Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Pemain yang Cetak Gol ke Gawang Belanda di Piala Dunia 2026

5 Pemain yang Cetak Gol ke Gawang Belanda di Piala Dunia 2026
ilustrasi pertandingan sepak bola (unsplash.com/Jannik)
Intinya Sih
  • Belanda gagal meraih gelar Piala Dunia 2026 setelah tersingkir di babak 32 besar usai kalah adu penalti dari Maroko.
  • Dalam empat laga, gawang Belanda kebobolan oleh lima pemain berbeda: Keito Nakamura, Daichi Kamada, Anthony Elanga, Hazem Mastouri, dan Issa Diop.
  • Kegagalan mencatatkan clean sheet menyoroti kelemahan pertahanan Belanda meski tampil dominan di fase grup sebagai juara Grup F.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tim Nasional Belanda dipastikan gagal merengkuh gelar juara Piala Dunia 2026. De Oranje bahkan hanya mampu melangkah hingga babak 32 besar. Kekalahan dari Maroko lewat adu penalti menutup kiprah tim besutan Ronald Koeman di ajang 4 tahunan ini. Pada fase grup, Belanda tampil dominan hingga mengakhiri perjuangan sebagai juara grup F, mengungguli Jepang, Swedia, serta Tunisia. 

Kegagalan untuk mencatatkan clean sheet dalam empat laga yang dilewati menjadi catatan penting bagi Belanda di ajang ini. Ini menunjukkan kekurangan yang dimiliki skuad besutan Ronald Koeman. Dari 4 laga, ada 5 pemain yang menjebol gawang mereka pada waktu normal laga.

1. Gol Keito Nakamura dan Daichi Kamada membawa Jepang imbang dengan Belanda

Keito Nakamura menjadi pemain pertama yang menjebol gawang Belanda. Ia mencetak gol untuk Jepang pada menit 57 yang sekaligus menjadi penyama kedudukan 1-1. Pemain Stade Reims tersebut melakukannya dengan sepakan kaki kanan berkat umpan Takefusa Kubo.

Setelah Belanda kembali unggul pada menit 64, Daichi Kamada menjadi penyelamat bagi Jepang. Bola sundulan Koki Ogawa sempat mengenai dirinya sebelum masuk ke gawang. Skor 2-2 lantas menjadi akhir dari duel Belanda kontra Jepang pada laga pertama grup F, hingga kedua tim harus berbagi poin.

2. Anthony Elanga mencetak gol untuk Swedia pada laga kedua

Belanda meraih poin penuh dengan keunggulan telak pada laga kedua. Pasukan Ronald Koeman melibas Swedia dengan skor 5-1. Satu-satunya gol yang bersarang di gawang De Oranje tercipta lewat aksi Anthony Elanga.

Gol Elanga hadir pada menit 59 dan sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 1-4. Ia menyambut umpan Alexander Isak dengan sprint kencang mengungguli tiga pemain Belanda. Elanga lalu melepaskan finishing dengan sepakan kaki kiri yang tak mampu diselamatkan Bart Verbruggen.

3. Hazem Mastouri memperkecil ketertinggalan Tunisia ketika bertemu Belanda

Belanda kembali kebobolan satu gol pada laga ketiga meski pada akhirnya tetap meraih kemenangan 3-1 atas Tunisia. Satu-satunya gol Tunisia hadir lewat aksi Hazem Mastouri pada menit 54. Gol itu membuat Tunisia tertinggal 1-2 oleh dua gol cepat Belanda. 

Gol yang bersarang di gawang Belanda kali ini berawal dari sepak pojok. Eksekusi Hannibal menghampiri Mastouri yang berhasil lepas dari penjagaan ketat pemain Belanda. Ia menyundul bola ke sisi kanan gawang dan tak mampu dijangkau Bart Verbruggen

4. Gol Issa Diop menjadi salah satu faktor kegagalan Belanda pada babak 32 besar

Belanda sempat unggul lebih dahulu ketika bertemu Maroko pada babak 32 besar. Sayangnya, pertahanan mereka kecolongan oleh gol Issa Diop pada injury time babak kedua. Gol itu menjadi penyebab hadirnya adu penalti yang berakhir dengan kegagalan bagi De Oranje.

Gol Diop hadir berkat umpan lambung Chemsdine Talbi dari sisi kiri lini serang Maroko. Ia awalnya mendapat pengawalan yang cukup dekat oleh Virgil van Dijk. Namun, Diop melakukan scanning singkat yang cukup baik hingga mampu menyambut bola dengan sempurna. Jarak yang begitu dekat dan laju bola yang kencang membuat Bart Verbruggen tak mampu menepis bola dan menyelamatkan gawangnya. 

Kegagalan mencatatkan clean sheet dalam empat pertandingan menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi Belanda selepas Piala Dunia 2026. Meski tampil produktif dan mampu menyapu bersih fase grup sebagai juara, rapuhnya lini pertahanan pada momen-momen krusial berujung pada langkah yang terhenti lebih cepat dari perkiraan. Dengan demikian, pendukung De Oranje harus kembali bersabar untuk melihat tim mereka meraih trofi pertama di Piala Dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra

Related Articles

See More