Sepak bola modern sangat memuja sosok sweeper-keeper. Mereka adalah tipe penjaga gawang yang tidak hanya diam di dalam kotak penalti, tetapi juga merangsek maju untuk memotong serangan balik. Jauh sebelum era Manuel Neuer atau Alisson Becker, dunia telah mengenal sosok Jan Jongbloed sebagai pionirnya.
Ia bukan kiper terbaik pada eranya jika penilaian yang digunakan adalah refleks cekatan seperti Lev Yashin. Namun, di bawah asuhan Rinus Michels pada Piala Dunia 1974, Jongbloed adalah kepingan penting dalam taktik totaalvoetbal Timnas Belanda. Sifat nyentrik membuatnya menjadi salah satu anomali dalam sejarah Piala Dunia.
