Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Klub LaLiga yang Dilatih Javier Aguirre sebelum Valencia
ilustrasi pelatih sepak bola (unsplash.com/thwhoai)
  • Valencia menunjuk Javier Aguirre hingga akhir musim 2026/2027 setelah mengakhiri masa jabatan Carlos Corberan akibat awal musim yang buruk.
  • Sebelum Valencia, Aguirre menangani enam klub LaLiga: Osasuna, Atletico Madrid, Real Zaragoza, Espanyol, CD Leganes, dan RCD Mallorca.
  • Pencapaian menonjol Aguirre mencakup membawa Osasuna finis keempat, Atletico lolos Liga Champions, serta menyelamatkan Zaragoza dan Mallorca dari degradasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Valencia resmi mengakhiri masa jabatan Carlos Corberan setelah performa buruk pada awal musim 2026/2027. Sebagai gantinya, manajemen menunjuk Javier Aguirre menangani tim hingga akhir musim. Pelatih berusia 67 tahun ini kembali melatih klub setelah menakhodai Timnas Meksiko pada 2024–2026. Kendati pelatih asing, Aguirre punya rekam jejak apik di sepak bola Spanyol. Ada enam klub LaLiga yang ditanganinya sebelum Valencia.

1. Osasuna menjadi klub Spanyol pertama yang dilatih Javier Aguirre pada 2002–2006

Javier Aguirre pertama kali merantau ke Spanyol dengan melatih Osasuna. Setelah menjadi pelatih Timnas Meksiko setahun, ia berlabuh ke Estadio El Sadar pada 2002. Kariernya cukup lama dengan bertahan selama 4 tahun hingga musim panas 2006. Secara statistik dari 169 kali memimpin pertandingan, Osasuna menang 63 kali, imbang 46 kali, dan kalah 60 kali.

Pada musim-musim awalnya, Aguirre masih kesulitan meramu Osasuna. Di LaLiga, tim mesti bersusah payah dengan finis di posisi belasan. Namun, kejutan besar terjadi saat musim terakhirnya pada 2005/2006. Pelatih kelahiran Mexico City membawa Osasuna finis keempat. Osasuna menorehkan 68 poin berkat 21 kemenangan, 5 keimbangan, dan 12 kekalahan.

2. Javier Aguirre kemudian melatih Atletico Madrid pada 2006–2009

Atletico Madrid merekrut Javier Aguirre pada musim panas 2006. Sang pelatih berlabuh ke ibu kota berkat keberhasilan membawa Osasuna kompetitif. Meski menjanjikan pada musim awalnya, Atletico Madrid memecatnya pada Februari 2009 akibat performa buruk. Aguirre melatih tim 131 kali. Ia menghadirkan 61 kemenangan, 31 keimbangan, dan 39 kekalahan.

Musim debutnya pada 2006/2007, Atletico Madrid tampil menjanjikan di LaLiga dengan finis ketujuh. Aguirre juga menghadirkan trofi Intertoto Cup. Aguirre bahkan membawa tim lolos ke Liga Champions Eropa setelah finis keempat di LaLiga 2007/2008. Namun, performa inkonsisten terlihat pada 2008/2009. Sempat apik, Atletico Madrid goyah ketika bergantinya tahun. Tujuh laga tanpa kemenangan membuat karier Aguirre berakhir di Vicente Calderon.

3. Javier Aguirre hanya setahun menangani Real Zaragoza

Setelah didepak Atletico Madrid, Javier Aguirre sempat kembali menangani Timnas Meksiko setahun. Baru pada November 2010, ia meneken kontrak bersama Real Zaragoza. Namun, kariernya tak bertahan lama dengan hanya setahun di Ibercaja Estadio. Ia meninggalkan klub setelah melakoni 45 laga dengan catatan 13 kemenangan, 10 keimbangan, dan 23 kekalahan.

Kala itu, kedatangannya menggantikan Jose Aurelio Gay gagal bersaing pada awal musim 2010/2011. Aguirre menyelamatkan tim dari degradasi dengan finis ke-13 di LaLiga. Musim baru 2011/2012, Aguirre justru juga gagal membawa Real Zaragoza kompetitif. Aguirre dipecat pada Desember 2011 setelah melewati 11 pertandingan tanpa kemenangan di berbagai ajang.

4. Sempat menganggur setahun, Javier Aguirre kembali melatih dengan memimpin Espanyol

Javier Aguirre meneken kontrak bersama Espanyol pada Desember 2012. Setelah setahun menganggur, ia kembali ke pinggir lapangan. Kiprahnya tak begitu lama dengan hanya 1,5 tahun. Pada akhir musim panas 2013, ia memutuskan tak memperpanjang kontraknya. 

Dalam periode waktu tersebut, Aguirre memimpin Espanyol bertanding 69 kali. Ia membawa tim menang 22 kali, imbang 18 kali, dan kalah 29 kali. Espanyol tak begitu kompetitif dan lebih sering kesulitan. Musim terakhirnya di LaLiga, Espanyol hanya finis di urutan ke-14.

5. Javier Aguirre pernah melatih CD Leganes hingga akhir musim 2019/2020

Setelah lama tak berkarier di Spanyol, Javier Aguirre kembali untuk menangani CD Leganes. Ia datang menggantikan Mauricio Pellegrino pada Oktober 2019. Ia dikontrak hingga akhir musim 2019/2020. Namun, Aguirre gagal menghindarkan tim dari degradasi. 

Kehadiran Aguirre sempat membawa angin segar. Dari 30 laga, Leganes berhasil 10 kali menang dan 10 kali imbang. Namun, Leganes juga kalah sepuluh kali. Kondisi ini membuat Leganes mesti turun kasta setelah finis 18 dengan 36 poin, tertinggal satu angka di zona aman.

6. RCD Mallorca menjadi klub Spanyol terakhir yang dilatih Javier Aguirre pada 2022–2024

Pengalaman terakhir Javier Aguirre melatih klub Spanyol berlangsung pada 2022–2024. Ia menukangi RCD Mallorca selama 2,5 tahun dengan performa naik turun. Mulanya, ia direkrut menggantikan Luis Garcia yang terpuruk pada paruh pertama musim 2021/2022. Aguirre berhasil menyelamatkan Mallorca dari degradasi dengan mengakhiri musim di posisi 16. 

Musim penuh pertamanya pada 2022/2023, Aguirre membawa Espanyol kompetitif hingga finis kesembilan. Namun, performa inkonsisten terjadi pada musim keduanya. Beruntungnya, Aguirre bisa membantu Espanyol bertahan dengan finis di urutan 15 LaLiga 2023/2024. Aguirre lalu tidak memperpanjang kontrak di Mallorca untuk kembali memimpin Timnas Meksiko. 

Dari riwayat di atas, Aguirre membuktikan kemampuannya. Meski tidak semuanya mampu kompetitif, ia kerap menjadi penyelamat. Hal ini yang diharapkan manajemen agar bisa membawa Valencia bangkit setelah terpuruk pada awal musim LaLiga 2026/2027.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article