Igor Tudor mengubah sistem permainan Tottenham dari 4 bek menjadi 3 bek. Padahal, The Lilywhites selalu bermain dengan formasi empat bek selama dilatih Ange Postecoglu pada 2023--2025 dan Thomas Frank pada paruh pertama 2025/2026. Perubahan sistem permainan secara mendadak pada pertengahan musim membuat para pemain kesulitan beradaptasi. Akibatnya, Tottenham menelan 4 kekalahan dan 1 kali berimbang tanpa meraih kemenangan dalam 5 laga Premier League. Parahnya lagi, The Lilywhites mencatat 13 kali kebobolan dan hanya mencetak 4 gol di EPL.
Salah satu alasan sistem permainan tiga bek tidak berjalan karena penempatan posisi pemain yang kurang tepat. Dalam kekalahan Tottenham 1-3 dari Crystal Palace, Tudor memainkan Archie Gray yang merupakan gelandang bertahan menjadi wing back kanan. Sementara itu, Pedro Porro yang seorang bek kanan murni dengan karakter menyerang malah dimainkan sebagai bek tengah sisi kanan.
Di lini depan, Tudor menurunkan Mathys Tel dan Randal Kolo Muani di belakang Dominic Solanke. Akibatnya, Tottenham kehilangn kreativitas karena ketiga pemain tersebut memiliki karakter yang berbeda. Tel tipikal penyerang yang melebar, sementara Solanke dan Kolo Muani beberapa kali kesulitan dalam bertukar posisi. Keputusan taktis kurang tepat menjadi faktor kegagalan Tudor selama melatih Tottenham.