Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi kandang Galatasaray, Ali Sami Yen Spor Kompleksi RAMS Park
ilustrasi kandang Galatasaray, Ali Sami Yen Spor Kompleksi RAMS Park (pexels.com/HasanHüseyinAycan)

Intinya sih...

  • Juventus kalah 0-2 dari Galatasaray pada fase grup UCL 2003/2004.

  • Galatasaray menang 1-0 atas Juventus pada fase grup UCL 2013/2014.

  • Galatasaray mengalahkan Juventus dengan skor 5-2 pada leg pertama playoff 16 besar UCL 2025/2026.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Juventus memiliki rekor buruk ketika menghadapi Galatasaray dalam pertandingan tandang Liga Champions Eropa (UCL). La Vecchia Signora menelan 3 kekalahan dan 1 berimbang sejak UCL 1998/1999. Salah satunya Juventus sampai kebobolan lima kali ketika kalah dari Galatasaray.

Berikut catatan tiga kekalahan terakhir Juventus dari Galatasaray dalam laga tandang UCL.

1. Juventus takluk 0-2 dari Galatasaray pada fase grup UCL 2003/2004

Juventus dan Galatasaray tergabung dalam grup D pada Liga Champions Eropa (UCL) 2003/2004. La Vecchia Signora menang 2-1 atas Galatasaray dalam pertemuan pertama di kandangnya, stadion Olimpico di Torino. Galatasaray dijadwalkan menjamu Juventus dalam pertemuan kedua fase grup D pada 2 Desember 2003. Namun, situasi Turki kala itu tengah mencekam akibat serangan terorisme pada November 2003. Alhasil, UEFA memutuskan memindahkan laga kandang Galatasaray kontra Juventus ke stadion milik Borussia Dortmund, Signal Iduna Park, sebagai venue netral.

Meski begitu, momen tersebut tidak menurunkan semangat Galatasaray asuhan Fatih Terim kala menghadapi Juventus. Hakan Sukur kala itu menjabat sebagai kapten memimpin rekan-rekannya di Galatasaray dalam laga ini. Sementara itu, Juventus asuhan Marcelo Lippi menurunkan beberapa pemain pelapis, seperti Marco Di Vaio, Enzo Maresca, dan Antonio Conte. Pertandingan ini dimenangkan Galatasaray dengan skor 2-0 berkat brace Hakan Sukur.

2. Galatasaray menang 1-0 atas Juventus pada fase grup UCL 2013/2014

Galatasaray kembali berada satu grup dengan Juventus pada Liga Champions 2013/2014. Kedua tim bermain imbang 2-2 dalam pertemuan pertama di kandang Juventus, Allianz Stadium, pada 2 Oktober 2013. Galatasaray kemudian menjamu Juventus di kandangnya, Ali Sami Yen Sports Complex RAMS Park, pada 11 Desember 2013. Galatasaray yang kala itu dilatih Roberto Mancini mengandalkan para pemain veteran, macam Didier Drogba, Wesley Sneijder, Albert Riera, dan Felipe Melo. Sementara itu, Juventus asuhan Antonio Conte memainkan Carlos Tevez, Fernando Llorente, dan Paul Pogba sejak menit pertama.

Pertandingan berlangsung alot dan kedua tim gagal mencetak gol pada babak pertama. Galatasaray akhirnya memecah kebuntuan usai Wesley Sneijder memaksimalkan umpan matang Didier Drogba pada menit ke-85. Juventus gagal mencetak gol balasan sehingga Galatasaray mampu mempertahankan keunggulan 1-0 sampai laga berakhir.

3. Galatasaray mengalahkan Juventus dengan skor 5-2 pada leg pertama playoff 16 besar UCL 2025/2026

Galatasaray menghadapi Juventus dalam laga playoff 16 besar Liga Champions 2025/2026. Galatasaray menjamu Juventus di kandangnya terlebih dahulu pada leg pertama pada 17 Februari 2026. Pelatih Galatasaray, Okan Buruk, mengandalkan Victor Osimhen, Noa Lang, dan Lucas Torreira, sebagai starter. Di sisi lain, pelatih Juventus, Luciano Spaletti, menempatkan Weston McKennie sebagai false nine didampingi Kenan Yildiz dan Francisco Conceicao dalam formasi 4-3-3.

Galatasaray unggul terlebih dahulu lewat gol Gabriel Sara pada menit ke-15. Juventus mampu membalas dua gol lewat brace Teun Koopmeiners pada menit ke-16 dan 32. Galatasaray tampil lebih agresif dalam melancarkan serangan. Alhasil, mereka mampu membalikkan keadaan dengan mencetak empat gol balasan lewat brace Noa Lang, Davinson Sanchez, dan Sacha Boey. Galatasaray berhasil menang telak 5-2 atas Juventus di laga ini.

Dari tiga pertandingan di atas, kekalahan Juventus 2-5 dari Galatasaray pada leg pertama playoff 16 besar UCL 2025/2026 menjadi yang terburuk. Sebab, gawang La Vecchia Signora sampai kebobolan lima gol di laga tersebut. Terlebih lagi, kekalahan tersebut membuat Juventus wajib menang dengan selisih tiga gol tanpa balas di kandangnya, Allianz Stadium, pada leg kedua. Mampukah La Vecchia Signora bangkit dari kekalahan tersebut dan membalikkan agregat pada leg kedua playoff 16 besar UCL 2025/2026?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team