Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Lawatan Terakhir Barcelona ke Markas Galatasaray di Liga Champions

3 min read
4 Lawatan Terakhir Barcelona ke Markas Galatasaray di Liga Champions
ilustrasi pendukung Galatasaray di RAMS Park, Turki (unsplash.com/Ahmet Kurt)
  • Barcelona akan menghadapi Galatasaray di RAMS Park pada matchday kedua Liga Champions 2026/2027, Rabu 14 Oktober 2026 pukul 02.00 WIB.
  • Dalam empat lawatan sebelumnya ke markas Galatasaray di Liga Champions, Barcelona mencatat dua kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.
  • Barcelona bermain 0-0 pada 1993/1994, kalah 1-2 semusim berikutnya, lalu menang 1-0 pada 2001/2002 dan 2-0 pada 2002/2003.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Barcelona bertolak ke Turki pada matchday kedua Liga Champions Eropa 2026/2027. Pasukan Hansi Flick menantang Galatasaray di RAMS Park pada Rabu (14/10/2026) pukul 02.00 WIB. Dalam sejarahnya, kedua tim sudah bentrok delapan kali di ajang ini. Barcelona akan melakoni laga tandang kelima ke markas Galatasaray. Sebelum itu, mari melihat hasil empat lawatan terakhir Barcelona ke sana di Liga Champions per 12 Oktober 2026 menurut UEFA. 

  1. 1. Barcelona hanya bermain imbang tanpa gol pada kunjungan perdana 1993/1994

    Barcelona pertama kali menyambangi markas Galatasaray di Liga Champions 1993/1994. Kala itu, kedua tim tergabung di Grup A dan langsung bersua pada laga perdana fase grup. Barcelona yang saat itu ditangani Johan Cruyff hanya bisa membawa pulang satu poin. Galatasaray menunjukkan ketangguhannya hingga nirbobol hingga akhir permainan. 

    Secara kualitas, Barcelona sejatinya jelas diunggulkan. Ada nama top macam Romario, Eusebio, Pep Guardiola, hingga Ronald Koeman. Namun, Galatasaray mampu meredam agresivitas Barcelona. Anak-anak asuhan Reiner Hollman membuat para pemain Barcelona frustrasi. Meski beberapa kali diancam, skor 0-0 bertahan sampai peluit akhir laga dibunyikan. 

  2. 2. Pada lawatan 1994/1995, Barcelona menderita kekalahan di markas Galatasaray

    Hanya semusim kemudian, Barcelona kembali bertandang ke Galatasaray. Kedua tim kembali berada dalam satu grup di Liga Champions 1994/1995. Barcelona masih diasuh Johan Cruyff, sedangkan Galatasaray bersama Reinhard Saftig. Namun, pergantian pelatih Galatasaray ini justru membuat Barcelona keok. Barcelona pulang ke Spanyol tanpa poin usai kalah 1-2. 

    Sejatinya, Barcelona mampu membuat publik Ali Sami Yen Stadyum terdiam ketika mencetak gol pada menit 15. Romario membawa Barcelona unggul cepat atas Galatasaray. Skor 1-0 ini bertahan hingga jeda babak. Sayangnya, Barcelona kehilangan fokus pada akhir laga. Memasuki menit 72, Hakan Sukur menyamakan kedudukan lewat gol penalti. Arif Erdem lalu mencetak gol untuk membalikkan keadaan sekaligus memastikan Galatasaray menang.   

  3. 3. Gol tunggal Luis Enrique membawa Barcelona menang pada laga tandang 2001/2002

    Barcelona kembali bentrok kontra Galatasaray di Liga Champions 2001/2002. Kali ini, Barcelona bertandang bersama Carles Rexach. Kendati diunggulkan, Barcelona mengalami kesulitan dan hanya mampu mendulang kemenangan 1-0 di markas Galatasaray. 

    Pada laga ini, Barcelona dibuat kesulitan tuan rumah. Atmosfer yang gila dengan intensitas permainan membuat Barcelona tak berdaya. Galatasaray mendominasi laga, tetapi tetap gagal mencetak gol. Beruntungnya, Barcelona keluar dari tekanan dan memecah kebuntuan lewat torehan gol Luis Enrique pada menit 58. Keunggulan ini dipertahankan hingga akhir laga.

  4. 4. Semusim kemudian pada 2002/2003, Barcelona kembali menekuk Galatasaray

    Barcelona bertolak kembali ke Turki semusim kemudian di Liga Champions 2002/2003. Barcelona saat itu melawat bersama Louis van Gaal. Hasilnya, Barcelona bisa meredam agresivitas Galatasaray asuhan Fatih Terim dengan skor meyakinkan 2-0. 

    Kendati menang dengan margin dua gol, Barcelona sejatinya mendapatkan perlawanan ketat dari Galatasaray. Namun, klinisnya penyelesaian akhir menjadi pembeda dalam pertemuan kali ini. Pada menit 27, Justin Kluivert membuat publik Ali Sami Yen Staydium terdiam lewat golnya. Kedudukan 1-0 ini mampu dijaga Barcelona hingga peluit akhir babak pertama. 

    Memasuki paruh kedua, Barcelona dan Galatasaray makin bertarung intens. Meski begitu, Barcelona lagi-lagi memanfaatkan celah pertahanan tuan rumah. Luis Enrique menggandakan keunggulan ketika laga berjalan 59 menit. Tertinggal dua gol membuat Galatasaray berupaya menekan demi memperkecil keadaan. Namun, hasilnya nihil dan Barcelona tetap menang 2-0. 

    Melihat riwayat kunjungan di atas, Barcelona punya modal yang baik untuk bertamu kali ini. Namun, kondisi sudah berbeda jauh sebab Barcelona tak pernah bertamu lagi selama 24 tahun. Dengan performa yang tengah konsisten, Barcelona tetap berpeluang besar menumbangkan Galatasaray di hadapan pendukungnya. Mampukah hal itu terwujud?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More