Divock Origi resmi pensiun sebagai pesepak bola pada 8 Juni 2026. Di kancah internasional, striker Timnas Belgia setinggi 1,89 meter ini meninggalkan lapangan hijau dengan koleksi 32 caps. Pria yang lahir di Oostende pada 18 April 1995 tersebut mencetak tiga gol.
3 Gol Divock Origi untuk Belgia, Salah Satunya di Piala Dunia

1. Gol debut Divock Origi untuk Belgia tercipta di Piala Dunia
Divock Origi membuat kejutan pada musim panas 2014. Ia berhasil menembus skuad Belgia untuk Piala Dunia tahun tersebut. Padahal, Origi baru saja menuntaskan musim debutnya bermain di level senior bersama Lille. Ia juga cuma mencetak 6 gol dari 35 penampilan. Origi lantas menjawab kesempatan yang diberikan Marc Wilmots dengan sempurna. Ia mencetak gol tunggal yang membuat mereka menang atas Rusia pada matchday kedua fase grup.
Hebatnya, Origi melakukannya sebagai pengganti. Ia masuk ke lapangan dengan nomor punggung 17 pada menit 57 untuk mengisi tempat yang ditinggalkan Romelu Lukaku. Origi menghadirkan momen magis 2 menit sebelum waktu normal habis. Ia menghajar umpan tarik dari Eden Hazard. Sebagai catatan, gol itu hingga 9 Juni 2026 ini masih menempatkan Origi sebagai pencetak gol termuda Belgia di Piala Dunia.
Pada akhirnya, Origi selalu tampil dalam lima pertandingan yang dijalani Belgia di Piala Dunia 2014. Peran Origi bahkan meningkat seiring kompetisi yang berlangsung di Brasil ini berjalan. Ia selalu bermain sebagai pengganti pada fase grup. Origi kemudian menggantikan Lukaku sebagai starter pada babak gugur. Mereka menang 2-1 atas Amerika Serikat pada 16 besar lewat babak tambahan dan kalah 0-1 dari Argentina pada perempat final.
2. Divock Origi menyumbang 1 gol dan 1 assist saat Belgia menang 6-0 atas Andorra pada 10 Oktober 2014
Divock Origi mencetak gol keduanya untuk Belgia pada 10 Oktober 2014. Saat itu, mereka menjamu Andorra di Koning Boudewijnstadion untuk memainkan laga perdana Kualifikasi EURO 2016. Belgia menang telak 6-0. Origi bukan hanya menciptakan gol, melainkan juga assist. Ia mengkreasi gol kedua yang dibuat Kevin De Bruyne pada menit 34. Origi mengirim umpan terobosan yang terukur. Bagi De Bruyne, ini merupakan gol keduanya setelah membuka papan skor lewat tendangan penalti 3 menit sebelumnya.
Nacer Chadli mencetak gol ketiga Belgia dengan menyontek crossing dari Jan Vertonghen pada menit 37. Setelahnya, Origi akhirnya mencatatkan namanya di papan skor pada menit 59. Ia menerima umpan di depan kotak penalti dari De Bruyne. Origi kemudian melakukan kontrol apik, memutar badan, menggiring bola demi mendapat ruang tembak, dan menyelesaikan aksinya dengan sepakan mendatar kencang ke tiang jauh. Origi menyudahi penampilan 6 menit berselang usai digantikan Romelu Lukaku.
Beberapa saat sebelum Origi keluar lapangan, Belgia lebih dulu menciptakan gol kelima melalui Dries Mertens. Origi sebetulnya sudah bersiap menyontek bola liar di depan gawang. Namun, Mertens berlari dari belakang dan menanduk si kulit bundar. Mertens lantas mengikuti jejak De Bruyne. Ia mengemas brace sekaligus menutup papan skor 3 menit berselang. Mertens mendapat umpan dari Steven Defour. Ia mengecoh Marc Vales dengan gerakan cutting inside dan mengakhiri aksinya dengan tembakan kencang.
3. Divock Origi mencetak gol terakhir untuk Belgia pada 12 November 2014
Gol terakhir Divock Origi untuk Belgia tercipta pada 12 November 2014. Ia membantu mereka menang 3-1 atas Islandia dalam laga uji coba yang berlangsung di Koning Boudewijnstadion. Seperti gol pertamanya, Origi membuatnya sebagai pengganti.
Belgia membuka papan skor lewat sundulan Nicolas Lombaerts pada menit 11. Namun, Islandia menyamakan kedudukan 2 menit berselang melalui Alfred Finnbogason. Origi lantas masuk ke lapangan pada awal babak kedua menggantikan Eden Hazard.
Belgia akhirnya kembali memimpin pada menit 62 berkat tembakan jarak jauh Origi. Romelu Lukaku mencetak gol pemungkas pada menit 73. Seperti Origi, Lukaku juga mulai bermain pada babak kedua dengan menggantikan Mousa Dembele.
Divock Origi mungkin hanya mencetak tiga gol untuk negaranya selama berkarier sebagai pesepak bola. Namun, jumlah yang minim tersebut tetap menghadirkan memori indah. Terlebih, gol debutnya tercipta di Piala Dunia dan menentukan kemenangan.