Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Viveza Criolla, Seni Permainan Sepak Bola Licik ala Argentina

Viveza Criolla, Seni Permainan Sepak Bola Licik ala Argentina
ilustrasi bola berlogo Argentina (pexels.com/Franco Monsalvo)
Intinya Sih
  • Viveza criolla lahir dari budaya Argentina yang berakar pada tradisi sastra picaresque Spanyol, menggambarkan kecerdikan dan kelicikan sebagai cara bertahan hidup di tengah tekanan sosial politik.
  • Dalam sepak bola, viveza criolla diwujudkan lewat aksi manipulatif seperti diving atau provokasi demi keuntungan tim, dianggap sah selama tidak terdeteksi wasit meski bertentangan dengan fair play.
  • Gol Tangan Tuhan Diego Maradona di Piala Dunia 1986 menjadi simbol nyata viveza criolla, menegaskan kecerdikan taktis Argentina yang tetap melekat hingga perjalanan mereka ke final Piala Dunia 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Argentina berhasil melenggang ke final Piala Dunia 2026. Perjalanan sang juara bertahan untuk kembali menapaki partai puncak tidak lepas dari kontroversi. Sejak awal turnamen, banyak yang menilai Argentina difavoritkan dengan beberapa pertandingan dianggap berjalan berat sebelah. Namun, ini bukan kali pertama Argentina dicap buruk seperti itu.

Ada satu filosofi yang melekat terhadap sepak bola Argentina, yakni viveza criolla. Ungkapan ini lahir dan menjadi akar kekuatan Argentina untuk menunjukkan kekuatannya di lapangan. Bagaimana sebenarnya lahirnya filosofi tersebut hingga menjadi dasar sepak bola Argentina?

1. Viveza criolla lahir dari tradisi sastra sebagai seni bertahan hidup

Viveza criolla berasal dari bahasa Spanyol yang berarti 'kecerdikan pribumi'. Secara harfiah, istilah ini awam di Amerika Latin sebagai seni bertahan hidup dengan menggunakan kelicikan, akal bulus tersembunyi, dan kemampuan melakukan manipulasi demi keuntungan pribadi. Filosofi tersebut melekat kuat kepada Argentina.

Label ini tidak terlepas dari kultur sosial politik masyarakat setempat, terutama di Buenos Aires. Para penduduknya dikenal dengan sebutan portenos. Mereka dianggap sebagai penyebab krisis politik, budaya, ekonomi, dan sosial di Argentina. Mereka mencoba membangkang dengan mengikuti jalur perlawanan paling kecil, mengabaikan aturan, serta kurangnya tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama. 

Untuk memahami viveza criolla lebih jauh, istilah ini tidak terlepas dari tradisi sastra di Spanyol yang dikenal dengan Picaresque pada abad ke-16. Ini merupakan genre fiksi petualangan episodik seorang penjahat atau pekerja kelas bawah dengan sebutan Picaro, yang berarti penipu cerdik. Sang tokoh digambarkan berpindah-pindah dari satu lingkungan ke lingkungan lainnya untuk bertahan hidup. Dengan kurangnya fisik dan uang, Picaro menggunakan kecerdasannya menghindari tanggung jawab dan mengelabui serta menentang penguasa.

2. Sebuah seni bermain licik demi mendapatkan keuntungan pribadi

Menurut antropolog Argentina, Eduardo P Archetti, yang dikutip dari Vice, viveza criolla bisa diartikan sebagai bentuk kecerdasan khusus melalui seni penipuan licik yang digunakan ketika diperlukan. Dalam konteks sepak bola, filosofi ini disimbolkan dengan perilaku segala cara untuk mendapatkan keuntungan. Sebut saja aksi semacam diving, sandiwara di atas lapangan, protes dan bermain keras, hingga tampil secara spartan demi bisa meraih kemenangan. 

Sepak bola Argentina berasal dari jalanan, umum seperti di negara Amerika Selatan lainnya. Ada batas moral yang mesti dijalankan ketika bermain. Namun, ini tidak berlaku jika viveza criolla sedang diterapkan. Kendati secara aturan bertentangan dengan fair play, selama wasit tidak menganggap pelanggaran, maka sah-sah saja untuk bermain dengan cara demikian.

Ambil contoh ketika pemain melakukan diving. Pemain bisa menjadi tokoh picaro dengan memainkan kecerdikannya untuk memanipulasi keputusan wasit. Sang pemain akan seolah-olah kesakitan jika situasi memungkinkan. Ditambah lagi, provokasi rekan setim bisa memengaruhi keputusan wasit. Tentunya, hal ini dilakukan demi mendapatkan keuntungan.

3. Gol Tangan Tuhan Diego Maradona menjadi contoh nyata viveza criolla

Salah satu bukti nyata contoh perilaku yang menggambarkan viveza criolla adalah gol Tangan Tuhan dari Diego Maradona. Momen ini terjadi ketika Argentina bertarung kontra Inggris pada perempat final Piala Dunia 1986. Maradona mencetak gol dengan bantuan tangan kirinya. Dengan sudut pandang wasit yang terbatas, gol ini disahkan meski pemain Inggris telah protes.

Maradona tidak secara gamblang mengakuinya. Ia justru menyebut gol tersebut dari kepalanya dengan sedikit bantuan tangan Tuhan. Hingga 60 tahun kemudian, istilah ini masih melekat di sepak bola. Meski kontroversial, Maradona merasa tidak bersalah sebab gol tetap disahkan. Bagi Argentina, gol tersebut menjadi aksi nyata dijalankannya viveza criolla. Alih-alih sebagai kecurangan, gol ini dianggap sebagai kecerdasan taktis yang murni. Sebaliknya, Inggris menganggap gol itu tidak selayaknya disahkan karena bertentangan dengan nilai fair play.

Argentina akhirnya menang 2-1 pada laga tersebut. Argentina juga keluar sebagai juara Piala Dunia 1986 dan gol Tangan Tuhan menjadi kisah yang mewarnai keberhasilan itu. Di luar sepak bola, duel tersebut menjadi simbol ketegangan politik yang terjadi antara Inggris dan Argentina setelah Perang Falklands pada 1982. Maradona menyebut gol Tangan Tuhan sebagai pembalasan simbolis atas kekalahan Argentina dari Britania Raya karena perang. Terlepas dari hal itu, gol Tangan Tuhan menjadi simbol besar Argentina dengan viveza criolla.

Pada akhirnya, viveza criolla melekat kuat pada Argentina. Di Piala Dunia 2026, mereka dianggap masih melakukan itu. Publik menyebut Argentina difavoritkan sejak pertandingan pertama, saat Lionel Messi menginjak kaki pemain Aljazair dan lepas dari sanksi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More