Menanti Sosok yang Mampu Selamatkan Tottenham pada 2025/2026

- Tottenham Hotspur memulai musim 2025/2026 dengan menunjuk Thomas Frank menggantikan Ange Postecoglou, namun performa tak stabil membuatnya dipecat setelah mencatat 13 kemenangan dari 38 laga.
- Igor Tudor ditunjuk sebagai pengganti untuk menyelamatkan Spurs dari zona degradasi, tetapi hanya meraih satu kemenangan dalam tujuh laga dan gagal membawa tim bangkit di Premier League maupun Liga Champions.
- Setelah pemecatan Tudor, Bruno Saltor menjadi pelatih interim sementara rumor kuat mengarah ke Roberto De Zerbi sebagai kandidat utama meski proses perekrutannya diprediksi akan berjalan rumit.
Tottenham Hotspur mengalami periode yang begitu sulit pada 2025/2026. Setelah memulai musim dengan kekalahan di UEFA Super Cup, mereka juga akhirnya tersingkir dari FA Cup, Carabao Cup, dan Liga Champions Eropa. Situasi tersebut diperparah dengan performa buruk hingga terancam terdegradasi dari English Premier League.
Menjelang akhir musim, Spurs mencari sosok yang mampu menyelamatkan tim dari lubang jarum. Igor Tudor resmi menutup perjalanan singkatnya sebagai pelatih pada 29 Maret 2026 usai hanya mempersembahkan 1 kemenangan dari 7 laga. Memasuki masa-masa kritis, siapa yang akan ditunjuk untuk memegang kendali sebagai juru taktik agar tetap bertahan di kasta teratas?
1. Thomas Frank dipecat Tottenham Hotspur setelah mengawal tim dalam 38 laga
Tottenham Hotspur memulai musim 2025/2026 dengan pergantian sosok di kursi kepelatihan. Mereka menunjuk Thomas Frank untuk menggantikan Ange Postecoglou yang dipecat meski sukses mempersembahkan gelar juara Europa League, yang sekaligus mengakhiri puasa gelar yang telah berlangsung sejak 2008. Frank yang memiliki pengalaman menangani Brentford diikat kontrak berdurasi 3 musim hingga 2028 mendatang.
Bersama Frank, Spurs memainkan 38 laga di berbagai ajang. Dominic Solanke dan kolega mencatatkan 13 kemenangan, 10 keimbangan, dan 15 sisanya berakhir dengan kekalahan. Namun, statistik itu tak membuat sang juru taktik bertahan lama.
Spurs resmi memecat Frank pada 11 Februari 2026. Itu terjadi usai anak asuhnya menorehkan tren negatif dalam beberapa laga terakhir. Setelah imbang dengan Manchester City dan kalah 0-2 dari Manchester United dalam dua laga beruntun di Premier League, Frank menutup perjalanannya dengan kekalahan 1-2 dari Newcastle United.
2. Igor Tudor dipecat setelah hanya meraih 1 kemenangan dalam 7 laga
Tottenham Hotspur begitu dekat dengan zona degradasi Premier League ketika memecat Thomas Franks dari jabatannya sebagai pelatih. Mereka bertengger di peringkat 16 dengan 29 poin. Untuk menyelamatkan tim, manajemen memilih Igor Tudor sebagai penggantinya. Ia dianggap memiliki reputasi apik dalam menyelamatkan tim dari krisis.
Sebelumnya, Tudor beberapa kali ditunjuk sebagai penyelamat tim dari krisis. Salah satu klub yang merasakan sentuhan magisnya ialah Udinese. Pria asal Kroasia itu menyelamatkan mereka dari degradasi di Serie A Italia dalam 2 musim beruntun pada 2017–2019.
Sayangnya, tudor tak mampu mengukir kisah manis bersama Spurs. Bersamanya, Xavi Simons dan kolega semakin tersungkur di Premier League. Mereka turun ke peringkat 17 dengan hanya meraih 1 poin dalam 5 laga dengan rincian 1 keimbangan dan 4 sisanya berakhir dengan kekalahan.
Bersama Tudor, Spurs juga dipastikan tersingkir dari Liga Champions. Langkah mereka terhenti usai kalah agregat 5-7. Setelah kalah 2-5 pada leg pertama babak 16 besar, tim besutan Tudor hanya menang 3-2 pada leg kedua sebagai tim tuan rumah.
3. Roberto De Zerbi dikabarkan sebagai calon kuat pengganti Igor Tudor
Kepergian Igor Tudor meninggalkan lubang besar di kursi kepelatihan. Bruno Saltor telah ditunjuk untuk menangani tim sebagai pelatih interim. Ia sebelumnya berstatus sebagai asisten pelatih.
Dengan waktu yang semakin menipis bagi Tottenham Hotspur di Premier League, beberapa nama muncul untuk mengisi kursi kepelatihan. Ada Robbie Keane yang merupakan mantan penyerang Spurs yang kini menjadi manajer di klub Hungaria. Selain itu, muncul juga nama Sean Dyche yang memiliki pengalaman di Premier League dan Adi Huetter sebagai sosok berpengalaman di Bundesliga Jerman.
Namun, rumor paling kencang mengarah ke Roberto De Zerbi. Juru taktik asal Italia itu tengah berstatus tanpa klub sejak berpisah dengan Marseille pada Februari 2026. Ia juga memiliki rekam jejak apik di Premier League ketika menangani Brighton & Hove Albion.
Meski menjadi kandidat terkuat, peluang Roberto De Zerbi untuk menangani Tottenham Hotspur dalam waktu dekat tidak sepenuhnya mulus. Pelatih asal Italia itu memang sudah tidak terikat kontrak dengan klub mana pun sejak berpisah dengan Marseille, namun ia dikabarkan hanya bersedia kembali melatih pada musim panas mendatang. Selain itu, sebagian kelompok suporter Spurs juga memberikan respons yang kurang positif terhadap potensi penunjukannya. Situasi tersebut membuat proses perekrutan De Zerbi berpotensi lebih rumit dari yang diperkirakan sebelumnya.
Dengan situasi yang semakin genting, keputusan Tottenham Hotspur dalam menunjuk pelatih baru akan sangat menentukan nasib mereka di sisa musim ini. Manajemen dituntut bergerak cepat sekaligus tepat agar tim tidak semakin terpuruk dan mampu keluar dari ancaman degradasi. Siapa pun sosok yang akhirnya dipercaya, tantangan besar sudah menanti untuk mengembalikan stabilitas serta kepercayaan diri skuad.


















