Piero Hincapie mendapat kartu merah ketika Ekuador kalah 0-2 dari Meksiko pada 32 besar Piala Dunia 2026. Kartu merah tersebut didapat Hincapie karena gestur menutup mulut ketika berbicara dengan pemain Meksiko, Santiago Gimenez. Hincapie sendiri tak hanya sekali diusir keluar lapangan ketika membela Ekuador. Berikut tiga kartu merah yang pernah diterima Hincapie bersama Ekuador per 1 Juli 2026:
3 Kartu Merah yang Diterima Piero Hincapie Bersama Ekuador

1. Piero Hincapie mendapat kartu merah pada Copa America 2026 melawan Argentina
Kartu merah pertama yang diterima Piero Hincapie ketika membela Ekuador terjadi pada perempat final Copa America 2021 menghadapi Argentina. Kartu merah tersebut diberikan setelah Hincapie menjatuhkan Angel Di Maria. Wasit awalnya hanya memberikan kartu kuning. Setelah pengecekan ulang dengan Video Assistant Referee (VAR), wasit memberikan kartu merah karena Hincapie menjadi pemain terakhir di garis pertahanan Ekuador.
Pelanggaran tersebut membuahkan tendangan bebas bagi Argentina. Eksekusi manis dari Lionel Messi membuat Ekuador kalah dengan skor mencolok 0-3. Sebelumnya, Ekuador lebih dulu kebobolan melaui gol yang masing-masing dicetak Lautaro Martinez dan Rodrigo De Paul.
Kekalahan tersebut membuat Ekuador gagal melangkah ke semifinal. Kali terakhir Ekuador mencapai babak tersebut terjadi pada 1993. Mereka takluk 0-2 dari Meksiko dan gagal melaju ke final.
2. Piero Hincapie diusir keluar lapangan ketika menghadapi Kolombia di kualifikasi Piala Dunia 2026
Ekuador bertemu Kolombia pada kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONMEBOL. Ekuador yang berstatus sebagai tim tamu mencetak gol cepat pada menit ketujuh melalui Enner Valencia. Gol tersebut dicetak setelah Valencia melewati beberapa pemain Kolombia sendirian.
Petaka menghampiri Ekuador pada menit ke-34. Piero Hincapie melakukan pelanggaran terhadap Jhon Cordoba. Wasit langsung memberikan kartu merah karena Hincapie dianggap menghalangi peluang mencetak gol.
Ekuador yang bermain dengan sepuluh pemain sanggup menjaga keunggulan. Skor 1-0 tak berubah hingga pertandingan berakhir. Tambahan tiga poin tersebut membuat Ekuador naik ke posisi ketiga menggeser Kolombia ke posisi keempat.
Kedua tim pada akhirnya berhasil lolos ke Piala Dunia 2026. Ekuador yang mengoleksi 29 poin berada di peringkat kedua di belakang Argentina. Sementara, Kolombia yang terpaut satu poin dari Ekuador finis ketiga.
3. Piero Hincapie mendapat kartu merah karena gestur menutup mulut menghadapi Meksiko pada 32 besar Piala Dunia 2026
Ekuador berjumpa tuan rumah, Meksiko, pada 32 besar Piala Dunia 2026. Ekuador tertinggal pada menit ke-22 melalui sontekan Julian Quinones. Pada menit ke-31, Meksiko menggandakan keunggulan berkat aksi Raul Jimenez.
Ekuador yang tertinggal mulai mengambil alih jalannya pertandingan. Anak asuh Sebastian Beccacece melancarkan berbagai serangan. Namun, rapatnya lini pertahanan Meksiko membuat Ekuador tak kunjung mencetak gol.
Pada injury time babak kedua, Piero Hincapie terlihat melakukan gestur menutup mulut ketika berbicara kepada pemain Meksiko, Santiago Gimenez. Menurut aturan terbaru FIFA, gestur tersebut membuat sang pemain mendapat hukuman kartu merah. Alhasil Hincapie diusir keluar lapangan setelah wasit memastikan melalui VAR.
Hincapie menjadi pemain kedua yang mendapat kartu merah setelah melakukan gestur tersebut. Sebelumnya, kartu merah juga diberikan kepada pemain Paraguay, Miguel Almiron, karena hal yang sama. Namun, saat itu Paraguay berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Turki.
Aturan tersebut diterapkan setelah insiden antara Gianluca Prestianni dan Vinicius Jr pada pertandingan Liga Champions 2025/2026 antara Benfica vs Real Madrid. Saat itu, Prestianni dituduh melakukan rasis kepada Vinicius. Namun, hal tersebut sulit dibuktikan karena Prestianni menutup mulutnya dengan baju. Untuk mencega hal tersebut terjadi, pemain dilarang melakukan gestur menutup mulut ketika berbicara kepada lawan.
Piero Hincapie sudah mendapat tiga kartu merah selama membela Ekuador. Dua kartu merah pertama diberikan karena melakukan pelanggaran di garis terakhir pertahanan. Sementara, kartu merah ketiga diberikan karena melakukan gestur terlarang.