Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ketika Meksiko 3 Kali Jadi Tuan Rumah Piala Dunia per 2026
Penyerang Timnas Meksiko, Raul Jimenez, merayakan gol keduanya saat menghadapi Afrika Selatan pada pertandingan Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion Mexico City, Meksiko, Jumat (12/6/2026). (AFP/Yuri Cortez)
  • Meksiko menjadi satu-satunya negara yang tiga kali dipercaya FIFA sebagai tuan rumah Piala Dunia, dimulai dari edisi 1970, 1986, hingga 2026 bersama Amerika Serikat dan Kanada.
  • Piala Dunia 1970 di Meksiko menghadirkan banyak inovasi penting seperti penggunaan kartu kuning-merah pertama kali, siaran televisi berwarna, serta debut bola Adidas Telstar.
  • Sebagai tuan rumah 1986, Meksiko menjadi saksi aksi legendaris Diego Maradona dan berhasil mengatasi tantangan besar seperti gempa bumi serta kritik terhadap jadwal pertandingan siang hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Meksiko satu-satunya negara yang tiga kali menjadi tuan rumah Piala Dunia per 2026. Catatan tersebut menegaskan peran penting mereka dalam menyelenggarakan turnamen sepak bola paling bergengsi. Sepanjang kiprah sebagai tuan rumah, Meksiko telah menjadi saksi berbagai momen bersejarah yang membekas dalam perjalanan turnamen 4 tahunan itu.

1. Meksiko debut sebagai tuan rumah pada 1970 usai menang voting

Meksiko tak akan menjadi tuan rumah Piala Dunia jika tidak memenangkan pemungutan suara (voting) dalam sebuah konferensi Federation Internationale de Football Association (FIFA) yang digelar di Tokyo, Jepang, pada 8 Oktober 1964. Agenda utama pertemuan tersebut ialah menentukan negara yang menjadi lokasi penyelenggaraan Piala Dunia 1970. Dalam proses pemungutan suara yang diikuti para anggota FIFA, Meksiko keluar sebagai pemenang dengan perolehan 56 suara, membuat mereka unggul atas Argentina yang cuma meraih 32 suara.

Untuk mendukung penyelenggaraan turnamen, Meksiko menunjuk lima stadion sebagai venue Piala Dunia 1970, yaitu Estadio Azteca, Estadio Jalisco, Estadio Cuauhtemoc, Estadio Nou Camp, dan Estadio Luis Dosal. Secara keseluruhan, Piala Dunia 1970 berjalan sukses tanpa hambatan berarti. Meksiko pun resmi menjadi negara pertama di luar Eropa dan Amerika Selatan yang dipercaya sebagai tuan rumah turnamen tersebut.

2. Meksiko menjadi saksi inovasi penting melalui Piala Dunia 1970

Banyak pengamat menilai Piala Dunia 1970 sebagai salah satu edisi paling bersejarah. Turnamen ini menandai gelar juara ketiga Brasil setelah sukses menundukkan Italia dengan skor 4-1 di Estadio Azteca yang berlokasi di Mexico City. Prestasi tersebut tak terlepas dari kontribusi para pemain bintang, termasuk Pele yang mengukuhkan dirinya sebagai pemain pertama yang tiga kali menjuarai Piala Dunia sejak debutnya pada 1958.

Untuk pertama kalinya, melalui Piala Dunia 1970, FIFA mulai menerapkan kartu kuning dan merah sebagai standar peringatan dan hukuman bagi pemain yang terbukti melakukan pelanggaran. Edisi tersebut juga merupakan tonggak bersejarah karena disiarkan secara luas dalam format warna (color broadcast) yang memungkinkan para pencinta sepak bola dapat menyaksikan timnasnya bertanding dengan pengalaman menonton yang lebih imersif. Tak kalah penting, Piala Dunia 1970 menjadi debut resmi bola Adidas Telstar yang membuka lembaran baru dalam dunia sepak bola.

3. Meksiko menjadi panggung aksi ikonis Diego Maradona di Piala Dunia 1986

Sebelum menjadi tuan rumah untuk kedua kalinya, FIFA awalnya menunjuk Kolombia pada 1974 sebagai tuan rumah Piala Dunia 1986. Namun, pada 25 Oktober 1982, Presiden Kolombia saat itu, Belisario Betancur, menyatakan pengunduran diri dari kewajiban sebagai tuan rumah karena keterbatasan anggaran, minimnya dukungan dari perusahaan swasta, serta kondisi dalam negeri yang sedang memburuk. FIFA pun menetapkan Meksiko sebagai pengganti Kolombia untuk menyelenggarakan Piala Dunia 1986.

Negara yang dikenal dengan kuliner tacos dan burrito tersebut lalu menjadi panggung bersejarah bagi Diego Maradona, megabintang Argentina. Bersama La Albiceleste, dia berhasil mengamankan trofi Piala Dunia setelah mengalahkan Jerman Barat dengan skor 3-2 di final. Namun, dua aksi mencetak golnya yang dikenal dengan sebutan Hand of God (Gol Tangan Tuhan) dan Goal of the Century (Gol Abad Ini) saat melawan Inggris pada perempat final masih menjadi momen paling ikonis yang dikenang para pencinta sepak bola.

4. Meksiko kembali dipercaya sebagai penyelenggara Piala Dunia 2026

Empat puluh tahun setelah kesuksesan Piala Dunia 1986, FIFA kembali menunjuk Meksiko sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026. Namun, kali ini, ia tidak sendirian, karena didampingi Amerika Serikat dan Kanada. Edisi ini menjadi Piala Dunia pertama yang melibatkan tiga negara sebagai tuan rumah, melampaui Piala Dunia 2002 yang digelar di dua negara, Jepang dan Korea Selatan.

Penunjukan Meksiko mengukuhkan mereka sebagai negara pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia sebanyak tiga kali. Catatan tersebut membuat mereka mengungguli Italia, Prancis, Jerman, Brasil, dan Amerika Serikat yang masing-masing dua kali menjadi tuan rumah. Uniknya, mayoritas negara itu dikenal memiliki kekuatan dan prestasi yang mengesankan di level sepak bola internasional.

5. Status Meksiko sebagai andalan tuan rumah tidak diraih dengan mudah

Meksiko telah menghadapi tantangan besar selama menjadi tuan rumah, dimulai dari Piala Dunia 1970. Pada saat itu, banyak pihak menyoroti kondisi cuaca yang panas serta ketinggian beberapa stadion yang ekstrem karena dianggap menguntungkan tim yang sudah terbiasa bermain di lingkungan serupa. Akibatnya, sejumlah negara melakukan persiapan tak biasa, mulai dari Timnas Bulgaria yang menjalani latihan di daerah pegunungan dan membatasi asupan air hingga Inggris yang bersikeras membawa persediaan makanan dan minuman dari tanah air yang sempat memicu ketegangan dengan pihak tuan rumah.

Menjelang Piala Dunia 1986, Meksiko yang saat itu berada di bawah kepemimpinan Presiden Miguel de la Madrid, sempat diguncang gempa bumi dahsyat di Mexico City pada September 1985. Ini 8 bulan sebelum turnamen dimulai. Menimbulkan keraguan dari sejumlah pihak terkait kesiapan Meksiko sebagai tuan rumah. Karena kerusakan yang tidak terlalu parah, pihak pemerintah setempat berhasil memulihkan kondisi stadion yang digunakan sebagai venue Piala Dunia 1986 dalam waktu relatif singkat.

Usut punya usut, penyelenggaraan Piala Dunia 1986 ternyata juga diwarnai polemik akibat perubahan jadwal kick-off menjadi siang dan sore hari demi menyesuaikan waktu tayang televisi di Eropa. Keputusan ini menuai kritik karena para pemain harus bertanding dalam suhu panas dan ketinggian ekstrem yang berisiko meningkatkan beban fisik. Berbagai pihak, mulai dari pelatih Timnas Hungaria, Gyorgy Mezey, hingga megabintang Argentina, Diego Maradona, menilai keputusan tersebut lebih mengutamakan kepentingan komersial ketimbang kesehatan pemain.

Terlepas dari beragam tantangan dan kontroversinya, Meksiko telah hadir sebagai salah satu negara yang berkontribusi besar terhadap perkembangan Piala Dunia. Walau bukan termasuk negara unggulan dalam sepak bola macam Argentina dan Jerman, Meksiko telah membuktikan, warisan dalam Piala Dunia tidak hanya diukur jumlah trofi, tetapi juga kontribusi yang ditinggalkan mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article