Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kritik Salah, Liverpool Kehilangan Identitas Bermain Saat Ini
Bek asal Belanda Virgil van Dijk tampak bereaksi setelah peluang yang terbuang saat membela Liverpool dalam laga Premier League 2025/26 melawan Aston Villa di Villa Park, Birmingham, Inggris, Sabtu (15/5/2026). (FOTO: AFP/DARREN STAPLES)
  • Mohamed Salah mengkritik keras performa Liverpool usai kalah 2-4 dari Aston Villa, menyebut timnya kehilangan identitas permainan yang dulu jadi ciri khas.
  • Salah menegaskan Liverpool harus kembali ke gaya bermain 'heavy metal' ala era Juergen Klopp agar bisa menakuti lawan dan meraih trofi lagi.
  • Ia mengenang transformasi Liverpool sejak 2017 dan menilai keruntuhan musim ini menyakitkan serta tidak pantas bagi penggemar yang terbiasa dengan standar tinggi klub.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemain Liverpool, Mohamed Salah, melontarkan kritik tajam bagi tim yang dia bela saat ini. Dia menyebut, The Reds tengah kehilangan identitas bermain.

Liverpool kalah 2-4 dari Aston Villa dalam laga Premier League 2025/26, Sabtu (16/5/2026). Kekalahan ini membuat mereka wajib menang atas Brentford di laga terakhir agar bisa lolos ke Liga Champions musim depan.

1. Ada identitas Liverpool yang hilang

Dalam cuitan di akun Instagram pribadinya, Salah dengan tegas menyatakan ada identitas permainan yang hilang dari Liverpool. Identitas itu, semestinya, harus terus dijaga.

"Kami memiliki sebuah identitas, sebuah cara sepak bola yang saya tahu cara memainkannya, dan itulah identitas yang harus kami pulihkan segera," ujar Salah.

2. Sebuah cara main bernama heavy metal

Terkait identitas tersebut, Salah menyebut Liverpool harus main dengan cara heavy metal lagi, seperti di era Juergen Klopp. Sebab, sepak bola macam ini yang bikin Liverpool ditakuti lawan.

"Saya ingin melihat Liverpool kembali menjadi tim dengan permainan 'heavy metal' yang ditakuti lawan dan kembali memenangkan banyak trofi," ujar Salah.

3. Sebuah keruntuhan yang tak bisa diterima

Salah pun bercerita, kala datang ke Liverpool pada 2017 silam ketika klub masih berisikan kumpulan peragu. Dari situ, transformasi terjadi jadi kumpulan mereka yang percaya, lalu trofi pun silih berganti datang.

"Runtuhnya kami dan menelan kekalahan demi kekalahan musim ini sangat menyakitkan dan tidak pantas didapatkan oleh penggemar Liverpool. Kami punya standar tinggi yang juga hilang," kata Salah.

Editorial Team