Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kerusuhan Demi Kerusuhan Lagi, Kini di Laga Persita vs Persija

3 min read
Kerusuhan Demi Kerusuhan Lagi, Kini di Laga Persita vs Persija
Situasi Persita vs Persija di Super League 2026/27. (Dok. Istimewa)
  • Kericuhan suporter Persita dan Persija terjadi di Banten International Stadium usai gol penyama Persija, lalu meluas saat jeda dengan aksi saling lempar flare, batu, dan botol.

  • Situasi tidak kondusif membuat sepak mula babak kedua tertunda 30 menit; sejumlah suporter Persita turun ke pinggir lapangan, sebelum pemain Persija membantu meredakan keadaan.

  • Persita menang 3-2 dan menghentikan tren kemenangan Persija. Carlos Pena mengecam kericuhan, sementara Shin Tae Yong kembali menyerukan suporter menahan emosi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Entah kapan kerusuhan di sepak bola Indonesia akan tuntas. Belakangan hal itu marak terjadi, terbaru di laga pekan kelima Super League 2026/27, Sabtu (17/10/2026) antara Persita Tangerang melawan Persija Jakarta.

Laga yang digelar di Banten International Stadium itu berakhir dengan kemenangan Persita atas Persija dengan skor 3-2. Namun, bukan cuma rentetan kemenangan Persija saja yang tuntas dalam laga itu.

  1. 1. Terjadi ribut-ribut antara fans Persita dan Persija

    Kerusuhan Demi Kerusuhan Lagi, Kini di Laga Persita vs Persija
    Situasi Persita vs Persija di Super League 2026/27. (Dok. Persija)

    Dalam laga itu, terjadi ribut-ribut antara fans Persita dan Persija. Secara kronologis, percikan keributan sudah terjadi sejak babak pertama, tepatnya setelah Fabio Calonego mencetak gol penyama kedudukan bagi Persija.

    Kericuhan awal ini sukses diredam petugas keamanan stadion. Namun, saat jeda turun minum, kericuhan ini memanas dan meluas hingga ke tribune utara dan selatan stadion.

    Pemicu utama diduga akibat aksi provokasi di mana oknum suporter tuan rumah merampas bendera atau banner milik suporter Persija, The Jakmania. Aksi saling ejek pun tidak terhindarkan dan berujung pada aksi saling lempar flare, batu, serta botol secara brutal.

    Akibat situasi tribun yang tidak kondusif akibat lemparan flare dan batu, sejumlah suporter Persita terpaksa turun dan berhamburan ke area pinggir lapangan untuk menyelamatkan diri.

    Situasi itu sempat membuat sepak mula babak kedua tertunda selama 30 menit. Namun, akhirnya kondisi menjadi kondusif usai para pemain Persija turut meredakan amarah fans di lapangan.

  2. 2. Pelatih Persita kecam ricuh yang terjadi

    Kerusuhan Demi Kerusuhan Lagi, Kini di Laga Persita vs Persija
    Situasi Persita vs Persija di Super League 2026/27. (Dok. Persija)

    Pelatih Persita, Carlos Pena, mengecam terjadinya kericuhan di laga lawan Persija ini. Apalagi, dia melihat ada banyak anak-anak yang menjadi saksi kericuhan tersebut. Anak-anak yang harusnya menikmati laga.

    "Pihak-pihak yang bertanggung jawab harus berupaya menghilangkan kejadian seperti ini dari sepak bola karena sangat merugikan perkembangan sepak bola Indonesia," ujar Pena dalam sesi jumpa pers pasca-laga, Sabtu (17/10/2026).

    "Orang-orang datang ke stadion untuk menikmati sepak bola dan mendukung tim mereka, bukan untuk melakukan hal-hal yang merusak pertandingan," tambahnya.

  3. 3. Ada saran pelatih Persija yang tak didengar

    Kerusuhan Demi Kerusuhan Lagi, Kini di Laga Persita vs Persija
    Situasi Persita vs Persija di Super League 2026/27. (Dok. Persija)

    Sebelum laga, pelatih Persija Shin Tae Yong sempat berpesan kepada para suporter agar tak ribut-ribut lagi. Apalagi, suporter Persija masih jadi sorotan pasca kejadian penyerangan bus Persib U-18. Bus The Jakmania juga kena serang di Cikampek.

    Namun, pada akhirnya keributan tetap pecah juga. Ke depannya dia berharap semua pihak bisa menahan emosi, karena dukungan yang berlebihan hanya akan berujung pada kerusuhan tak berarti.

    "Saya benar-benar tidak mengerti mengapa orang yang datang untuk mendukung tim olahraga yang mereka sukai justru terlibat dalam kerusuhan. Saya berharap semua pihak bisa menahan diri dan mengendalikan emosi," kata Shin.

    Bagi Persija, kekalahan dari Persita ini mengakhiri tren apik mereka di Super League 2026/27. Lebih parah lagi, karena kekalahan ini diiringi oleh keributan yang lagi-lagi melibatkan suporter mereka.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More