Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hasil 6 Musim Pertama Ipswich Town Bermain di Premier League
ilustrasi stadion (unsplash.com/pauloferrari)
  • Ipswich Town promosi ke Premier League 2026/2027 sebagai runner-up Championship 2025/2026, menandai musim ketujuh mereka di kasta tertinggi Inggris.
  • Pada tiga musim EPL pertama, Ipswich finis peringkat 16 pada 1992/1993, selamat di posisi 19 semusim kemudian, lalu terdegradasi sebagai juru kunci 1994/1995.
  • Setelah finis kelima pada 2000/2001, Ipswich terdegradasi pada 2001/2002 dan kembali turun usai menempati posisi 19 pada 2024/2025.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ipswich Town menjadi salah satu tim promosi di English Premier League (EPL) 2026/2027. The Blues naik kasta sebagai runner-up Championship Inggris 2025/2026. Ini menjadi musim ketujuh Ipswich bermain di EPL. Berikut enam hasil pengalaman pertamanya.

1. Ipswich Town berakhir di posisi 16 di EPL 1992/1993

Ipswich Town menjadi bagian dari edisi perdana Premier League pada 1992/1993. Mereka terlibat karena berhasil menjuarai kompetisi kasta kedua pada musim sebelumnya. Sebagai tim promosi, Ipswich terhitung cukup positif ketika memulai perjuangannya. Mereka memang hanya menang dua kali dalam delapan pertandingan pertama. Namun, enam lainnya berakhir seri. Setelah kalah 2-4 dari Oldham Athletic pada pekan 9, Ipswich lantas menjalani periode terbaiknya dalam 13 laga berikutnya. Mereka meraih 6 kemenangan, 6 keimbangan, dan hanya menelan 1 kekalahan.

Sayangnya, tim yang saat itu dilatih John Lyall ini mengalami kemunduran pada pekan 27—39. Mereka tidak pernah menang. Hasil terbaiknya hanya 4 seri dan kalah dalam 9 pertandingan lain. Beruntung, Ipswich menang 2-1 atas Nottingham Forest pada pekan pemungkas. Itu membuat mereka menutup musim di posisi 16 dengan 52 poin. Ipswich unggul 3 angka dari Crystal Palace yang menempati peringkat 20 sebagai batas zona degradasi dari total 22 peserta. Andai Palace mampu menang atas Arsenal pada laga terakhirnya, nasib Ipswich mungkin berbeda.

2. Ipswich Town selamat dari degradasi di EPL 1993/1994 dengan duduk di posisi 19

Ipswich hampir terdegradasi di Premier League 1993/1994. Mereka selamat usai duduk di posisi 19 yang merupakan batas aman terakhir. Ipswich mengumpulkan 43 poin. Mereka hanya unggul 1 angka dari Sheffield United dan 3 angka dari Oldham Athletic.

Keberhasilan Ipswich lolos dari turun kasta merupakan buah dari seri tanpa gol yang mereka petik ketika menghadapi Blackburn Rovers pada pekan terakhir. Pada saat yang sama, Sheffield kalah 2-3 dari Chelsea. Sementara, Oldham imbang 1-1 dengan Norwich City.

3. Ipswich Town menjadi juru kunci di EPL 1994/1995

Setelah 2 musim beruntun bertarung untuk selamat dari degradasi, Ipswich Town akhirnya tidak bisa menghindar dari nasib tersebut di Premier League 1994/1995. Mereka bahkan menjadi juru kunci. Ipswich berjarak hingga 21 poin dari zona aman.

Mereka total mengoleksi 27 poin. Ini berasal dari 7 kemenangan, 6 keimbangan, dan 29 kekalahan. Perubahan pelatih yang dilakukan manajemen pada Desember 1994 pun tidak berdampak. John Lyall digantikan George Burley. Namun, langkah ini berbuah manis pada masa depan.

4. Ipswich Town menembus peringkat kelima di EPL 2000/2001

Ipswich Town membutuhkan waktu selama 5 musim untuk kembali ke Premier League setelah terdegradasi pada 1994/1995. Mereka naik kasta pada 2000/2001 via play-off. Selama itu, mereka dilatih George Burley. Progres panjang Ipswich bersama Burley kemudian menghasilkan kejutan di klasemen akhir EPL 2000/2001.

Ipswich mampu bertengger di posisi kelima. Per 2025/2026, hanya ada tiga tim promosi dengan pencapaian lebih baik dari Ipswich dalam sejarah EPL. Ketiganya adalah Blackburn Rovers yang berakhir di posisi 4 pada 1992/1993, Newcastle United di posisi 3 pada 1993/1994, dan Nottingham Forest di posisi 3 pada 1994/1995.

5. Ipswich Town terdegradasi di EPL 2001/2002 akibat berakhir di posisi 18

Keberhasilan Ipswich Town berakhir di posisi kelima di Premier League 2000/2001 membuat mereka berhak bermain di UEFA Cup 2001/2002. Langkah Ipswich di kompetisi antarklub Eropa kasta kedua tersebut terhenti pada ronde ketiga. Mereka kalah dengan agregat 2-4 dari Inter Milan.

Sayangnya, Ipswich tidak mampu menjaga konsistensi di liga domestik. Hasilnya bahkan fatal. Setelah musim yang impresif, mereka justru terdegradasi di EPL 2001/2002 usai berakhir di posisi 18. Ipswich meraih 36 poin, berjarak 4 angka dari Sunderland yang ada di atasnya.

6. Ipswich Town hanya bisa berakhir di posisi 19 di EPL 2024/2025

Setelah terdegradasi pada 2001/2002, Ipswich Town akhirnya kembali ke Premier League 23 musim kemudian alias pada 2024/2025. Mereka naik ke kasta teratas dengan perjuangan yang begitu keras. Ipswich bukan hanya bermain di Championship, melainkan juga pernah turun hingga ke League One.

Sayangnya, Ipswich ternyata belum berada di level untuk bisa bersaing di EPL. Mereka langsung terdegradasi lagi pada akhir musim. Ipswich menutup EPL 2024/2025 di posisi 19. Sebagai catatan, Leicester City dan Southampton sebagai dua tim promosi lain juga mengalami nasib yang sama.

Ipswich bertengger di posisi 11 per pekan kelima EPL 2025/2026. Mereka meraih 6 poin dari hasil 2 kemenangan dan 3 kekalahan. Lantas, bakal seperti apa nasib Ipswich pada musim ketujuhnya bermain di EPL?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article