4 Klub Pedro Rodriguez Sepanjang Karier sebagai Pemain

- Pedro Rodriguez pensiun pada awal Oktober 2026 di usia 39 tahun, setelah 18 tahun berkarier dan tiga bulan tanpa klub usai kontraknya dengan Lazio berakhir.
- Bersama Barcelona selama tujuh tahun, Pedro mencatat 99 gol dan 61 assist dalam 312 laga, serta meraih 20 trofi termasuk sextuple 2009 dan treble 2015.
- Pedro kemudian membela Chelsea, AS Roma, dan Lazio; ia meraih trofi bersama Chelsea, sementara Lazio menjadi klub terakhirnya dengan 39 gol dari 209 penampilan.
Pedro Rodriguez memutuskan mengakhiri kariernya sebagai pesepak bola profesional pada awal Oktober 2026. Setelah 3 bulan tanpa klub menyusul habisnya kontrak bersama Lazio Juni lalu, pemain asal Spanyol ini mantap gantung sepatu pada usia 39 tahun. Sepanjang 18 tahun berkiprah di atas lapangan, ada empat klub yang dibela Pedro. Seperti apa kontribusinya?
1. Menimba ilmu sejak di akademi, Pedro menuai kesuksesan bersama Barcelona
Pedro mengawali kiprahnya di akademi La Masia Barcelona mulai 2004. Selama 4 tahun menimba ilmu, ia menunjukkan bakatnya sebagai penyerang tajam. Debut di tim utama pada 2008, ia dipromosikan mulai 2008/2009. Pep Guardiola yang baru dikontrak sebagai pelatih Barcelona kala itu menyertakannya ke tim utama berkat potensinya sebagai pemain muda.
Musim penuh pertamanya, Pedro tampil menjanjikan dalam 14 laga. Meski belum berkontribusi gol, kreativitasnya mulai terlihat pada musim keduanya. Ia diandalkan dalam 53 laga dengan catatan 23 gol dan 9 assist. Fleksibilitasnya sebagai winger kanan atau kiri membuatnya terus dipercaya bermain hingga 2015. Secara total, Pedro menghabiskan waktu 7 tahun dengan membukukan 99 gol dan 61 assist dari 312 penampilan di berbagai kompetisi. Ia menghadirkan total 20 trofi, termasuk torehan bersejarah meraih sextuple 2009 dan treble winners 2015.
2. Pedro juga menghadirkan prestasi gemilang ketika memperkuat Chelsea
Setelah lebih dari sedekade bersama Barcelona, Pedro memutuskan hijrah pada musim panas 2015. Pemain kelahiran Santa Cruz de Tenerife ini berlabuh ke Ibu Kota Inggris untuk bergabung dengan Chelsea. Ia bertahan di London selama 5 tahun hingga 2020.Â
Datang dengan pengalaman matang dari Barcelona, Pedro memberikan performa konsisten di sisi sayap. Kariernya di Stamford Bridge impresif dengan dipercaya dalam 206 laga di lintas ajang. Dari jumlah penampilan itu, ia membuat 43 gol dan 26 assist. Pedro menjadi bagian penting kesuksesan Chelsea meraih English Premier League, Liga Europa, dan Piala FA.
3. Setelah dari Inggris, Pedro berlabuh ke Ibu Kota Italia untuk membela AS Roma
Pedro meninggalkan Chelsea setelah kontraknya berakhir pada musim panas 2020. Ia lalu berlabuh ke Italia untuk menerima pinangan AS Roma. Namun, kiprahnya tak lama di tim Serigala Ibu Kota. Pedro hanya setahun berseragam i Giallorossi.Â
Sejatinya, Pedro diikat kontrak selama 3 tahun hingga 2023. Musim debutnya pada 2020/2021, ia juga menjanjikan lewat 6 gol dan 7 assist dari 40 laga. Namun, kedatangan Jose Mourinho sebagai pelatih anyar membuatnya terpinggirkan. Ia tidak masuk rencana sang pelatih dan tidak diikutsertakan pramusim 2021/2022. Alhasil, kontraknya diakhiri pada musim panas 2021.
4. Pedro menyeberang ke Lazio setelah terpinggirkan di AS Roma
Pada musim panas 2021, kejutan besar terjadi ketika Pedro memutuskan bergabung dengan Lazio setelah dicampakkan AS Roma. Pedro menjadi pemain pertama dalam 36 tahun yang pindah langsung ke rival sejak terakhir kali Astutillo Malgioglio pada 1985. Kendati diliputi kontroversi terkait keindahannya, Pedro tidak mengambilnya sebagai masalah.Â
Faktor kepercayaan menjadi alasannya menyeberang dari sisi Merah-Kuning ke Biru-Putih. Pedro bereuni dengan Maurizio Sarri yang pernah melatihnya ketika di Chelsea. Kendati datang ketika usianya 34 tahun, ia mendapatkan kepercayaan penuh. Pedro memperkuat tim Elang Ibu Kota selama 5 tahun hingga kontraknya berakhir pada 2026. Tercatat, ia memainkan 209 laga dengan sumbangsih 39 gol dan 19 assist. Lazio menjadi klub terakhir yang dibela Pedro.Â
Pedro menuai kesuksesan trofi ketika berseragam Barcelona dan Chelsea. Di AS Roma, Pedro mampu diandalkan walau berakhir pahit. Keputusan menyeberang ke Lazio menjadi salah satu cerita unik dalam kariernya sebagai pesepak bola profesional. Dengan pengalaman matangnya, menarik menantikan kelanjutan karier Pedro. Akankah menjadi pelatih sepak bola?























