Al Jazeera melansir, aksi Yamal memang sejalan dengan masyarakat kota Barcelona. Sejak dimulainya konflik perang dan genosida Israel di Gaza pada Oktober 2023 lalu, kota ini menjelma sebagai salah satu pusat utama aktivisme pro-Palestina di Negeri Matador.
Jalanan kota Barcelona kerap menjadi saksi berbagai aksi protes besar oleh masyarakat setempat, demi membela hak warga Gaza. Bahkan, pelabuhannya juga sering dijadikan titik awal keberangkatan armada bantuan kemanusiaan ke Palestina.
Sikap masyarakat pun sejalan dengan pemerintahnya. Perdana Menteri (PM) Spanyol, Pedro Sanchez, pasang badan dan menyatakan tidak ada yang salah dari tindakan bocah ajaib La Furia Roja tersebut.
"Mereka yang menganggap mengibarkan bendera sebuah negara sebagai 'hasutan kebencian', entah sudah kehilangan akal sehat atau telah dibutakan oleh rasa malu mereka sendiri. Lamine hanya mengekspresikan solidaritas terhadap Palestina yang dirasakan jutaan warga Spanyol. Itu menjadi alasan lain untuk bangga kepadanya," kata Sanchez