Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Menarik saat Juventus Dibantai Galatasaray di UCL 2025/2026

ilustrasi Juventus
ilustrasi Juventus (unsplash.com/Isaac Maffeis)
Intinya sih...
  • Juventus kebobolan lima gol pertama kali sejak 1958
  • Galatasaray mencetak lima gol pertama kali sejak 1989
  • Juventus menjadi klub Italia pertama yang tiga kali dikalahkan Galatasaray
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Juventus terancam tersingkir dari UEFA Champions League (UCL) 2025/2026. Bertandang ke markas Galatasaray pada leg pertama playoff fase knockout, Juventus terbantai 2-5. Bianconeri sempat unggul 2-1 saat turun minum. Namun, Galatasaray mencetak empat gol pada babak kedua untuk membukukan comeback plus mempermalukan tim tamu.

Hasil tersebut membuat langkah Juventus ke babak 16 besar akan berat. Mereka harus menang dengan selisih empat gol atau lebih pada leg kedua di Turin untuk melaju. Selain itu, skor 5-2 juga tak umum dialami Juventus maupun Galatasaray di Liga Champions. Alhasil, ada sejumlah fakta menarik yang tercipta, misalnya lima fakta berikut.

1. Juventus pertama kali kebobolan lima gol atau lebih di kompetisi Eropa sejak 1958

Dibobol lima kali atau lebih dalam satu laga kompetisi Eropa adalah momen langka bagi Juventus. Sepanjang sejarah, mereka baru dua kali mengalaminya. Kekalahan 2-5 dari Galatasaray adalah yang kedua. Sementara, momen pertama terjadi di Liga Champions 1958/1959 alias musim debut mereka di kompetisi tersebut.

Juventus saat itu bertemu klub Austria, Wiener Sport-Club, pada babak preliminary alias pendahulu putaran pertama. Pada leg pertama di Turin, Juventus menang 3-1. Namun, mereka dihajar 0-7 pada laga kedua hingga tersingkir. Itu masih menjadi kekalahan terbesar Juventus di kompetisi Eropa hingga kini.

2. Galatasaray pertama kali mencetak lima gol dalam satu laga Liga Champions sejak 1989

Sebaliknya, Galatasaray baru dua kali mencetak lima gol dalam satu laga babak utama Liga Champions. Sebelum melawan Juventus, pertama kali mereka melakukannya adalah pada 1988/1989. Galatasaray saat itu bertemu wakil Swiss, Neuchatel Xamax, pada babak 16 besar.

Pada laga pertama di Swiss, Galatasaray dihajar 0-3. Namun, mereka mampu membuat comeback luar biasa pada leg kedua di Turki dengan menang 5-0. Galatasaray unggul agregat 5-3 dan lolos. Mereka bahkan terus melaju hingga semifinal sebelum disingkirkan Steaua Bucuresti. Hingga kini, itu masih menjadi capaian terjauh Galatasaray di Liga Champions.

3. Juventus menjadi klub Italia pertama yang tiga kali dikalahkan Galatasaray

Kekalahan 2-5 dari Galatasaray juga menegaskan rekor buruk Juventus melawan sang raksasa Turki. Per 18 Februari 2026, kedua tim sudah tujuh kali bertemu, semuanya di Liga Champions. Hasilnya, Galatasaray unggul dengan tiga kemenangan. Juventus hanya bisa menang 1 kali dan bermain imbang dalam 3 laga lainnya.

Sebelum 2025/2026, Galatasaray pernah membekuk Juventus di UCL 2003/2004 dan 2013/2014. Juventus pun menjadi klub Italia pertama yang tiga kali dikalahkan Galatasaray. Sang wakil Turki juga pernah mengalahkan AC Milan dan Lazio, tetapi masing-masing hanya dua kali.

4. Noa Lang menjadi pemain pertama yang membuat dua gol pada debut di UCL bersama Galatasaray

Ada pula raihan pribadi seorang pemain Galatasaray dalam kemenangan 5-2 atas Juventus. Pemain tersebut adalah Noa Lang, winger Belanda yang baru dipinjam Galatasaray dari Napoli pada Januari 2026. Lang sudah tampil tiga kali di Super Lig Turki sejak itu. Namun, debutnya di UCL bareng Galatasaray baru terjadi pada laga kontra Juventus.

Hasilnya, Lang bersinar dengan torehan brace. Lang pun menjadi pemain pertama yang mencetak dua gol saat debut di UCL bersama Galatasaray. Beberapa pemain lain pernah mewarnai debutnya di UCL bareng Galatasaray dengan gol, misalnya Sacha Boey dan Victor Osimhen. Namun, mereka masing-masing hanya membuat satu gol.

5. Juventus untuk kedua kalinya kalah dengan selisih tiga gol pada leg pertama fase knockout UCL

Juventus bakal mengemban misi sulit pada leg kedua di Turin, Kamis (26/2) dini hari WIB nanti. Mereka wajib membalikkan selisih tiga gol jika ingin lolos ke babak 16 besar. Bagi Bianconeri, ini adalah kali kedua mereka mengalami situasi demikian di UCL. Momen pertama mereka alami pada babak perempat final 2017/2018.

Juventus saat itu menghadapi Real Madrid dan terbantai 0-3 pada leg pertama di Italia. Kans Si Nyonya Tua melakukan comeback di Madrid pun terbilang mustahil. Ajaibnya, Juventus ternyata hampir berhasil. Mereka sempat unggul 3-0 di Santiago Bernabeu hingga waktu normal berakhir dan hampir membawa laga ke babak tambahan.

Sialnya, Juventus kebobolan lagi pada menit 97. Real Madrid mendapat hadiah penalti yang sebenarnya terbilang kontroversial. Eksekusi Cristiano Ronaldo pun memastikan tersingkirnya Juventus. Meski demikian, kiprah Bianconeri saat itu tetap fenomenal karena nyaris menghasilkan comeback luar biasa.

Laga pertama Galatasaray melawan Juventus di UCL 2025/2026 diwarnai sejumlah fakta menarik. Leg kedua patut dinantikan karena berpotensi kembali menyajikan pertarungan seru. Bukan mustahil, bakal ada sejumlah rekor baru lagi yang tercipta pada laga nanti.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More

3 Pemain Brasil Real Madrid yang Cetak Gol di Markas Klub Portugal

18 Feb 2026, 14:14 WIBSport