opsi rotasi sektor tengah.

Lorran sendiri sering menghuni bangku cadangan Pisa SC pada Serie A 2025/2026. Pemain yang kini berusia 19 tahun tersebut tampaknya memerlukan waktu adaptasi. Meski begitu, kehadirannya dibutuhkan karena bisa mengisi peran gelandang serang, gelandang kanan, atau gelandang tengah tergantung kebutuhan taktik. Ia mengombinasikan kreativitas, visi bermain, serta keterampilan dribel untuk menciptakan peluang. Hingga pekan ke-29, dirinya baru merumput 8 kali dengan menyumbang 1 gol. Di berbagai kompetisi, dia mencetak 1 gol dari 9 pertandingan musim ini.

4. Alexandro Amorim berperan sebagai gelandang tengah pelapis di Genoa

Alexandro Amorim menunjukkan pengaruh krusial dengan menempati peran gelandang tengah Averca. Dia tercatat memperkuat klub asal Portugal tersebut kurang lebih selama 6 bulan. Berkat sumbangsih ini, Ia masuk radar transfer Genoa sehingga didatangkan ke Stadio Luigi Ferraris pada musim dingin 2026. Kepindahan tersebut menghabiskan biaya 7,5 juta euro (sekitar Rp146,5 miliar). Ini merupakan pengalaman pertamanya merasakan atmosfer persaingan Serie A.

Amorim sendiri ditugaskan oleh Daniele De Rossi selaku pelatih untuk menempati posisi gelandang tengah pelapis bersama Genoa pada Serie A 2025/2026. Ini memengaruhi menit bermain yang didapatkan. Meski begitu, pemain yang kini berusia 20 tahun ini merupakan sosok potensial karena mempunyai kemampuan mengatur tempo. Itu juga didukung dengan kreativitas serta visi bermain untuk memperlancar distribusi bola. Dia diturunkan dalam empat pertandingan (90 menit) hingga pekan ke-29.

Keempat gelandang Brasil di atas meramaikan persaingan Serie A 2025/2026. Henrique sering mendapat kesempatan mengisi posisi gelandang kanan utama Inter Milan. Ederson bisa menempati peran gelandang tengah atau gelandang bertahan Atalanta. Sementara, Lorran dan Amorim berperan sebagai pelapis untuk masing-masing klub.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team