Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Struktur Kepemilikan Folago Disorot Jelang OTT TVRI 2026
TVRI gandeng Folaplay untuk siaran OTT Piala Dunia 2026. (Dok. TVRI).
  • PT Folago Global Nusantara ditunjuk sebagai mitra TVRI untuk layanan OTT Piala Dunia 2026, namun publik meragukan kesiapan aplikasi Folaplay yang belum diluncurkan.
  • Folago bertransformasi dari pengembang perangkat lunak menjadi perusahaan digital setelah serangkaian akuisisi dan pergantian nama, kini fokus pada ekosistem streaming, konten, dan teknologi AI.
  • Meski muncul isu afiliasi dengan Haji Isam, data resmi menunjukkan kendali perusahaan berada di tangan PT Matra Tri Abadi dan Subioto Jingga sebagai pemilik manfaat akhir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Folago Global Nusantara menjadi perbincangan hangat di media sosial X usai diumumkan jadi mitra TVRI untuk layanan Over The Top (OTT) siaran Piala Dunia 2026, Rabu (20/5/2026).

Ada beberapa soal yang diperdebatkan di media sosial, salah satunya perihal teknis. Keraguan publik muncul karena aplikasi Folaplay, platform Folago yang akan menyiarkan pertandingan Piala Dunia 2026 belum diluncurkan.

Aplikasi tersebut rencananya baru tersedia di Play Store dan App Store pada awal Juni 2026. Dengan persiapan yang terdengar mendadak, publik mempertanyakan apakah server streaming mereka dapat terhindar dari gangguan andai mendapat lonjakan pengguna, khususnya saat menyiarkan duel panas.

Sorotan publik mengarah pada spekulasi mengenai dugaan afiliasi perusahaan dengan sejumlah tokoh berpengaruh. Salah satunya adalah Andi Syamsuddin Arsyad, alias Haji Isam. Lantas, seperti apa kebenarannya?

1. Berawal dari perusahaan perangkat lunak, berubah jadi bisnis digital

Folago sebelumnya bernama PT Aviana Semesta Anugerah. Perusahaan itu berdiri pada 2011 sebagai pengembang perangkat lunak untuk memantau transaksi keuangan.

Perubahan besar terjadi setelah perusahaan dengan kode saham IRSX tersebut mengakuisisi PT Tiger Wong Internasional dan PT Jaya Gemilang Wong, perusahaan yang notabene dimiliki artis Baim Wong.

Akuisisi tersebut mengubah arah bisnis perusahaan dari pengembangan perangkat lunak menjadi sektor digital, teknologi, hingga manajemen kreator konten.

Nama Folago resmi digunakan setelah PT Matra Tri Abadi mengakuisisi IRSX pada Agustus 2025. Pergantian nama diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), tepatnya sebulan setelah proses akuisisi.

Mengacu pada laporan BCA Sekuritas, RUPSLB menghasilkan sejumlah keputusan penting. Mulai dari perubahan nama perusahaan, domisili hukum, alamat kantor, hingga restrukturisasi direksi dan komisaris.

Selain itu, perusahaan juga menjalankan rights issue serta menerbitkan waran seri II.

Kini, Folago membangun ekosistem bisnis digital yang mencakup layanan streaming, produksi konten, promotor acara, hingga teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

2. Struktur pemegang saham dan isu afiliasi dengan Haji Isam

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (IDX), PT Matra Tri Abadi menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan mencapai 63,94 persen.

Sementara itu, sebanyak 36,05 persen saham lainnya dimiliki publik melalui skema nonwarkat.

Dokumen registrasi terbaru juga menunjukkan Direktur Utama Subioto Jingga sebagai Pemilik Manfaat Akhir ((Ultimate Beneficial Owner atau UBO) perusahaan. Meski tidak tercatat memiliki saham pribadi, Subioto disebut memegang kendali atas Folago.

Dalam operasional perusahaan, Subioto didampingi Charlie (direktur), Michael Hizkia Halasan (Direktur teknologi), dan Gusti Ngurah Komang Panji Pramana (Direktur).

Nama terakhir tercatat sudah mundur dari posisinya.

"Bersama ini kami informasi kan bahwa kami telah menerima Surat Pengunduran diri atas nama Bapak Gusti Ngurah Komang Panji Pramana selaku Direktur PT Folago Global Nusantara Tbk pada tanggal 06 Mei 2026," tulis surat resmi Folago untuk OJK dilansir IDX.

Adapun posisi Komisaris Utama ditempati Adhie Moelyadi Masardi. Sementara, Benny menjabat sebagai Komisaris sekaligus Ketua Komite Audit.

Di tengah ramainya spekulasi di media sosial, belum ditemukan bukti yang menunjukkan keterkaitan langsung Folago dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.

3. Publik soroti kesiapan Folaplay siarkan Piala Dunia 2026

Kemitraan TVRI dengan Folago menuai perhatian karena aplikasi Folaplay belum tersedia di Play Store maupun App Store.

Publik mempertanyakan kesiapan infrastruktur server platform tersebut, terutama saat menghadapi lonjakan pengguna ketika pertandingan besar berlangsung.

Pelaksana Tugas Direktur Utama LPP TVRI, Rika Damayanti, memastikan pemilihan Folago telah melalui proses sesuai mekanisme yang berlaku.

"Tentu saja TVRI kan punya mekanisme ya, punya mekanisme, punya standar secara teknis dan juga bagaimana komitmen, dan tentu mitra yang dipilih ini pasti sudah melewati proses itu. Dan kami dengan bahagia menyampaikan kepada khalayak ramai bahwa hari ini kami memperkenalkan mitra baru TVRI untuk OTT," ujar Rika.

Sementara itu, Sales Director Folago, Vicktor Aritonang, mengaku tidak mengetahui nilai tender kerja sama tersebut.

"Nah itu saya tidak tahu," kata Vicktor.

Kekhawatiran publik juga muncul karena sejumlah platform OTT besar di Indonesia masih kerap mengalami gangguan server saat trafik pengguna meningkat tajam.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Folago menggandeng Huawei dalam pengembangan infrastruktur aplikasi Folaplay.

Folago mengklaim kolaborasi itu dapat meminimalkan gangguan saat siaran berlangsung.

"Tanggal rilis direncanakan awal bulan depan karena kan ada pertandingan persahabatan. Paling tidak, 1 atau 2 Juni sudah bisa di-download. Stress test akan kami lakukan pada pekan depan untuk memastikan masalah kendala user," ucap Vicktor.

Editorial Team