Inggris kembali mengalami ironi pada semifinal Piala Dunia. Mereka kalah comeback dari Argentina pada 2026 ini akibat kecolongan dua gol pada menit-menit terakhir pertandingan. Sebelumnya, The Three Lions juga tumbang pada babak empat besar kompetisi terakbar dengan tidak kalah mengenaskannya. Itu terjadi pada edisi 1990 dan 2018.
3 Kekalahan Inggris pada Semifinal Piala Dunia, Selalu Ironis

1. Inggris kalah comeback 1-2 dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026
Inggris kalah 1-2 dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026. Bertanding di Atlanta Stadium, Amerika Serikat, pada 15 Juli, mereka sempat menggenggam tiket final karena mampu unggul terlebih dahulu. Sang kapten, Harry Kane, mengorkestra gol pemecah kebuntuan pada menit 55. Ia mengirim umpan panjang kepada Morgan Rogers yang berlari di kanan. Rogers kemudian mengirim crossing ke kiri. Anthony Gordon lantas muncul dari area blindside Nahuel Molina dan berhasil menyontek bola pada sentuhan pertama.
Sayangnya, perjuangan keras para pemain Inggris menjaga gawangnya dari kebobolan akhirnya dapat dipatahkan mulai menit 85. Gol penyama kedudukan Argentina tercipta dari skema sepak pojok. Lionel Messi memberikan umpan pendek kepada Rodrigo De Paul. Kapten Tim Tango itu kemudian menerima backpass. Messi lantas menggiring bola beberapa langkah sebelum memberikan si kulit bundar kepada Enzo Fernandez yang berdiri di luar kotak penalti. Fernandez menuntaskan peluang dengan tembakan placing yang akurat.
Mimpi buruk tersebut pun kemudian terjadi pada menit 90+2. Lautaro Martinez mencetak gol yang mengeliminasi Inggris usai menanduk crossing dari Messi. Meski begitu, Inggris sebetulnya layak menelan kekalahan ini. Sebab, mereka memilih bertahan total setelah mencetak gol. Itu terlihat dari pergantian yang dilakukan sang pelatih, Thomas Tuchel. Ia menarik keluar Gordon pada menit 72 dan memasukkan Ezri Konsa. Tuchel lantas memainkan Dan Burn dan Nico O’Reilly pada menit 82 untuk menggantikan Reece James dan Declan Rice.
2. Inggris juga menyerah comeback 1-2 dari Kroasia pada semifinal Piala Dunia 2018
Sebelum 2026, Inggris juga kalah comeback dengan skor 1-2 pada semifinal Piala Dunia 2018. Namun, mereka merasakannya melalui babak tambahan. Inggris berjumpa Kroasia di Luzhniki Stadium, Rusia, pada 11 Juli. Mereka mampu memimpin cepat pada menit kelima lewat tendangan bebas indah Kieran Trippier.
Inggris lantas kehilangan keunggulannya itu pada menit 68. Ivan Perisic berhasil menyontek crossing dari Sime Vrsaljko menggunakan kaki kirinya. Perisic menuntaskan umpan tersebut usai muncul dari belakang dan mendahului Kyle Walker yang sudah menjatuhkan badannya untuk bersiap melakukan clearance dengan kepalanya.
Tim yang saat itu dilatih Gareth Southgate tersebut akhirnya harus menyerahkan tiket final kepada Kroasia akibat gol pada menit 109. Semua berawal dari keberhasilan Perisic memenangi duel udara melawan Trippier. Bola kemudian masuk ke kotak penalti dan diselesaikan Mario Manduzkic. Pada momen ini, giliran John Stones yang tidak menyadari pergerakan lawannya.
3. Inggris dibekuk Jerman Barat lewat adu penalti pada semifinal Piala Dunia 1990
Kekalahan perdana Inggris pada semifinal Piala Dunia terjadi pada 1990. Mereka gagal ke final pada edisi ini akibat kalah dari Jerman Barat lewat babak adu penalti. Keduanya bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Mereka bertarung di Delle Alpi, Italia, pada 4 Juli.
Jerman Barat unggul lebih dulu lewat gol Andreas Brehme pada menit 60. Olaf Thon mengambil tendangan bebas dan memberikan umpan pendek. Brehme kemudian menghajar bola dengan kaki kiri. Si kulit bundar membentur pagar betis dan mengecoh Peter Shilton.
Inggris kemudian menyamakan kedudukan pada menit 80. Gary Lineker mampu memaksimalkan kemelut di kotak penalti. Inggris akhirnya kalah pada babak adu penalti akibat eksekusi Stuart Pearce yang ditahan Bodo Illgner dan sepakan keras Chris Waddle yang melambung.
Kutukan Inggris pada semifinal Piala Dunia belum juga terhenti hingga 2026 ini usai menjadi juara pada 1966. Kala itu, mereka menang 2-1 atas Portugal. Inggris kemudian berjaya di tanah sendiri usai menaklukkan Jerman Barat 4-2 lewat babak tambahan pada final.